Melalui kegiatan menggambar bersama, puluhan siswa sekolah dasar di Gresik menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan, perubahan iklim, dan budaya zero waste sejak usia dini.
Puluhan anak sekolah dasar di Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, menyuarakan kepedulian terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim melalui kegiatan menggambar bersama.

Kegiatan bertemakan Children Drawing Activity ini digelar oleh Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) bersama River Warrior dan Komunitas Oh My Earth dari Korea Selatan, Senin (26/1/2026).
Bertempat di SDIT Ya Bunayya Wringinanom, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 siswa. Dengan mengusung pendekatan kreatif dan edukatif, anak-anak diajak mengekspresikan pandangan, harapan, serta kekhawatiran mereka terhadap kondisi lingkungan melalui media gambar.
Sebelum sesi menggambar, para siswa terlebih dahulu mendapatkan sosialisasi mengenai konsep zero waste dan pentingnya peran anak-anak dalam menjaga lingkungan sekolah. Dengan materi disampaikan oleh Co-Captain River Warrior, Aeshnina Azzahra Aqilani.
Dalam materinya Nina, sapaan Aeshnina Azzahra Aqilani, menekankan perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan sederhana.
“Perubahan besar selalu dimulai dari kebiasaan kecil. Anak-anak punya peran penting menjaga lingkungan sekolah dengan hal sederhana, seperti membawa botol minum guna ulang, memilah sampah, dan mengurangi plastik sekali pakai,” ujar Nina.
Menurut Nina, pembiasaan sejak dini akan membentuk karakter peduli lingkungan yang berkelanjutan hingga anak-anak tumbuh dewasa. Sekolah dinilai menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai tersebut.
#Kolaborasi Lintas Negara dan Edukasi Zero Waste
Kegiatan yang juga menjadi ruang pertemuan lintas budaya ini terlihat cukup ramai dan menyenangkan anak-anak. Ketika perwakilan Komunitas Oh My Earth dari Korea Selatan, Miss Young, menyampaikan materinya.
Ia mengungkapkan ketertarikannya untuk membangun kolaborasi jangka panjang dengan sekolah dan komunitas lokal di Indonesia.

“Saya sangat senang melihat antusiasme anak-anak dalam menuangkan gagasan mereka melalui gambar. Kesadaran menjaga bumi memang harus ditumbuhkan sejak usia dini,” kata Miss Young.
WhatsApp Channel · TitikTerang
TitikTerang hadir di WhatsApp
Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.
Gabung WhatsApp ChannelIa menyebut peluang kolaborasi ke depan terbuka luas, termasuk program pertukaran pelajar dan kegiatan bersama bertema lingkungan.
Puncak acara diisi dengan sesi menggambar bertema isu lingkungan dan perubahan iklim. Dalam karya mereka, anak-anak menggambarkan sungai yang bersih tanpa sampah, bumi yang terlindungi dari dampak perubahan iklim, hingga lingkungan sekolah yang hijau dan sehat.
Dalam momentum Zero Waste Month, panitia juga menghadirkan Refill Keliling (Refillin) serta Booth Edukasi Mikroplastik. Anak-anak diperkenalkan pada konsep ekosistem guna ulang serta dampak mikroplastik terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.
Koordinator Refillin Ecoton, Jofan Ahmad, menjelaskan budaya guna ulang dapat dimulai dari ruang terdekat anak-anak, yakni sekolah. “Guna ulang itu bukan hal sulit. Membawa botol minum sendiri dan mengisi ulang jauh lebih baik daripada membeli kemasan sekali pakai,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan pembagian suvenir ramah lingkungan berupa media tanam serta perlengkapan alat sekolah. Kepala SDIT Ya Bunayya, Yayuk Suryatiningsih, mengapresiasi kegiatan ini sebagai metode efektif menanamkan kepedulian lingkungan.
“Melalui kegiatan kreatif seperti menggambar, anak-anak belajar mencintai lingkungan dengan cara yang menyenangkan,” katanya.
Melalui Children Drawing Activity, Ecoton, River Warrior, dan Oh My Earth menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat literasi lingkungan sejak usia dini, sekaligus membangun kebiasaan ramah lingkungan yang berkelanjutan dari sekolah.***

*) Alaika Rahmatullah adalah Kepala Divisi Edukasi dan Kampanye Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton), berkontribusi dalam penulisan artikel ini.