Lewati ke konten

Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau, AJI Desak Operasi SAR Diperkuat

| 3 menit baca |Sorotan | 2 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: News Release Editor: Supriyadi
  • AJI mendesak penguatan pencarian lima jurnalis hilang kontak di Selat Sunda hingga seluruh rombongan ditemukan selamat.
  • Lima jurnalis hilang kontak saat meliput erupsi Anak Krakatau, sementara pencarian Basarnas masih terus berlangsung.
  • AJI meminta seluruh pihak mengerahkan sumber daya untuk menemukan lima jurnalis dan orang lain dalam rombongan.
  • Komunikasi terakhir rombongan terjadi pukul 15.04 WIB, dengan lokasi terakhir diketahui sekitar perairan Sangiang, Banten.
  • Hingga Kamis, 10 September 2026, kelima jurnalis belum ditemukan dan speedboat belum kembali ke dermaga.

ALIANSI Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mendesak penguatan koordinasi pencarian lima jurnalis. Mereka hilang kontak saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Kelima jurnalis berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

AJI meminta seluruh pihak mengerahkan sumber daya yang diperlukan dalam pencarian. Langkah tersebut ditujukan untuk menemukan seluruh rombongan dan membawanya pulang. AJI juga berharap kelima jurnalis ditemukan dalam keadaan selamat.

Ketua Umum AJI Indonesia Nany Afrida menyampaikan desakan tersebut melalui pernyataan resmi organisasi. Pernyataan itu bernomor 370/AJI-KU/Sikap/IX/2026 dan diterbitkan Jakarta. Dokumen tersebut bertanggal 9 September 2026.

“Kami mendesak seluruh pihak dan otoritas terkait, supaya mengerahkan segala sumber daya yang diperlukan serta memperkuat koordinasi dalam operasi pencarian guna menemukan dan membawa pulang dengan selamat kelima jurnalis serta seluruh orang yang berada di dalam rombongan,” ujar Nany Afrida dalam rilisnya yang diterima TitikTerang, Kamis, (10/9/2026).

AJI menilai keselamatan jurnalis harus menjadi perhatian dan prioritas utama. Jurnalis bekerja dalam situasi berisiko untuk memastikan informasi sampai kepada masyarakat. “Kondisi seperti ini termasuk ketika terjadi bencana dan keadaan darurat, “ tegas Nany.

#Komunikasi Terakhir dan Kronologi Hilang Kontak

BACA JUGA:  Dari Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: Kepastian Datang di Rumah Sakit, Doa Hanya Menyertai

Berdasarkan informasi Basarnas, rombongan berangkat menggunakan speedboat dari Carita. Mereka bertolak dari Dermaga Pagedongan pada Senin, 7 September 2026. Keberangkatan berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB.

Komunikasi terakhir dengan rombongan dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.04 WIB. Sebelumnya, seorang jurnalis mengirimkan titik lokasi terakhir pukul 14.42 WIB. Titik komunikasi terakhir diketahui berada sekitar perairan Sangiang, Banten.

Hingga Kamis, 10 September 2026, rombongan belum ditemukan. Speedboat yang mereka gunakan juga belum kembali ke dermaga.

Lima jurnalis yang berada dalam rombongan telah diidentifikasi AJI. Mereka adalah Muhammad Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudistiro Pranoto, Firdaus Wadjidi, dan Donal Husni.

Bagus merupakan fotografer Antara Biro Banten. Ari tercatat sebagai fotografer Merdeka.com, sedangkan Yudhistiro atau Yudhis merupakan fotografer iNews.id.

Firdaus Wadjidi merupakan videographer Anadolu Agency. Donal Husni tercatat sebagai jurnalis freelance. Basarnas menyebut masih ada beberapa orang lain dalam rombongan.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Identitas orang-orang tersebut masih dalam proses pendataan Basarnas. Karena itu, AJI meminta pencarian mencakup seluruh anggota rombongan.

#Basarnas Kerahkan Tim dan Peralatan Pencarian

Basarnas Banten telah mengerahkan tim pencarian dan pertolongan. Tim tersebut mencakup enam personel dari Tim Rescue USS Pandeglang. RIB 02 Banten juga dikerahkan dalam operasi pencarian.

Berbagai peralatan pencarian dan pertolongan di air turut digunakan. Peralatan medis dan komunikasi juga disiapkan untuk mendukung operasi. Perlengkapan pendukung lainnya turut dikerahkan di lapangan.

Operasi pencarian melibatkan Polairud Pandeglang dan pemilik kapal. AJI meminta koordinasi seluruh pihak terus diperkuat. Tujuannya memastikan seluruh sumber daya dapat digunakan secara efektif.

BACA JUGA:  Jurnalis Didaktika UNJ Sabet Ahmad Taufik Award 2026 Lewat Investigasi Tambang Karawang

AJI juga menyampaikan dukungan kepada kelima jurnalis beserta keluarga mereka. Dukungan tersebut mencakup sahabat dan rekan-rekan para jurnalis. AJI berharap seluruh rombongan segera ditemukan dan pulang selamat.

“Kami berdiri bersama M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhis, Daus, dan Donal, serta keluarga, sahabat, dan rekan-rekan mereka,” tegas Nany dalam pernyataan AJI.

AJI menyebut situasi pencarian tersebut penuh kecemasan bagi berbagai pihak. Organisasi itu berharap kelima jurnalis segera ditemukan. Harapan tersebut juga mencakup seluruh orang dalam rombongan.

“Di tengah situasi yang penuh kecemasan ini, harapan kami mereka segera ditemukan dan pulang dengan selamat,” pungkas Nany.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *