Lewati ke konten

Komitmen Metana Gresik dan Kota Batu di Tengah Persoalan Sampah

| 4 menit baca |Mikroplastik | 5 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: News Release Editor: Supriyadi
  • Gresik dan Kota Batu berkomitmen menekan emisi metana melalui pengelolaan sampah organik dari sumbernya.
  • Dua daerah Jawa Timur bersiap meneken Cities Methane Pledge untuk memperkuat pengurangan emisi metana sampah.
  • Gresik dan Batu belajar praktik global sekaligus memperkuat komitmen pengelolaan sampah organik berkelanjutan.
  • Pengurangan emisi metana dimulai dari rumah, melalui pemilahan dan pengolahan sampah organik secara konsisten.
  • Cities Methane Pledge mendorong Gresik dan Kota Batu menyusun langkah konkret mengurangi emisi metana sampah.

 

PEMERINTAH Kabupaten Gresik dan Pemerintah Kota Batu menyatakan komitmen untuk menandatangani Cities Methane Pledge (CMP). Langkah strategis ini diambil guna memperkuat pengurangan emisi gas metana dari sektor pengelolaan sampah.

Pernyataan komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri Regional Organic Congress 2026 di Jakarta, Rabu, 23 September 2026. Kegiatan internasional ini difasilitasi oleh lembaga swadaya masyarakat lingkungan ECOTON.

Forum tersebut mempertemukan perwakilan dari berbagai negara, antara lain Indonesia, Filipina, India, Vietnam, Malaysia, Nepal, Jepang, Amerika Serikat, dan Ghana. Para peserta saling berbagi pengalaman terkait pengelolaan sampah organik daerah.

Sampah organik menjadi sorotan utama karena menghasilkan gas metana saat terurai dalam kondisi minim oksigen. Penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir menjadi salah satu sumber emisi terbesar.

Penandatanganan komitmen Cities Methane Pledge oleh pemerintah daerah Indonesia dalam Regional Congress on Organics and Climate Change. | Foto: Dok. Tonis Afrianto

#Tekan Emisi Dari Rumah

Pengurangan emisi metana perlu dimulai sebelum sampah masuk ke tempat pembuangan akhir. Proses penanganan dimulai dari pemilahan sampah organik pada tingkat rumah tangga.

Petugas kebersihan memerlukan dukungan pengumpulan sampah yang terpisah secara konsisten. Selanjutnya, pemerintah daerah wajib mengolah sampah organik sesuai kondisi wilayah.

ECOTON telah mendampingi Kabupaten Gresik dan Kota Batu dalam perbaikan sistem sampah. Pendampingan tersebut berfokus pada penguatan tata kelola sampah sejak dari sumbernya.

BACA JUGA:  Greenpeace Kritik Pidato Kemerdekaan 2026: Karhutla Kalimantan dan Papua Masih Membara

Praktisi Zero Waste dari ECOTON, Tonis Afrianto menegaskan, pentingnya implementasi dari komitmen yang telah disepakati bersama. Semua pihak sudah memastikan sampah organik benar-benar terolah dengan baik.

“Komitmen ini akan berarti ketika warga mendapat kemudahan untuk memilah sampah, petugas mendapat dukungan untuk mengumpulkannya secara terpisah, dan sampah organik benar-benar diolah. Itulah pekerjaan yang perlu dilanjutkan bersama setelah forum ini,” ujar Tonis dalam siaran persnya, Rabu (23/9/2029).

#Belajar Praktik Baik Global

Keikutsertaan dua daerah Jawa Timur ini membuka ruang pembelajaran dari kota lain. Pengalaman peserta lintas negara menjadi bahan evaluasi kebijakan dan fasilitas lokal.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Pemerintah Kota Batu mengapresiasi kesempatan berharga dalam kongres organik internasional tersebut. Forum ini dinilai sangat krusial bagi daerah yang berkomitmen menyelesaikan masalah sampah.

Ajang ini memfasilitasi pertukaran praktik baik pengelolaan sampah serta pemberdayaan masyarakat. Diskusi melibatkan unsur pemerintah, organisasi non-pemerintah, akademisi, dan organisasi sosial.

Kota Batu merasa sangat beruntung dapat berpartisipasi dalam agenda berskala internasional ini. Kegiatan dihadiri peserta Asia Pasifik yang berfokus pada pengurangan gas metana.

Penandatanganan komitmen Cities Methane Pledge oleh perwakilan pemerintah daerah Indonesia dalam Regional Congress on Organics and Climate Change. | Dok: Tonis Afrianto

“Kota Batu sangat beruntung bisa mengikuti kegiatan second organics congress ini karena acara ini diikuti oleh beberapa kota di indonesia dan beberapa negara dari Asia Pasifik yang memiliki komitmen kuat dalam menyelesaikan masalah sampah terutama sampah organik dan pengurangan gas metana,” kata Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Eni Maulidiyah.

#Menyusun Rencana Kerja Jelas

ECOTON berharap komitmen penandatanganan Cities Methane Pledge segera ditindaklanjuti secara konkret. Pemerintah daerah perlu menyusun rencana kerja terukur dengan melibatkan pengelola sampah.

BACA JUGA:  MPLS : 387 Siswa UPT SDN 192 Gresik Ikuti Edukasi Bahaya Mikroplastik

Pendampingan lapangan akan terus dilakukan ECOTON di Gresik dan Kota Batu. Pemantauan berkala diperlukan agar emisi metana turun secara berkelanjutan.

Pihaknya menambahkan bahwa kolaborasi erat masyarakat dan pemerintah merupakan kunci utama. Tanpa keterlibatan warga, target pengurangan emisi sampah akan sulit tercapai.

Keberhasilan program ini bergantung pada konsistensi pelaksanaan rencana kerja di daerah. Gresik dan Kota Batu diharapkan menjadi percontohan nasional dalam pengurangan emisi metana.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *