Sungai, Prigi, dan Cara Memandang Kehidupan
19 July 2026
Tulisan ini mengajak pembaca memahami cara pandang Prigi Arisandi tentang sungai sebagai ruang kehidupan. Kerusakan sungai bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga tanda memudarnya kepedulian, kebudayaan, dan hubungan manusia dengan alam. Penulis: Supriyadi, jurnalis pada TitikTerang.co.id, yang di masanya ini sedang kehilangan lelucon Ada kalimat yang tidak selesai ketika diucapkan. Kalimat itu terus tinggal di kepala, bahkan setelah percakapan berganti arah. "Ketika sungai kehilangan airnya yang jernih, yang sesungguhnya tercemar bukan hanya alam, melainkan juga nurani manusia." Saya lupa persis kapan Prigi Arisandi mengatakannya. Yang saya ingat, kalimat itu muncul belum lama ini, setelah Prigi dipercaya memimpin Perkumpulan Telapak Indonesia…