Sebanyak 60 siswa kelas 9 SMP Mawar Sharon, Surabaya, Jawa Timur, mengunjungi ECOTON untuk memahami bahaya mikroplastik secara langsung. Mereka tidak hanya mendapat materi, tetapi juga melakukan berbagai praktik laboratorium dan pengamatan lapangan. Kegiatan ini membuka wawasan siswa tentang betapa seriusnya ancaman mikroplastik bagi lingkungan dan kesehatan manusia.
#Pembelajaran Kontekstual untuk Mengenal Mikroplastik Lebih Dekat
Sebanyak 60 siswa kelas 9 SMP Mawar Sharon menjalani pengalaman belajar yang berbeda pada Rabu, 3 Desember 2025. Mereka mengikuti kunjungan edukatif ke Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON) sejak pukul 09.00 hingga 12.05 WIB, dengan fokus utama mempelajari mikroplastik. Kunjungan ini dirancang sebagai kegiatan pembelajaran luar kelas, sekaligus rangkaian program “Discovery Day” yang diterapkan sekolah.

Kegiatan dibuka pada pukul 09.00–09.10 oleh MC, lalu dilanjutkan penyampaian materi oleh Kepala Laboratorium ECOTON, Rafika Aprilianti.
Dalam sesi ini, siswa diperkenalkan pada konsep dasar mikroplastik, mulai dari definisi, sumber-sumber pencemar, hingga dampak negatifnya terhadap lingkungan perairan dan kesehatan manusia.
Penjelasan disampaikan dengan bahasa yang sederhana, disertai contoh nyata, sehingga memudahkan siswa memahami isu yang selama ini terasa abstrak.
Sesi tanya jawab berlangsung sangat interaktif. Banyak siswa mengajukan pertanyaan, terutama mengenai bagaimana mikroplastik dapat masuk ke tubuh manusia dan cara mengurangi paparan sehari-hari.
Antusiasme ini menjadi bukti bahwa topik lingkungan kini semakin dekat dengan keseharian pelajar.

#Praktik Lapangan: Mengamati Langsung Jejak Mikroplastik
Usai menerima materi, para siswa dibagi ke dalam enam kelompok untuk mengikuti rangkaian praktik lapangan dan laboratorium. Setiap kelompok berpindah tempat dua hingga tiga kali agar seluruh siswa mendapatkan pengalaman lengkap dari seluruh percobaan yang disiapkan ECOTON.
Pada sesi lanjutan ini, siswa mempelajari proses pengambilan sampel air, cara memisahkan partikel mikroplastik, dan teknik dasar pengamatan di laboratorium.
Di bawah bimbingan edukator ECOTON, mereka melihat bagaimana sampel air sungai dapat mengandung serpihan plastik berukuran sangat kecil, yang sebelumnya tak pernah mereka bayangkan.
Salah satu siswi kelas 9, Graice Andari, mengungkapkan rasa terkejutnya setelah melihat secara langsung bentuk mikroplastik melalui mikroskop.
“Saya tidak menyangka ternyata mikroplastik itu seberbahaya itu. Dari sini aku jadi tahu kalau kita harus mengurangi penggunaan plastik dan air minum dalam kemasan,” ujarnya.
Momen ini menjadi salah satu bagian paling berkesan bagi banyak siswa. Melihat mikroplastik yang tadinya hanya mereka dengar lewat penjelasan teori, kini tampak jelas di depan mata. Pengalaman praktis inilah yang diharapkan ECOTON dapat membangun kesadaran lebih mendalam pada generasi muda.

#Discovery Day: Menghubungkan Ilmu di Kelas dengan Realitas Lingkungan
Salah satu guru pendamping, Miss Diana, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar wisata edukasi, tetapi bagian dari pembelajaran kontekstual yang diperkuat sekolah.
WhatsApp Channel · TitikTerang
TitikTerang hadir di WhatsApp
Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.
Gabung WhatsApp ChannelProgram Discovery Day dirancang untuk membuat siswa belajar dari lingkungan nyata, bukan hanya teori di dalam kelas.
“Tujuan kami adalah menjalankan program sekolah, yaitu Discovery Day. Jadi anak-anak tidak hanya sekadar field trip, tapi mereka belajar dan bisa mengimplementasikan apa yang mereka pelajari,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan di laboratorium menjadi sesi paling menarik karena siswa dapat menyaksikan bentuk mikroplastik dengan mata kepala sendiri.
Menurut Miss Diana, pembelajaran berbasis pengalaman seperti ini membuat siswa lebih mudah memahami isu pencemaran lingkungan.
Interaksi langsung dengan alat, data, dan pengamatan nyata menumbuhkan rasa ingin tahu yang lebih besar dan memantik kepedulian pada permasalahan yang sebelumnya jauh dari bayangan mereka.
Kegiatan ditutup pada pukul 12.00–12.05 dengan dokumentasi dan refleksi singkat.
Meski berlangsung hanya tiga jam, kunjungan ini meninggalkan kesan mendalam. Para siswa pulang dengan pemahaman baru, bahwa masalah mikroplastik bukan sekadar materi pelajaran, tetapi ancaman nyata yang membutuhkan tindakan bersama.
Melalui kunjungan ini, diharapkan para siswa tumbuh menjadi generasi yang lebih bijak dalam menggunakan plastik serta lebih aktif menjaga lingkungan di sekitarnya.
ECOTON berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan, sehingga semakin banyak pelajar yang memahami pentingnya menjaga sungai dan ekosistem perairan dari ancaman mikroplastik.***

*) Siti Nor Shofiyah adalah Koordinator GrowGreen, yang sedang studi independen di ECOTON, Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya Prodi Ilmu Komunikasi Angkata 2023, berkontribusi penulisan artikel ini.