Program CSR PT Arwana Citramulia hadir di TPS3R Wringinanom melalui kerja bakti dan penataan taman, memicu harapan kolaborasi lanjutan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
PT Arwana Citramulia Tbk menyalurkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di TPS3R Desa Wringinanom, Kecamatan Wringinanom, Gresik, Jawa Timur. Kegiatan yang dilakukan melalui kerja bakti bersama ini, juga melibatkan para mahasiswa yang sedang studi independent di Ecological Conservation and Wetlands Observation (Ecoton).
Para Mahasisa itu di antaranya dari Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo), Universitas Brawijaya (UB) Malang, Universitas Negeri Surabaya (Unesai, dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa) Surabaya
TPS3R yang sebelumnya hanya fokus pada pengelolaan sampah akan disulap melalui penghijauan dan perapian ruang terbuka. Program ini diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi aktivitas pengelolaan sampah sekaligus memperbaiki estetika kawasan.
General Affair PT Arwana Citramulia, Indah Wahyuni menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin perusahaan di berbagai wilayah.
“Kalau yang ini (TPS3R Wringinanom) baru pertama kita buka, tapi kegiatan seperti ini setiap bulan ada dua sampai tiga kali di tempat berbeda,” kata Endah, Rabu, saat berbincang di lokasi TPS3R Wringinanom, Rabu, (15/4/2026).
Kegiatan CSR sebelumnya menyasar fasilitas umum seperti tempat ibadah, pemakaman, dan area bermain sekolah dasar. Untuk TPS3R Wringinanom, perusahaan memusatkan perhatian pada penataan taman dan penghijauan lingkungan.
“Kalau membutuhkan tanaman tinggi seperti beringin dan lainnya, kami siap mendukung. Setelah penataan rapi, pengelolaan sampah di dalam bisa berjalan lebih optimal, ” ucap Indah.
#Warga Harap Dukungan Berkelanjutan dari Industri
Sementara itu Ketua TPS3R Wringinanom, Abdul Rokhim, menyampaikan bahwa bantuan ini yang pertama diterima sejak perusahaan beroperasi di wilayah itu.
“Ini yang pertama, mungkin nanti ada tindak lanjut, tergantung nanti pembicaraan kita,” kata Rokhim yang juga ditemui di lokasi TPS3R Wringinanom.
Pria 60 tahun yang akrab disapa Abah itu menilai perusahaan di kawasan industri Wringinanom perlu meningkatkan kontribusinya kepada masyarakat sekitar.
WhatsApp Channel · TitikTerang
TitikTerang hadir di WhatsApp
Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.
Gabung WhatsApp Channel
Dukungan CSR diharapkan, sebut Rokim, dapat menjawab persoalan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah dan potensi dampak polusi udara.
“Karena yang terjadi selama ini, belum banyak perusahaan di wilayah sini yang menyalurkan bantuannya kepada warga,” ujar Rokhim.
Pernyataan itu menunjukkan adanya kebutuhan kolaborasi lebih luas antara sektor industri dan masyarakat dalam menangani persoalan lingkungan yang terus berkembang.
#Potensi Kolaborasi Sistem Pengelolaan Sampah
Selanjutnya Indah menjelaskan, program di TPS3R Wringinanom saat ini difokuskan pada penataan fisik kawasan. Dukungan terhadap pengelolaan sampah masih terbuka untuk tahap berikutnya.
“Kalau untuk pengelolaan sampah nanti kerja sama berikutnya. Kalau ini sudah rapi, baru dibicarakan tahap selanjutnya,” kata Indah.
Di tingkat perusahaan keramik ini, pengelolaan sampah telah menggunakan sistem reuse dan recycle. Sampah organik dimanfaatkan kembali sebagai pakan ternak dan bahan kompos, baik cair maupun padat.
“Nanti sampah organiknya tidak dibuang. Kita manfaatkan sebagai pakan ternak dan komposter. Di Arwana (perusahaan keramik) tidak ada timbunan sampah,” ujar Indah.
Sistem ini sangat perlu dinilai sebagai potensi diterapkannya di tingkat komunitas melalui kerjasama lanjutan. Pendampingan teknis dari perusahaan dapat memperkuat kapasitas TPS3R dalam mengelola sampah secara berkelanjutan.
Program CSR ini membuka ruang dialog antara warga dan perusahaan. Keberlanjutan kolaborasi menjadi faktor penting untuk mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih terpadu di kawasan Wringinanom.***