Lewati ke konten

Riset Terkini: Mikroplastik Air Lindi TPA Jadi Pembawa Logam Berat Beracun

| 4 menit baca |Mikroplastik | 0 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: News Release Editor: Supriyadi
  • Mikroplastik ditemukan dalam air lindi tempat pembuangan sampah di Kerala, India. Penelitian mengungkap konsentrasinya mencapai 465 partikel per liter dan didominasi fragmen serta serat berukuran kecil.
  • Air lindi tempat pembuangan sampah ternyata mengandung mikroplastik hingga 465 partikel per liter. Penelitian di Kerala menemukan polimer PE, PS, dan PP menjadi jenis yang dominan.
  • Penelitian di Kerala, India, menemukan mikroplastik dalam air lindi tempat pembuangan sampah. Ukurannya didominasi 100–1.000 mikrometer, sementara fragmen dan serat mencapai lebih dari 70 persen.
  • Tempat pembuangan sampah di Kerala menerima sekitar 100 ton sampah setiap hari. Penelitian menemukan mikroplastik dalam air lindi, didominasi polimer polyethylene, polystyrene, dan polypropylene.
  • Mikroplastik dalam air lindi tempat pembuangan sampah menjadi perhatian baru. Penelitian menemukan konsentrasi hingga 465 partikel per liter, dengan dominasi mikroplastik kecil berbentuk fragmen dan serat.

MIKROPLASTIK tidak hanya ditemukan di sungai, laut, dan udara. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mikroplastik juga terdapat dalam air lindi (leachate) yang berasal dari tempat pembuangan sampah dan berpotensi menjadi pembawa logam berat beracun ke lingkungan sekitar.

Hal ini terungkap dalam sebuah penelitian yang dilakukan Sheeba V.A., Magesh N.S., dan Surendran U. dari KSCSTE-Centre for Water Resources Development and Management (CWRDM), Kozhikode, Kerala, India; ICAR-National Bureau of Soil Survey and Land Use Planning (NBSS&LUP), Nagpur, Maharashtra, India; serta MNR-Foundation for Research and Innovations (MNR-FRI), Sangareddy, Telangana, India.

Penelitian yang dipublikasikan di ScienceDirect pada 29 September 2026 tersebut dilakukan di tempat pembuangan sampah perkotaan Njeliyanparamba, Kerala Utara, India. Penelitian menemukan kelimpahan mikroplastik dalam air lindi berkisar antara 110 ± 23 hingga 465 ± 22 partikel per liter.

BACA JUGA:  Riset Pertama Mikroplastik di Indonesia: Saat ECOTON Melihat Sungai Menjadi Cermin Tubuh Sendiri

Dalam temuannya, tempat pembuangan tersebut menerima sekitar 100 ton sampah perkotaan setiap hari dan telah terakumulasi selama 15 tahun. Mikroplastik yang ditemukan didominasi ukuran kecil, yakni 100–1.000 mikrometer, dengan warna transparan dan biru.

Bentuk yang paling banyak ditemukan adalah fragmen dan serat yang secara keseluruhan mencapai lebih dari 70 persen. Dominasi fragmen dan serat menunjukkan bahwa mikroplastik yang ditemukan kemungkinan besar berasal dari sumber sekunder, yakni hasil penguraian atau degradasi sampah plastik berukuran lebih besar.

Dalam penelitian, analisis menggunakan Confocal Raman Spectroscopy, yang mampu mengidentifikasi sembilan jenis polimer. Tiga jenis yang paling dominan adalah polyethylene (PE), polystyrene (PS), dan polypropylene (PP) dengan proporsi gabungan sekitar 67–82 persen.

Mikroplastik Menjadi Pembawa Logam Berat

Temuan yang menjadi perhatian dalam penelitian ini adalah hubungan antara mikroplastik dan logam berat dalam air lindi.

Analisis menunjukkan konsentrasi logam berat lebih tinggi pada fraksi partikulat air lindi dibandingkan fraksi terlarut. Pemeriksaan menggunakan SEM-EDS juga menemukan keberadaan logam berat pada permukaan mikroplastik, khususnya PE dan PS.

Pada permukaan PE ditemukan sejumlah unsur logam berat, termasuk kromium (Cr), mangan (Mn), besi (Fe), kobalt (Co), dan merkuri (Hg). Sementara pada PS ditemukan unsur seperti Cr, Mn, Fe, Co, Hg, dan nikel (Ni).

Peneliti juga menemukan korelasi positif antara sejumlah logam berat yang terdapat pada fraksi partikulat dengan PE. Logam tersebut meliputi Cr, Mn, Ni, seng (Zn), kadmium (Cd), dan timbal (Pb).

Ilustrasi jalur pencemaran mikroplastik dari tempat pembuangan sampah ke tanah, air tanah, sedimen, dan rantai makanan, serta proses identifikasi mikroplastik menggunakan Confocal Raman Spectroscopy. | Ilustrasi: Sheeba V.A., Magesh N.S., Surendran U.

Temuan tersebut mengindikasikan bahwa mikroplastik yang berada di dalam timbunan sampah dapat berperan sebagai pembawa logam berat beracun menuju lingkungan sekitar.

Dengan demikian, persoalan pencemaran dari tempat pembuangan sampah tidak hanya berkaitan dengan kandungan logam berat atau mikroplastik secara terpisah. Keduanya dapat berinteraksi dan membentuk jalur baru bagi perpindahan kontaminan dari timbunan sampah menuju lingkungan.

Risiko Pencemaran Tinggi

Penilaian risiko dalam penelitian tersebut menempatkan kawasan tempat pembuangan sampah pada kategori bahaya III hingga V, yang menunjukkan tingkat risiko dari tinggi hingga sangat berbahaya.

Air lindi menjadi salah satu jalur penting yang memungkinkan berbagai kontaminan keluar dari timbunan sampah. Ketika mikroplastik berada di dalam lindi, permukaannya dapat menjadi tempat menempelnya berbagai kontaminan, termasuk logam berat.

Kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya pengelolaan lindi dan sampah plastik secara bersamaan. Pengolahan lindi tidak cukup hanya mempertimbangkan pencemar konvensional, tetapi juga perlu memperhitungkan keberadaan mikroplastik dan kemampuannya membawa kontaminan lain.

Peneliti menyebut hasil studi ini dapat menjadi dasar untuk memperbaiki pengelolaan tempat pembuangan akhir, strategi pengolahan air lindi, serta penyusunan kebijakan berbasis risiko.

Penelitian tersebut juga menekankan perlunya kajian lanjutan mengenai peran mikroplastik dalam transportasi bersama berbagai kontaminan (co-contaminant transport), interaksi mikroplastik dengan logam berat, serta pengembangan teknologi untuk menghilangkan mikroplastik dan kontaminan baru dari air lindi.

Temuan ini memperluas perhatian terhadap persoalan mikroplastik. Plastik berukuran sangat kecil tidak hanya berpotensi mencemari air dan tanah, tetapi juga dapat menjadi kendaraan bagi zat beracun untuk bergerak dari tempat pembuangan sampah menuju lingkungan.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *