Lewati ke konten

Siswa SD Muhammadiyah 1 Wringinanom Gresik Luncurkan Buku ke-10

| 3 menit baca |Ide | 6 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Pers Realease Editor: Supriyadi

Siswa SD Muhammadiyah 1 Wringinanom menulis pengalaman dan impian mereka tentang sampah dan lingkungan, membuktikan literasi lahir dari kepedulian sejak usia dini.

Tampak cover buku “Sampah, Cerita, dan Harapan” yang membanggakan, karya siswa SD Muhammadiyah 1 Wringinanom. | Dok. SD Muhammadiyah 1 Wringinanom

Sampah tak hanya tumpukan plastik atau sisa makanan. Bagi siswa SD Muhammadiyah 1 Wringinanom, Gresik, Jawa Timur, sampah adalah jejak hidup sehari-hari, bukti kecil dari cara mereka bergerak di dunia. Dari tumpukan itu lahir cerita, dan dari cerita itu muncul kepedulian.

Hal itu tergambar jelas dalam peluncuran buku “Sampah, Cerita, dan Harapan”, karya siswa kelas 4–6, yang sekaligus menandai peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) pada Kamis, 12 Februari 2026.

Acara yang diadakan di halaman sekolah itu juga dirangkaikan dengan pawai menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H. Kegiatan ini menjadi perayaan literasi sekaligus simbol pendidikan karakter melalui kepedulian terhadap lingkungan.

Kepala SD Muhammadiyah 1 Wringinanom, Kholiq Idris, S.Pd., menyebut buku ini sebagai karya ke-10, setelah 24 cerita sebelumnya yang diterbitkan siswa. Bedanya, buku ini menampilkan refleksi anak-anak tentang sampah dan lingkungan.

Mereka menuliskan pengalaman sehari-hari, tawa, tangis, serta cara melihat perubahan kecil di sekitar yang berdampak besar. Dari tumpukan sampah yang mereka temui, lahirlah kesadaran bahwa menjaga kebersihan bukan sekadar kewajiban, tapi tanggung jawab moral dan spiritual.

Peluncuran dihadiri kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Kholiq menyatakan, “Buku ini adalah harapan mereka untuk lingkungan hidup lebih baik, sekaligus bentuk rasa peduli dan malu kepada Tuhan, Sang Pencipta alam semesta.”

Ia menambahkan bahwa menulis buku adalah cara menorehkan jejak sejarah yang tak akan hilang. “Dalam Islam, perintah Iqra’ bukan hanya membaca, tetapi juga menulis,” ujarnya.

#Cerita Mengalir, Harapan Bertumbuh

Guru dan orangtua menunjukkan buku karya siswa SD Muhammadiyah 1 Wringinanom saat peluncuran berlangsung. | Dok. SD Muhammadiyah 1 Wringinanom

Dalam buku ini, cerita mengupas bagaimana jiwa anak-anak terbentuk dari pengalaman mereka. Cerita bukan sekadar kata, tetapi napas dari pengalaman yang ingin dibagi. Kisah-kisah mengalir seperti sungai – kadang tenang, kadang deras – menghubungkan masa lalu dan masa kini, satu hati dengan hati lain.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Anak-anak menekankan bagaimana sampah memengaruhi lingkungan, komunitas, dan perasaan mereka sendiri. Dari cerita itu, pembaca belajar bahwa kita tidak pernah benar-benar sendiri.

Harapan,  seperti judul buku, digambarkan sebagai benih yang tetap tumbuh meski tanah kering. Anak-anak menulis bahwa harapan bisa bertumbuh di hati, meski dunia kadang terlihat gelap.

Mereka percaya sungai bisa kembali jernih, taman bermain bisa bersih, dan bumi bisa sehat. Harapan itu mendorong mereka terus belajar, menulis, dan berbagi. Setiap aksi kecil -memilah sampah, menanam pohon, membuang sampah pada tempatnya – bagian dari perubahan besar.

Melalui literasi ini, sekolah berharap pesan kepedulian lingkungan menyebar lebih luas. Buku “Sampah, Cerita, dan Harapan” membuktikan bahwa anak-anak mampu menjadi agen perubahan.

Dari halaman-halaman buku itu, terlihat bahwa aksi kecil di rumah, sekolah, dan lingkungan dapat menumbuhkan kesadaran besar. Anak-anak ini bukan sekadar menulis cerita, tetapi mereka menulis masa depan.

Peluncuran buku ini mengingatkan, literasi dan kepedulian bisa berjalan beriringan. Dari sampah, cerita, hingga harapan, para siswa SD Muhammadiyah 1 Wringinanom menunjukkan, setiap generasi dapat berkontribusi, dimulai dari hal kecil yang sederhana, tapi bermakna. Buku yang mereka tulis, merupakan bukti  suara mereka mengajak semua pihak peduli dan bertindak.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *