Tumpang Tindih Kewenangan Hambat Efektivitas Pengendalian Pencemaran DAS Brantas
11 August 2026
Riset mahasiswa Universitas Brawijaya mengungkap kelemahan koordinasi antarinstansi dalam pemulihan DAS Brantas. Ketidakjelasan pembagian wewenang antara BBWS dan DLH membuat upaya pengendalian pencemaran berjalan lambat. Dinas Lingkungan Hidup di daerah kerap ragu bertindak sebelum ada langkah dari balai sungai. Program pengelolaan lingkungan belum berdampak jangka panjang akibat pendekatan warga yang masih bersifat transaksional. Sinergi akademisi, media, serta pemerintah desa mendesak diperkuat demi efektivitas pengawasan sungai. RISET lanjutan mahasiswa Universitas Brawijaya dalam program magang di Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON) menyoroti akar persoalan lemahnya pengendalian pencemaran di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas. Setelah data menunjukkan daya tampung sungai terlampaui, kajian…