Lewati ke konten

Desa Randuboto Gresik Jadi Titik Edukasi Bahaya Mikroplastik

| 4 menit baca |Mikroplastik | 27 dibaca

FK Unair, Ecoton, dan delegasi Korea Selatan di Randuboto menyoroti ancaman mikroplastik sekaligus mendorong lahirnya toko refill.

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) bersama Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) serta Almang Market Korea menggelar pengabdian masyarakat internasional di Balai Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Kegiatan yang berlangsung Rabu, 20 Mei 2026 itu, membahas dampak paparan mikroplastik terhadap kesehatan manusia, sekaligus juga mendorong upaya pengurangan sampah plastik dari tingkat rumah tangga.

Dosen Kebidanan dan Kesehatan Reproduksi FK Unair, Dr. Lestari Sudaryanti, dr., M.Kes., yang diampu sebagai narasumber dalam kegiatan menjelaskan kepada peserta, mikroplastik telah ditemukan di berbagai media yang bersentuhan langsung dengan manusia.

Lestari, panggilan akrab pengajar itu mengatakan, paparan mikroplastik berlangsung terus-menerus dan sangat berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi manusia.

“Mikroplastik bisa masuk lewat makanan, minuman, dan udara yang tercemar. Ketika partikel itu berada di dalam tubuh, sistem biologis dapat mengenalinya sebagai benda asing,” kata Lestari yang dikutip TitikTerang, Kamis, (21/5/2026).

Peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK Desa Randuboto mengikuti diskusi mengenai bahaya mikroplastik serta upaya pengurangan plastik sekali pakai. | Dok Ecoton

Menurut Lestari, paparan mikroplastik berisiko memicu peradangan, gangguan hormon, penurunan fungsi organ, hingga meningkatkan peluang munculnya penyakit kronis. Karena itu, kesadaran masyarakat dinilai penting sebagai langkah pencegahan.

“Pengurangan paparan perlu dimulai dari kebiasaan harian. Warga bisa mengurangi plastik sekali pakai, memilih wadah yang lebih aman, serta memperhatikan pola konsumsi,” ujar Lestari.

Sekitar 40 peserta diikuti dari ibu-ibu PKK Desa Randuboto, kader lingkungan, warga desa, serta delegasi dari Korea Selatan.

Dalam sesi edukasi, Lestari megingatkan kepada peserta, mengenai jalur masuk mikroplastik ke tubuh manusia. Ia mengungkapkan, jika mikroplastik bisa terjadi mulai dari konsumsi air minum dalam kemasan, seafood yang terkontaminasi, hingga partikel plastik di udara yang terhirup.

“Paparan mikroplastik yang terus terjadi ini dapat memicu gangguan kesehatan, mulai peradangan sampai risiko penyakit kronis. Maka diperlukan kesadaran masyarakat untuk menekan ancaman ini dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, “ jelas ahli kebidanan ini.

#Kolaborasi Korea Dorong Gagasan Toko Refill

Kegiatan yang menydot perhatian warga Desa Randuboto ini juga dihadiri anggota Almang Market Korea yang berbasis di Seoul.

Tampak delegasi yang hadir di antaranya Myonghee Jung, Yeram Sing, Jina Lee , Hyun Hee Park, Hyo Min Kim, dan Jina Kwag.

Kehadiran peserta mancanegera ini, sekaligus memberi ruang pertukaran pengalaman tentang bagiamana pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Ecoton sendiri memandang cara kolaborasi yang dilakukan secara lintas negara ini penting dan bisa memperluas literasi lingkungan. Terutama di tingkat masyarakat desa, seperti di Randuboto ini, bersentuhan langsung dengan persoalan sampah plastik.

“Kalau kita melihat persoalan mikroplastik tidak bisa kita dilihat hanya sebagai limbah, tetapi sudah menjadi ancaman serius pada kesehatan dan pola konsumsi masyarakat. Karena itu, kolaborasi lintas negara penting untuk mendorong perubahan dari tingkat desa,” kata Direktur Ecoton Daru Setyorini.

Dr. Lestari Sudaryanti, dr., M.Kes., memaparkan ancaman mikroplastik yang kian dekat dengan kehidupan manusia. Sejumlah komunitas dari Korea Selatan tampak mengikuti forum edukasi di Balai Desa Randuboto. | Dok Ecoton

Dari forum itu pula, muncul gagasan membentuk toko refill bernama Refilin Almang Market Randuboto. Konsep ini diarahkan pada sistem belanja ulang isi dengan pendekatan refill dan reuse, sehingga warga dapat membeli kebutuhan rumah tangga tanpa menambah banyak kemasan plastik.

Dengan gagsan ini, Ketua PKK Desa Randuboto, Inayatul Fardah, mengatakan, gagasan toko refill muncul dari keresahan warga terhadap tingginya sampah sachet yang terus menumpuk di lingkungan sekitar.

“Kami ingin ada alternatif belanja yang lebih sehat dan ramah lingkungan. Kalau sistem refill berjalan, penggunaan plastik sekali pakai bisa ditekan dari rumah tangga,” kata Inayatul.

Menurut Inayatul, edukasi kesehatan yang dibawa FK Unair dan Ecoton membuka pemahaman baru bagi warga Desa Randuboto. Dampak plastik ternyata tidak hanya terlihat pada pencemaran sungai atau tumpukan sampah, tetapi juga berkaitan langsung dengan kesehatan keluarga.

Warga, kata dia, mulai melihat hubungan antara kebiasaan konsumsi dengan ancaman mikroplastik. Karena itu, upaya pengurangan plastik dinilai perlu dibangun dari kebiasaan sederhana, termasuk membawa wadah sendiri dan mengurangi pembelian produk berkemasan kecil.

“Selama konsumsi rumah tangga masih bergantung pada kemasan kecil, seperti plastik sekali pakai, sampah tidak akan bisa berkurang. Ini harus kita lakukan, jika perubahan harus dimulai dari kebiasaan kita sehari-hari,” kata Inayatul.

Kolaborasi antara akademisi, pegiat lingkungan, dan komunitas internasional menunjukkan pendekatan penanganan mikroplastik tidak berhenti pada edukasi. Forum ini sekaligus mendorong langkah praktis yang dapat diterapkan di tingkat desa.

Kegiatan ditutup dengan diskusi terbuka dan pertukaran pengalaman antara peserta Indonesia serta Korea Selatan. Harapannya, literasi soal mikroplastik terus berkembang dan langkah pengurangan plastik dapat bergerak dari ruang diskusi menuju praktik sehari-hari.***

Siaran pers ini disusun oleh Amalia Fibrianty, M.I.Kom., Media and Communications Officer Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON), melalui proses penyuntingan redaksi.

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *