- Bukan Tebar Pesona! Duta SMAN 1 Tarik unjuk aksi nyata di Surabaya River Festival 2026 lewat terobosan program edukasi literasi dan lingkungan.
- Duta Smanstar Gebrak Festival! Menguasai dua bahasa asing hingga menerbitkan buku mandiri, perwakilan SMAN 1 Tarik pamer prestasi dan gagasan lingkungan di Surabaya.
- Inspirasi Dari Pinggiran Sidoarjo! Lewat karya sastra hingga aksi bebas plastik, siswa SMAN 1 Tarik buktikan peran duta sekolah bukan sekadar gaya-gayaan semata.
- Cerita Prestasi Di Ajang Sungai! Para duta SMAN 1 Tarik bagikan kisah inspiratif mengelola program kebersihan kelas serta membudayakan minat baca di sekolah.
- Aksi Hijau Anak Muda! Dari teguran santun jaga kebersihan hingga membedah sastra klasik, perwakilan SMAN 1 Tarik Curi Perhatian Di Surabaya River Festival 2026.

Penulis: Lid Deborah Widodo, Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional, Universitas Brawijaya. Artikel ini disusun sebagai bagian dari pemenuhan Program Studi Independen di Ecological Conservation and Wetlands Observation [Ecoton] selama periode 10 Agustus – 04 Desember 2026.
AJANG Surabaya River Festival 2026 menjadi pembuktian kiprah siswa SMAN 1 Tarik Sidoarjo. Mereka menceritakan berbagai program unggulan sekolah. Perwakilan duta sekolah membagikan pengalaman edukatif dalam mengelola program literasi dan lingkungan.
Siswa yang terlibat aktif menunjukkan komitmen tinggi dalam menjalankan peran sebagai duta. Raihaan Sya’bana Andrean Putra, misalnya, yang saat bercerita didampingi Fernando Mangambe menjelaskan alasannya terdorong menjadi duta sekolah.
Ia mengaku ingin melatih kemampuan berbicara di depan umum serta menambah wawasan. Siswa kelas 12 lulusan pondok pesantren ini menguasai bahasa Inggris dan bahasa Arab dengan sangat baik.
Kemampuan diplomasi Raihan terlihat saat menjawab pertanyaan seputar hal menonjol pada dirinya yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya.
“Kalau dari saya sendiri, mungkin saya gak tau yang terlalu gimana-gimana. Kan yang tau dari pandangan mereka,” ujar Raihan pada Jumat (25/9/2026).

#Sastra Klasik Inspirasi Siswa
Bukan hanya Raihan dan Fernando saja yang berbagi cerita. Duta Literasi SMAN 1 Tarik, Adriana Hermanda Artha Septria, juga turut membagikan pengalamannya. Siswa kelas 10 ini sudah menerbitkan buku sejak duduk di bangku SMP. Ia menerapkan pola membaca fokus pada satu buku hingga tuntas.
Saat ditanya, Adriana sangat mengagumi karya sastra maestro Indonesia, Pramoedya Ananta Toer. Ia menyukai Tetralogi Buru seperti novel Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa.
“Ciri khas gaya bahasa Pramoedya itu menjadi alasan saya tertarik dengan karya sastra yang ditulisnya,” ucap Adriana.
Keinginan menulis Adriana semakin menguat setelah mendalami riwayat hidup pengarang tersebut. Ia tahu proses kreatif karya itu lahir saat Pramoedya berada di pengasingan. Adriana berniat terus melahirkan karya tulis baru pada masa mendatang.
WhatsApp Channel · TitikTerang
TitikTerang hadir di WhatsApp
Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.
Gabung WhatsApp Channel“Saya penasaran dengan Bumi Manusia, lalu menjelajah ke buku Pak Pram lainnya,” kata Adriana, sambil menyebutkan karya Pramoedya yang lain seperti, Gadis Pantai, Arus Balik, Arok Dedes serta, Panggil Aku Kartini Saja.

#Aksi Nyata Duta Lingkungan
Soal lingkungan hidup, Amalia Rahargi dan Farand Satria Putra Dais Aptanta tak kalah menarik dalam bercerita. Pasangan Duta Lingkungan ini kerap mengedukasi seluruh warga sekolah. Mereka rutin menilai kebersihan kelas dari jenjang kelas 10 sampai 12.
Amalia menegaskan bahwa peran Duta Lingkungan kini tidak lagi terbatas pada urusan kebersihan fisik semata, melainkan merambah isu-isu yang lebih luas demi mengangkat citra sekolah.
“Kalau lingkungan kan sudah menyebar, bukan cuma kebersihan saja. Kita bisa mengangkat isu-isu di sekolah juga agar sekolah dikenal luas, gak cuma dianggap di pojok sawah saja,” ungkap Amalia.
Program mingguan sekolah mencakup kegiatan Jumat Kebersihan dan gerakan makan sehat bersama. Seluruh siswa diwajibkan membawa bekal serta tempat minum sendiri dari rumah. Kebijakan ini diterapkan demi mengurangi timbulan sampah plastik di lingkungan sekolah.
Tugas mengawasi kebersihan lingkungan sekolah diakui Farand memiliki tantangan tersendiri. Ia sering mendapat penolakan saat menegur teman yang membuang sampah sembarangan. Farand memilih menghadapi penolakan tersebut secara tenang tanpa bersikap menggurui.
“Tanggung jawab sebagai siswa untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan membuat nyaman,” tutur Farand.

#Konsistensi Menjaga Budaya Hijau
Sistem pengawasan kebersihan di SMAN 1 Tarik berjalan secara konsisten setiap minggu. Setiap hari Senin, tim duta mengumumkan predikat kelas terbersih dan menuju bersih. Langkah edukasi terstruktur ini berhasil menumbuhkan rasa kepedulian bersama antar sesama siswa.
Perubahan pola pikir siswa menjadi fokus utama gerakan Duta Lingkungan Smanstar. Kehadiran mereka terbukti mampu menggerakkan aksi nyata pengelolaan sampah plastik secara mandiri. Sekolah tidak lagi menjadi tempat belajar biasa, melainkan ruang pembentukan karakter.
Gaya pembawaan anak muda yang santai membuat pesan edukasi lebih mudah diterima. Partisipasi aktif mereka di festival tingkat regional membuktikan keberhasilan program sekolah. SMAN 1 Tarik Sidoarjo sukses mencetak generasi muda yang kritis dan berbudaya lingkungan.***