Lewati ke konten

MIMO di SMPN 31 Surabaya: Menyingkap Bahaya Mikroplastik Lewat Laboratorium Keliling

| 3 menit baca |Mikroplastik | 5 dibaca
  • Laboratorium keliling MIMO hadir di SMPN 31 Surabaya. Siswa diajak mengamati mikroplastik lewat mikroskop untuk dukung program Adiwiyata sekolah.
  • Edukasi mikroplastik MIMO sasar SMPN 31 Surabaya. Menggunakan mikroskop, para siswa belajar mengenali bahaya sampah plastik secara langsung.
  • Perkuat program Adiwiyata, MIMO bawa laboratorium keliling ke SMPN 31 Surabaya. Siswa amati mikroplastik dan pelajari pencegahannya sejak dini.
  • SMPN 31 Surabaya sambut kehadiran laboratorium keliling MIMO. Pembelajaran interaktif berbasis mikroskop tingkatkan kesadaran bahaya plastik para siswa.
  • Lewat pengamatan mikroskop, MIMO edukasi siswa SMPN 31 Surabaya soal bahaya mikroplastik sekaligus dukung pembiasaan hidup ramah lingkungan.

Penulis: Fina Nailatul Izzah, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Artikel ini disusun sebagai bagian dari pemenuhan Program Studi Independen di Ecological Conservation and Wetlands Observation (ECOTON), yang berlangsung pada 31 Agustus – 11 Desember 2026.

 

LABORATORIUM keliling Microplastic Mobile Laboratory (MIMO) hadir di SMP Negeri 31 Surabaya. Program ini bertujuan memperkuat Adiwiyata sekolah lewat edukasi mikroplastik secara langsung. Para siswa diajak mengamati bahaya mikroplastik menggunakan mikroskop.

Sebelum kegiatan, siswa mengerjakan pre-test guna mengukur pemahaman awal mengenai pencemaran mikroplastik. Mereka menjawab pertanyaan tentang asal-usul serta dampak plastik bagi kesehatan manusia. Tahap ini menjadi tolok ukur awal pengetahuan para siswa.

Guru IPA, Diah Aliyah, menyambut positif inovasi metode belajar ini. Menurut dia, kehadiran MIMO menambah pengalaman baru bagi para siswa, sekaligus wawasan tentang bahaya mikroplastik.

“Kehadiran MIMO ini menambah pengalaman baru bagi anak-anak karena melihat laboratorium keliling adalah hal baru bagi mereka. Wawasan tentang bahaya plastik juga bertambah dan kegiatan ini menunjang program Adiwiyata di sekolah,” ucap Aliyah, ketika memberikan keterangan, Senin (21/9/2026).

BACA JUGA:  Jawa Timur Raih Penghargaan Sampah Nasional di Tengah Raport Merah Sungai Brantas

Selanjutnya Aliyah juga menjelaskan, selama ini sekolah telah menerapkan kebiasaan ramah lingkungan secara konsisten. Kata Aliyah, para siswa di lingkungan sekolah telah diwajibkan membawa tempat makan sendiri. Selain itu, tumbler sebagai tempat minuman dibawa dari rumah.

“Langkah ini efektif memangkas volume sampah plastik sekali pakai di lingkungan sekolah,” kata Aliyah.

Siswa SMP Negeri 31 Surabaya mengamati sampel menggunakan mikroskop dalam edukasi mikroplastik bersama MIMO. | Foto: M. Iffan

#Pengamatan Langsung Lewat Mikroskop

Setelah itu, para siswa mengikuti sesi edukasi interaktif dari tim MIMO. Mereka mengamati langsung berbagai bentuk partikel kecil plastik menggunakan mikroskop. Pengalaman ini memberikan pemahaman konkret mengenai partikel tersembunyi tersebut.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Siswa mempelajari lima jenis mikroplastik beserta potensi bahayanya bagi ekosistem. Tim MIMO juga membeberkan langkah konkret pencegahan pencemaran di lingkungan. Usai pemaparan materi, siswa kembali mengerjakan post-test evaluasi.

Skor evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman siswa secara signifikan dari sesi awal. Laboratorium keliling ini memberikan ruang belajar praktis bagi seluruh peserta. Pembelajaran berbasis pengamatan terbukti lebih efektif menyerap materi.

Para siswa mengaku mendapatkan wawasan baru yang belum pernah diperoleh sebelumnya. Mereka makin menyadari bahaya laten dari penggunaan plastik sehari-hari. Edukasi visual mikroskop memberikan kesan mendalam bagi peserta.

“Aku jadi tahu ternyata memakai plastik itu sangat berbahaya. Aku juga belajar lima jenis mikroplastik dan cara pencegahannya,” ucap Nayla, siswi kelas 8 SMP Negeri 31 Surabaya.

Siswa SMP Negeri 31 Surabaya mengikuti edukasi mikroplastik bersama MIMO di lingkungan sekolah. | Foto: M. Iffan

#Program Edukasi Satu Bulan

MIMO dijadwalkan mendampingi SMPN 31 Surabaya selama satu bulan penuh. Pembelajaran lingkungan akan diberikan bertahap dengan materi yang lebih mendalam. Fokus selanjutnya meliputi teknik pemilahan serta pengelolaan sampah sekolah.

BACA JUGA:  Ribuan Buruh Geruduk Surabaya Tuntut UMP 2026 Naik Drastis, Jalanan Berdenyut Jadi Laut Aspirasi

Laboratorium keliling terbukti membawa konsep sains rumit menjadi lebih dekat. Siswa dapat belajar, mengamati, dan menguji pemahaman secara mandiri. Metode langsung ini mengubah cara pandang siswa terhadap sampah.

Program berkelanjutan ini diharapkan mencetak generasi muda yang peduli lingkungan. Pengetahuan yang diperoleh siswa diarahkan menjadi aksi nyata harian. Sekolah optimistis program Adiwiyata akan makin solid ke depannya.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *