Lewati ke konten

MOZAIK: RW 13 Sidotopo Wetan Siap Jaga Kali Tebu

| 3 menit baca |Sorotan | 10 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Supriyadi Editor: Supriyadi

Warga RW 13 Sidotopo Wetan, Surabaya, menyiapkan kerja bakti, pengawasan malam, dan edukasi keluarga untuk menjaga Kali Tebu setelah pemasangan penjaring sampah program MOZAIK bentukan Ecoton.

Ketua RW 13 Sidotopo Wetan, Ahmad Sahroni, menyatakan warga akan terlibat langsung menjaga kebersihan Kali Tebu setelah pemasangan trash boom melalui program MOZAIK yang diinisiasi Ecoton. Menurut dia, alat penahan sampah tersebut mendorong warga untuk lebih disiplin dan aktif mengawasi bantaran sungai.

“Langkah ke depannya, otomatis ikut menjaga dengan adanya trash boom,” kata Sahroni pada Ahad, 10 Mei 2026.

Selain menjaga area sekitar alat penahan sampah, pengurus RW akan menggerakkan keluarga dan lingkungan sekitar agar tidak lagi membuang sampah ke bantaran maupun ke aliran sungai. Edukasi itu dinilai penting karena kebiasaan membuang sampah sembarangan masih terjadi di sejumlah titik.

Pemasangan barakuda permanen berada di bagian hilir Kali Tebu yang menjadi batas antara RW 13 Sidotopo Wetan di sisi barat dan RW 9 Kali Tanah Kedinding di sisi timur. Lokasi ini dipilih karena menjadi titik pertemuan sampah yang terbawa arus dari kawasan hulu.

Sahroni mengatakan warga telah menetapkan agenda kerja bakti pada 5 Juni 2026 mulai pukul 07.15. Kegiatan tersebut akan melibatkan kader lingkungan dan warga untuk membersihkan bantaran Kali Tebu, terutama di area sekitar trash boom.

“Insya Allah, kami akan menggerakkan kader di RW 13 untuk ikut bersih-bersih di sekitar bantaran sungai Kali Tebu,” ujar Sahroni.

Menurut Sahroni, perubahan perilaku warga menjadi syarat penting agar upaya pemulihan sungai berjalan efektif. Harapan itu sejalan dengan rencana Pemerintah Kota Surabaya yang ingin menata sepanjang bantaran Kali Tebu menjadi taman bermain.

Sahroni menilai penataan tersebut dapat mengubah wajah kawasan sekaligus menjadikan Kali Tebu sebagai ikon Surabaya Utara. “Mudah-mudahan sungai Kali Tebu menjadi bersih, asri, dan nyaman,” kata Sahroni.

Program MOZAIK bersama Ecoton sebelumnya memasang trash boom dan barakuda untuk menahan sampah plastik yang terbawa arus. Dalam beberapa hari terakhir, tim program juga melakukan pembersihan serta edukasi kepada warga di sekitar sungai.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Tim MOZAIK mengevakuasi sampah hasil penirisan dari cegatan barakuda di Kali Tebu, Surabaya. Setelah ditimbang, total sampah yang berhasil diangkat mencapai 1,4 ton, menunjukkan besarnya beban pencemaran yang terbawa arus sungai setiap hari. | Foto: Supriyadi

#Pembuangan Sampah Terjadi Selepas Tengah Malam

Sahroni pun mengungkapkan pembuangan sampah liar paling sering terjadi pada malam hari, terutama setelah pukul 00.00 hingga menjelang subuh. Pelaku datang menggunakan sepeda motor dan becak, lalu melempar kantong plastik ke bantaran maupun langsung ke aliran sungai.

“Kadang-kadang yang membuang dari motor, di kresek dilempar. Ada juga yang pakai becak,” kata Sahroni.

Karena itu, menurut dia, keberadaan petugas jaga pada malam hari akan sangat membantu. Pengawasan pada jam-jam rawan dinilai efektif untuk mencegah pelaku memanfaatkan situasi sepi.

“Kalau memang petugas ada yang menjaga itu, insya Allah Kali Tebu aman,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua RT 14 RW 13 Sidotopo Wetan, Moh Hasan, menyambut positif upaya Ecoton melalui program MOZAIK ini. Kata dia, pemasangan penjaring sampah membantu warga menahan sampah yang selama ini terus mengalir ke Kali Tebu dan menumpuk di bantaran.

Hasan mengatakan keberadaan alat inimemudahkan warga memantau sumber pencemaran sekaligus mempercepat proses pembersihan. “Penjaringan ini sangat membantu karena sampah tidak langsung hanyut ke hilir dan bisa segera diangkat bersama warga,” kata Hasan.

Menurut Hasan, warga RT 14 siap terlibat dalam pengawasan dan kegiatan bersih sungai agar kondisi Kali Tebu terus membaik. “Kami sangat mendukung program ini karena warga juga ingin Kali Tebu tetap bersih,” kata Hasan.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *