Lewati ke konten

Festival Kali Surabaya 2026: Bisa Juga Ya, Menguak Masalah Sungai Mojokerto–Surabaya Pakai Jurus 5W1H!

| 5 menit baca |Pelajar Mbois | 10 dibaca
Oleh: Titik Terang Editor: Fio Atmadja
  • Penasaran gimana cara anak sekolah bedah masalah Kali Surabaya? Yuk, kepoin artikel lengkapnya di sini!
  • Ternyata ikan di Kali Surabaya makin tak seimbang! Intip keseruan bedah masalah sungainya di sini.
  • Kangen rumah tapi peduli sungai? Simak pengalaman seru anak magang menguak rahasia Kali Surabaya!
  • Pakai jurus 5W1H, pelajar dari berbagai sekolah bersatu demi selamatkan ekosistem Kali Surabaya tercinta!
  • Jangan cuma jadi penonton pasif! Saatnya generasi muda bergerak dan bersuara jaga Kali Surabaya.

Penulis: Halo! Nama aku Ayu Nabilla, kelas 11 TKI 1 dari SMK Negeri 1 Cerme, Gresik. Demi menuntaskan kewajiban magang, aku rela tinggal di mess Ecoton dari tanggal 29 Juni – 31 Oktober 2026. Tapi kalau udah hari Jumat, aku biasanya dijemput Bapak buat diajak pulang ke rumah, Soalnya kangen banget sama suasana rumah dan ortu! Nah, ini tulisan aku ya teman-teman, yuk kepoin!

 

KITA dapet kesempatan keren banget nih buat ikut kegiatan edukasi lingkungan tentang Kali Surabaya! Di acara Kali Surabaya Festival 2026, yang udah masuk hari kelima alias hari terakhir pas tanggal 25 September 2026, kita diajak buat kenalan lebih dekat sama sungai yang sebenernya jadi tumpuan utama kebutuhan hidup warga tercinta ini. Mulai dari asal-usulnya, alur alirannya, manfaat besarnya, sampai masalah serius yang lagi dihadapinya saat ini.

Acara dibuka dengan reminder yang adem banget. Kita diajak buat nyadar kalau semua ciptaan Tuhan itu emang patut buat dipelajari dan dipahami. Pak Supriyadi, pemangku media titikterang.co.id, selaku pemateri nyeletuk santai tapi dalam, “Tuhan menciptakan semuanya itu untuk diketahui.” Pesan ini ngena banget, bikin kita paham kalau datang ke acara festival gini tuh bukan sekadar nyari presensi, foto-foto, atau sekadar duduk manis, tapi biar kita bener-bener peka dan sadar sama lingkungan di sekitar kita.

BACA JUGA:  Ekspedisi Pemburu Mikroplastik ECOTON Sisir Gresik–Solo–Semarang Ungkap Ancaman Polusi dari Hujan dan Atmosfer

Jujur aja, tadinya banyak dari kita yang nggak begitu paham detail soal Kali Surabaya — letaknya persis di mana, seberapa panjang alirannya, atau hulunya bermula dari mana. Ternyata, Kali Surabaya ini merupakan bagian sangat penting dari sistem aliran Sungai Brantas! Alirannya membentang sepanjang kurang lebih 42 kilometer, mengalir mulai dari pintu air Melirip di Mojokerto menuju Surabaya, lalu melewati kawasan Gunung Sari, Jagir, sampai Kayun. Di titik-titik tersebut, alirannya terbagi lagi menjadi Kali Jagir, Kali Kayun, dan Kali Wonokromo yang menyuplai air bersih serta mendukung kehidupan masyarakat kota.

Belajar lingkungan itu emang paling seru kalau langsung turun ke lapangan! Di Festival Kali Surabaya 2026, kita nggak cuma duduk manis di kelas, tapi langsung berdiskusi, mengamati, dan ngulik masalah sungai dari dekat. Seru banget!| Foto: Tommy Rizqi Akbar Purnama

#Hasil Penelitian: Alamnya Lagi Nggak Baik-Baik Aja!

Nggak cuma dengerin pemaparan materi, kemarin tim peneliti bareng para nelayan lokal juga sempat ngelakuin pemantauan dan sampling langsung di Kali Surabaya. Nah, hasil temuan mereka di lapangan lumayan bikin cemas dan geleng-geleng kepala, nih.

Dari sampel ikan yang berhasil ditangkap, ternyata didominasi oleh 14 ekor ikan berjenis betina. Kondisi ini menjadi indikasi kuat bahwa populasi ikan endemik di Kali Surabaya udah nggak seimbang.

Ketimpangan drastis antara jumlah ikan jantan dan betina ini adalah sinyal bahaya yang menandakan ekosistem sungai udah nggak sehat akibat pencemaran bahan kimia sintetis dan limbah yang terus-menerus terjadi.

Kalau fenomena interseks atau ketidakseimbangan ini dibiarin terus, rantai makanan dan keseimbangan alam di Kali Surabaya bisa rusak total.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

#Semangat Luar Biasa dari Antarsekolah!

Kerennya lagi, peserta yang hadir nggak cuma dari satu sekolah aja. Rame banget teman-teman dari berbagai jenjang sekolah yang ikut berpartisipasi, mulai dari:

  • SMAN 1 Wringinanom
  • SMAN 1 Driyorejo
  • MA Raden Paku Wringinanom
  • SDIT Yaa Bunayya Wringinanom
  • MI Darunnajah Lebanisuko
  • Hingga peserta jauh dari luar daerah seperti SMAN 1 Tarik, Sidoarjo!
BACA JUGA:  Basa-Basi Regulasi Racun Endokrin: Ketika KLH Masih Berkutat pada Wacana, Paparan BPA dan Ftalat Terus Berjalan

Kekompakan dan antusiasme mereka bener-bener diacungi jempol. Begitu dapet arahan materi, para peserta langsung sat-set dan cekatan merespons dengan cara menulis. Tulisan-tulisan keren hasil karya mereka pun langsung dikirimkan dan siap tayang buat mengedukasi publik. Kita bisa pantau langsung jam tayang rilis karya-karya mereka!

Dari Mojokerto sampai Surabaya, belajar menjaga sungai ternyata seseru itu! Pertemuan seru pelajar antarsekolah di Festival Kali Surabaya buat makin peka sama lingkungan sekitar. Yuk, belajar peduli dari hal kecil! | Foto: Tommy

#Tantangan Buat Kita, Generasi Muda!

Melihat kondisi yang makin kritis ini, Pak Supryadi ngajak kita sebagai generasi muda buat nggak cuma diam dan jadi penonton pasif. Kita didorong buat membedah dan memahami masalah Kali Surabaya secara komprehensif menggunakan metode 5W1H (What, Where, Who, When, Why, dan How).

“Kalian tidak hanya diam, tetapi menulis, melakukan penelitian, dan memantau sendiri kondisinya,” tegas Pak Supriyadi membakar semangat para peserta.

Intinya, kita ditantang buat berani mengamati, berpikir kritis, melakukan riset mandiri, dan aktif nyuarain isu-isu lingkungan biar sungai kita nggak makin hancur. Di akhir sesi, teman-teman peserta antusias banget manfaatin sesi tanya jawab buat ngulik lebih dalam, baik tentang metodologi penelitian maupun kondisi riil kualitas air sungai kita saat ini.

Pada akhirnya, Kali Surabaya itu bukan sekadar aliran air biasa, melainkan warisan sejarah dan kehidupan yang wajib kita jaga bersama. Dari mau memahami, bakal tumbuh rasa peduli — dan dari rasa peduli itulah, bakal lahir aksi-aksi nyata demi menyelamatkan sungai tercinta ini!***

 

Catatan Redaksi: Artikel ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON) dan PT Petrokimia Gresik (Persero) melalui Program Petro Tirta.

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *