Lewati ke konten

Siswa SMA Al Muslim Sidoarjo Tanam Pohon Bersama dalam Aksi JAPRI di Kali Surabaya

| 4 menit baca |Advertisement | 31 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Lutfiyatul Maghfiroh, Meir Tsabita Rihadatul Aisy Editor: Supriyadi
Terverifikasi Bukti

Kepedulian terhadap bantaran Kali Surabaya diwujudkan lewat aksi tanam pohon JAPRI bersama SMA Al Muslim Sidoarjo.

Siswa SMA Al Muslim Sidoarjo mengikuti kegiatan penanaman pohon bersama Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) bekerjasama dengan PT Petrokimia Gresik di bantaran Kali Surabaya, Sabtu (10/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Aksi JAPRI (Jaga Pohon Rawat Indonesia) yang digelar untuk memperingati Hari Gerakan Satu Juta Pohon sekaligus menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak usia sekolah.

Suasana kebersamaan siswa SMA Al Muslim Sidoarjo saat mengikuti aksi tanam pohon JAPRI di bantaran Kali Surabaya. | Foto: Firoh–Meir

Para siswa yang terlibat berasal dari kelas X dan XI serta tergabung dalam Tim Adiwiyata, organisasi sekolah yang berfokus pada pendidikan dan praktik pelestarian lingkungan. Mereka datang ke kantor Ecoton sejak pukul 09.00 WIB dengan didampingi tiga guru pendamping serta membawa peralatan menanam dan kompos.

Selain siswa SMA, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa yang sedang menjalani program studi independen di Ecoton. Mahasiswa tersebut berasal dari Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Jember, dan UIN Sunan Ampel Surabaya.

Kolaborasi lintas jenjang ini menjadi ruang belajar bersama untuk memahami peran vegetasi riparian dalam menjaga ekosistem sungai.

Kegiatan JAPRI dipilih sebagai bentuk respon terhadap semakin menyusutnya fungsi bantaran sungai. Alih fungsi lahan yang tidak memperhatikan prinsip keberlanjutan dinilai berdampak langsung pada rusaknya struktur tanah, meningkatnya risiko banjir, serta menurunnya kualitas air sungai.

Mengangkat bibit pohon, seorang siswa SMA Al Muslim Sidoarjo mengangkat pula harapan akan masa depan bumi yang lebih lestari. | Foto: Firo–Meir

#Belajar Menanam Pohon Sejak Dini

Proses penanaman pohon dilakukan secara bertahap. Para peserta terlebih dahulu membersihkan lahan dari gulma dan sampah, kemudian membuat lubang tanam sesuai ukuran bibit. Bibit pohon ditanam dengan cara melepaskan polybag, menambahkan kompos, menutup kembali dengan tanah, dan menyiram hingga lembap.

Elina, salah satu siswa SMA Al Muslim, mengatakan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru yang tidak didapatkan di ruang kelas. Ia mengaku baru pertama kali terlibat langsung dalam kegiatan penanaman pohon di bantaran sungai.

“Kegiatan menanam pohon ini memberikan pengalaman bagi anak SMA yang belum pernah menanam pohon,” ujar Elina.

Menurut dia, aksi JAPRI sangat relevan dengan semangat Adiwiyata yang sedang ia jalani di sekolah. Menanam pohon bukan hanya aktivitas simbolik, melainkan langkah nyata untuk membantu menurunkan suhu bumi serta menjaga keseimbangan lingkungan.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Pendampingan dari pegiat lingkungan Ecoton membuat siswa tidak sekadar menanam, tetapi juga memahami fungsi pohon sebagai penahan erosi, penyaring limpasan air, serta pelindung ekosistem sungai.

Dari bantaran sungai, kepedulian lingkungan tumbuh bersama generasi muda. | Foto: Firoh–Meir

#Kolaborasi Siswa dan Mahasiswa

Mahasiswa peserta magang turut berperan aktif mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung. Eka, mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya, menyebut penanaman pohon di bantaran sungai memiliki manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.

“Menanam pohon memberikan manfaat penting untuk melindungi bumi, menahan bencana, dan mengurangi risiko banjir,” ujar Eka.

Sementara itu, Vika, mahasiswa Universitas Jember yang magang di Ecoton, menilai kegiatan JAPRI perlu dilakukan secara berkelanjutan. Menurut dia, keterlibatan siswa dan mahasiswa dapat memperluas dampak edukasi lingkungan.

“Kegiatan seperti ini sebaiknya bisa dilakukan rutin, misalnya satu bulan sekali, dengan melibatkan lebih banyak sekolah dan kampus,” kata Vika.

Melalui aksi JAPRI, siswa dan mahasiswa diajak tidak hanya memahami isu lingkungan secara teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam upaya pemulihan bantaran sungai. Penanaman pohon di Kali Surabaya diharapkan menjadi langkah kecil yang berkelanjutan dalam menjaga kelestarian sungai dan keberlanjutan lingkungan hidup. ***

 

Lutfiyatul Maghfiroh dan Meir Tsabita Rihadatul Aisy merupakan pendiri Komunitas Bersediapulih_ serta mahasiswa angkatan 2023 program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan Fakultas Pertanian, Universitas Trunodjoyo Madura yang keduanya saat ini sedang menjalani studi independen di Ecological Conservation and Wetlands Observation (Ecoton) dan berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *