Lewati ke konten

Mikroplastik Mengepung Air dan Makanan, Ahli Tekankan Pentingnya Ketahanan Biologis

| 5 menit baca |Mikroplastik | 14 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Supriyadi Editor: Supriyadi

Mikroplastik telah ditemukan dalam air minum dan makanan. Selain mengurangi plastik sekali pakai, para ahli menekankan pentingnya memperkuat ketahanan biologis tubuh.

Paparan mikroplastik kini menjadi persoalan lingkungan yang semakin serius. Partikel plastik berukuran sangat kecil itu telah ditemukan di berbagai media lingkungan, mulai dari air minum, air hujan, air tanah, hingga makanan laut.  Kondisi ini pun membuat mikroplastik menjadi bagian dari paparan lingkungan global yang sulit dihindari sepenuhnya.

Dalam berbagai penelitian lingkungan, mikroplastik bahkan telah terdeteksi pada rantai makanan manusia. Artinya, paparan tidak hanya terjadi melalui konsumsi air, tetapi juga dari makanan sehari-hari.

Kepala Laboratorium Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton), Rafika Aprilianti mengatakan, mikroplastik bukan hanya partikel plastik kecil, tetapi juga membawa bahan kimia tambahan yang berpotensi berdampak pada kesehatan.

“Salah satu kelompok bahan kimia yang banyak ditemukan pada plastik adalah ftalat, yang digunakan sebagai zat pelentur atau plasticizer. Senyawa ini tidak terikat kuat secara kimia dengan polimer plastik sehingga dapat dengan mudah terlepas ke lingkungan sepanjang siklus hidup produk plastik,” kata Rafika dalam seminar di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya pada Senin, 9 Maret 2026.

Menurut dia, pelepasan zat kimia itu dapat terjadi sejak plastik digunakan hingga setelah menjadi sampah. Proses degradasi akibat panas, paparan sinar matahari, atau kerusakan fisik dapat mempercepat pelepasan senyawa tersebut.

“Plastik yang terpapar panas, sinar matahari, atau mengalami degradasi menjadi mikroplastik akan lebih mudah melepaskan bahan kimia tersebut,” ujar Rafika.

Karena penyebarannya sangat luas, para peneliti menilai pendekatan kesehatan masyarakat tidak bisa hanya berfokus pada upaya menghindari mikroplastik secara total. Yang lebih realistis adalah mengurangi paparan sekaligus memperkuat daya tahan biologis tubuh terhadap kontaminan lingkungan.

Kepala Laboratorium Ecoton Rafika Aprilianti menjelaskan temuan mikroplastik dan bahan kimia plastik dalam tubuh manusia saat diskusi ilmiah di Surabaya. | Foto: Amiruddin Muttaqin

 

#Air Minum Jadi Jalur Paparan Utama

Air minum menjadi salah satu jalur paparan mikroplastik yang paling penting. Mikroplastik dapat ditemukan baik pada air permukaan maupun air minum dalam kemasan.

Di Indonesia, konsumsi air minum kemasan masih sangat tinggi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2024 menunjukkan sekitar 34 persen rumah tangga Indonesia menggunakan air isi ulang sebagai sumber air minum utama.

Ketergantungan ini sebagian dipicu oleh rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas air keran. Banyak warga memilih air kemasan karena dianggap lebih aman dan praktis.

Akibatnya pilihan tersebut juga memiliki konsekuensi lingkungan dan kesehatan. Air kemasan yang disimpan dalam botol plastik berpotensi melepaskan partikel mikroplastik, terutama jika terpapar panas atau disimpan dalam waktu lama.

Direktur Ecoton, Daru Setyorini mengatakan, persoalan mikroplastik tidak dapat dilepaskan dari sistem pengelolaan air bersih dan konsumsi plastik masyarakat.

“Masalah mikroplastik bukan hanya soal sampah plastik, tetapi juga berkaitan dengan infrastruktur air bersih dan pola konsumsi masyarakat. Ketika masyarakat tidak percaya pada air keran, mereka akan beralih ke air kemasan plastik yang justru menambah sumber paparan,” kata Daru.

Karena itu, ia menilai solusi jangka panjang harus mencakup perbaikan kualitas sistem air publik serta pengurangan plastik sekali pakai.

Beberapa langkah yang disarankan antara lain menggunakan air keran yang telah difilter dengan teknologi penyaring yang memadai, mengembangkan teknologi filter rumah tangga yang mampu menangkap mikroplastik, serta meningkatkan kualitas sistem distribusi air minum publik.

Jika kualitas air publik meningkat, ketergantungan masyarakat pada air kemasan plastik dapat berkurang secara bertahap.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

“Perbaikan sistem air bersih merupakan langkah penting dalam mengurangi paparan mikroplastik sekaligus menekan penggunaan plastik sekali pakai,” ujar Daru.

Direktur Ecoton Daru Setyorini menjelaskan pentingnya pengurangan plastik sekali pakai dan perbaikan sistem air bersih untuk menekan paparan mikroplastik. | Foto: Amiruddin Muttaqin

#Memperkuat Sistem Pertahanan Tubuh

Selain mengurangi sumber paparan, para ahli juga menekankan pentingnya memperkuat sistem pertahanan biologis tubuh. Tubuh manusia memiliki mekanisme alami untuk menangani zat asing yang masuk ke dalam sel.

Salah satu mekanisme tersebut melibatkan lisosom, organel sel yang berfungsi memproses dan membuang limbah seluler. Sistem ini berperan dalam menjaga keseimbangan internal tubuh ketika menghadapi berbagai zat asing dari lingkungan.

Namun kemampuan tubuh untuk mengelola kontaminan dapat menurun jika terjadi stres oksidatif atau paparan polutan yang berlebihan.

Dokter spesialis anak, Dr. dr. Ni Putu Sudewi, M.Kes., SpA., mengatakan, pendekatan gaya hidup sehat dapat membantu meningkatkan ketahanan biologis tubuh terhadap paparan lingkungan.

“Salah satu cara sederhana adalah dengan memperbanyak konsumsi makanan yang kaya antioksidan dan bersifat antiinflamasi, seperti kunyit, buah-buahan, dan berbagai jenis sayuran,” kata Sudewi.

Menurut dia, antioksidan berperan penting dalam membantu tubuh melawan stres oksidatif yang dapat dipicu oleh berbagai polutan lingkungan, termasuk mikroplastik.

Meski sejumlah penelitian menemukan potensi mikroplastik pada beberapa bahan pangan, ia menegaskan bahwa konsumsi buah dan sayuran tetap penting bagi kesehatan.

“Buah dan sayuran tetap perlu dikonsumsi karena kandungan antioksidannya membantu melawan peradangan dan menjaga kesehatan sel,” ujarnya.

Selain pola makan, praktik kesehatan yang berfokus pada keseimbangan tubuh juga dinilai dapat membantu menjaga kondisi fisiologis.

Beberapa pendekatan yang sering direkomendasikan antara lain akupunktur, qigong, dan tai chi. Praktik-praktik tersebut dikenal dalam pengobatan tradisional Timur sebagai metode untuk menjaga keseimbangan energi tubuh serta mengurangi stres fisiologis.

Latihan pernapasan, gerakan tubuh yang lembut, serta meditasi dalam praktik tersebut diyakini dapat membantu meningkatkan relaksasi, memperbaiki sirkulasi, dan mendukung fungsi sistem imun.

Sudewi mengatakan menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan polusi lingkungan modern.

“Paparan mikroplastik memang sulit dihindari sepenuhnya. Karena itu, selain mengurangi paparan, kita juga perlu menjaga kondisi tubuh agar tetap kuat menghadapi berbagai faktor lingkungan,” katanya.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa persoalan mikroplastik tidak hanya berkaitan dengan isu pencemaran lingkungan, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan masyarakat.

Upaya mengurangi plastik sekali pakai, memperbaiki sistem air bersih, serta membangun pola hidup sehat menjadi strategi yang saling melengkapi dalam menghadapi masalah mikroplastik yang semakin meluas.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *