Lewati ke konten

Hasil Riset MIMO dan Polisi Air: Kali Gogor Wonosalam Tercemar Mikroplastik dan Limbah Ternak

| 4 menit baca |Mikroplastik | 7 dibaca
  • Mobil Laboratorium Mikroplastik (MIMO) Ecoton mengajak pelajar Polisi Air Wonosalam menyelisik kondisi Kali Gogor. Temuan mikroplastik, fosfat tinggi, dan larva indikator pencemaran membuka fakta kesehatan sungai.
  • Pelajar Wonosalam belajar menjadi peneliti cilik bersama MIMO Ecoton. Dari Kali Gogor, mereka menemukan mikroplastik berbentuk fiber dan filamen, serta fosfat yang melampaui baku mutu.
  • Kali Gogor di hulu DAS Brantas tak luput dari ancaman pencemaran. Bersama MIMO Ecoton, pelajar Polisi Air menemukan mikroplastik, fosfat tinggi, dan organisme indikator kualitas perairan.
  • Pemantauan Kali Gogor bersama MIMO Ecoton membuka mata pelajar Wonosalam terhadap ancaman pencemaran. Mikroplastik, limbah peternakan, fosfat tinggi, serta larva toleran menjadi temuan penting.
  • Belajar langsung dari sungai, pelajar Polisi Air Wonosalam meneliti Kali Gogor bersama MIMO Ecoton. Hasilnya menunjukkan mikroplastik dan fosfat tinggi yang mengancam kualitas ekosistem perairan hulu.


KEHADIRAN Mobil Laboratorium Mikroplastik (MIMO) yang digagas oleh Ecoton memberikan pengalaman berharga bagi para pelajar yang tergabung dalam komunitas Polisi Air di Wonosalam, Kabupaten Jombang. Kegiatan edukatif ini tidak hanya memperkaya wawasan ilmiah para siswa, tetapi juga membuka mata mereka terhadap kondisi riil ekosistem air di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas.

Arum Wismaningsih selaku pembina Polisi Air menyampaikan bahwa kelompok binaannya selama ini memang rutin melakukan pemantauan berkala terhadap kualitas air Kali Gogor yang berada di wilayah hulu DAS Brantas ini. Menurut dia, ada suasana berbeda pada kegiatan pemantauan kali ini.

“Kehadiran Si MIMO ini, laboratorium keliling yang dibawa tim Ecoton, di situ Kak Rafika (Kepala Laboratorium Ecoton Rafika Aprilianti) mengajak para pelajar untuk terjun langsung meneliti kandungan mikroplastik di badan sungai, “ ujar Arum, panggilan ibu putra-putri ini, saat dihubungi, Senin (19/10/2026).

“Kemarin itu, berdasarkan hasil pengujian laboratorium di lokasi. Kita temukan adanya kontaminasi mikroplastik dengan bentuk filamen dan fiber di aliran Kali Gogor. Temuan kita ini menandakan jika perairan di hulu ini, Wonosalam tidak luput dari ancaman mikroplastik. “

Kepala Laboratorium Ecoton Rafika Aprilianti menjelaskan jenis dan karakteristik mikroplastik kepada para pelajar Polisi Air Wonosalam dalam kegiatan edukasi bersama MIMO di Kali Gogor. | Foto: M Iffan

Pengujian Makroinvertebrata

Masih kata Arum, rangkaian kegiatan yang berlangsung pada Ahad, 18 Oktober 2026 itu, dimulai dengan edukasi teknik pengambilan sampel air sungai yang benar oleh tim Ecoton. Sampel air yang diambil dari area sekitar Kafe Tanah Senja, Wonosalam, kemudian dibawa masuk ke dalam unit mobil MIMO untuk dianalisis menggunakan mikroskop.

BACA JUGA:  Lawan Polusi Plastik, SMAN 1 Driyorejo Gresik Targetkan Jadi "Zero Plastic School"

“Kemarin itu, berdasarkan hasil pengujian laboratorium di lokasi. Kita temukan adanya kontaminasi mikroplastik dengan bentuk filamen dan fiber di aliran Kali Gogor. Temuan kita ini menandakan jika perairan di hulu ini, Wonosalam tidak luput dari ancaman mikroplastik, “ ucap Arum.

Selain menguji kandungan mikroplastik, sebut Arum, kegiatan juga memadukannya dengan metode biomonitoring konvensional yang biasa dilakukan Polisi Air, yakni mengamati keberadaan makroinvertebrata atau serangga air sebagai bioindikator kualitas air.

Melalui metode penjaringan di titik pemantauan yang sama, para pelajar menemukan dominasi larva serangga dari famili Simuliidae (lalat hitam) dan Chironomidae (nyamuk air).

“Jenis larva ini dikenal sebagai organisme yang sangat toleran terhadap pencemaran. Kedunya menjadi indikator kuat bagi perairan dengan kualitas buruk atau tercemar bahan organik, “ jelas Arum.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel
Pelajar Polisi Air Wonosalam mengamati sampel air Kali Gogor melalui mikroskop dalam kegiatan penelitian mikroplastik bersama Mobil Laboratorium Mikroplastik (MIMO) Ecoton. | Foto: M Iffan

Temuan Lapangan dan Uji Fosfat

Keberadaan organisme indikator pencemaran tersebut sejalan dengan kondisi fisik di sungai. Tim menemukan adanya saluran pembuangan limbah peternakan sapi milik warga yang langsung mengarah ke badan Kali Gogor.

Sebagai penguatan data, tim juga melakukan uji parameter kimia berupa uji fosfat. Hasil pengujian menunjukkan kadar fosfat di Kali Gogor mencapai 0,8 mg/L, angka yang jauh melampaui baku mutu air sungai yang seharusnya berada di batas maksimal 0,2 mg/L.

Arum membandingkan temuan ini dengan lokasi pemantauan rutin yang selama ia lakukan bersama Polisi Air, jauh sebelum hulu di Wonosalam ini masih minim aktivitas manusia.

“Di titik-titik hulu yang masih alami saat itu, kami biasanya masih banyak menjumpai larva serangga yang sensitif terhadap pencemaran. Tapi saat ini, penanda kualitas air itu sudah jarang “ ungkap Arum,

“Hari itu sangat menyenangkan sekali bisa bareng MIMO, bisa penelitian bareng, dan belajar menjadi seorang peneliti kecil untuk mengetahui bagaimana kondisi air sungai di Wonosalam, khususnya Sungai Gogor.”

Pengalaman Berharga Menjadi Peneliti Cilik

Kegiatan kolaboratif ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para pelajar Polisi Air. Selain memperluas pemahaman tentang metode sains lingkungan, mereka dapat merasakan langsung peran sebagai peneliti cilik yang mengkaji kesehatan lingkungan air di daerahnya sendiri.

BACA JUGA:  Tiga Anak Muda Bulukumba Menuju Final Youth Impact 2025: Dari Tanah Kajang ke Kota Malang

“Hari itu sangat menyenangkan sekali bisa bareng MIMO, bisa penelitian bareng, dan belajar menjadi seorang peneliti kecil untuk mengetahui bagaimana kondisi air sungai di Wonosalam, khususnya Sungai Gogor,” ungkap Julia Fahma, anggota polisi air.

Para pelajar berharap inisiatif edukasi keliling seperti ini dapat terus berlanjut dan mobil MIMO dapat sering menyambangi wilayah Wonosalam guna mengkampanyekan pentingnya menjaga kelestarian sungai dari ancaman limbah dan mikroplastik.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *