Lewati ke konten

Refilin Roadshow Gandeng PKK Wonosalam Kurangi Sampah Sachet Rumah Tangga

| 3 menit baca |Ide | 17 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Jofan Ahmad Arianto Editor: Supriyadi
Terverifikasi Bukti

Refilin Roadshow di Desa Wonosalam menggandeng PKK untuk mempromosikan belanja isi ulang sebagai langkah konkret mengurangi sampah plastik sachet dari rumah tangga.

Upaya pengurangan sampah plastik sekali pakai terus dilakukan melalui pendekatan langsung ke masyarakat. Refilin (Refill Loop Indonesia) melanjutkan konsistensinya memperluas akses gaya hidup minim sampah lewat agenda Refilin Roadshow, dengan Desa Wonosalam, Kabupaten Jombang, sebagai wilayah ketiga yang dikunjungi pada Selasa, (20/1/2026).

Thara Bening Sandrina, kolaborator Ecoton, melayani warga dalam kegiatan isi ulang sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah plastik sekali pakai. | Foto: Ecoton

Menggandeng kelompok PKK Desa Wonosalam, Refilin menginisiasi gerakan pengurangan kemasan sachet di tingkat rumah tangga. Kegiatan bertajuk “Satu Desa Satu Kelompok Gerakan Pengurangan Sachet” ini diikuti 34 perempuan penggerak PKK dan dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Desa Wonosalam, Nuryati Samuki.

Dalam sambutannya, Nuryati mengajak para anggota PKK mulai beralih ke sistem belanja isi ulang. Menurut dia, kebiasaan berbelanja rumah tangga memiliki peran besar dalam menentukan jumlah sampah plastik yang dihasilkan desa.

“Sangat tepat kegiatan ini menyasar masyarakat secara langsung, terutama ibu-ibu, karena kita yang paling sering membeli produk-produk ini,” ujarnya.

Nur, sapaan akrab Nuryati, menilai perubahan kecil di tingkat rumah tangga dapat memberi dampak signifikan terhadap upaya pengurangan sampah plastik di desa.

“Ibu-ibu memegang peran penting karena kami yang paling sering berbelanja kebutuhan rumah tangga. Kalau pola belanja berubah, sampah plastik pasti berkurang,” kata Nur.

#Perubahan Distribusi dari Akar Rumput

Manager Operasional Refilin, Jofany Ahmad Arianto, menekankan, krisis sampah plastik tidak cukup diselesaikan dengan peningkatan kesadaran semata. Perubahan sistem distribusi, kata dia, menjadi solusi nyata yang harus dihadirkan sedekat mungkin dengan masyarakat.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

“Kesadaran publik perlu didukung dengan kemudahan akses. Inovasi seperti belanja isi ulang harus menyentuh langsung kebutuhan warga,” kata Jofany.

Ia menambahkan, sistem ini tidak hanya menjaga kualitas produk, tetapi juga memangkas produksi sampah sachet dari sumbernya.

Selama kegiatan berlangsung, tercatat sebanyak 16 liter sabun terjual. Seluruh produk diwadahi menggunakan botol pascaguna yang dibawa warga maupun botol guna ulang yang disediakan Refilin. Angka ini dinilai sebagai indikator awal penerimaan masyarakat terhadap sistem distribusi yang lebih ramah lingkungan.

Seorang ibu mengamati sistem belanja isi ulang Refilin yang diperkenalkan kepada warga sebagai alternatif mengurangi sampah plastik sekali pakai. | Foto: Ecoton

#Menuju Ekosistem Ekonomi Sirkular Desa

Partisipasi 34 peserta dalam kegiatan tersebut dipandang sebagai langkah awal pembentukan ekosistem ekonomi sirkular di tingkat desa. Respons warga menunjukkan bahwa masyarakat pada dasarnya terbuka terhadap sistem distribusi yang lebih sehat dan berkelanjutan, asalkan mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari.

Refilin Roadshow di Wonosalam diharapkan menjadi model kolaborasi antara inovasi sosial dan komunitas akar rumput. Melalui dukungan kelompok PKK, Refilin optimistis pengurangan sampah plastik sekali pakai dapat dimulai dari dapur dan rumah tangga, lalu meluas ke seluruh desa.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *