- Aksi Lingkungan Lewat Seni. Peringatan Hari Sungai Internasional di Kali Tebu Surabaya berlangsung meriah. Siswa SMPN 58 padukan aksi bersih sungai dan pertunjukan Tari Lenggang demi gugah kesadaran ekologi.
- Menari untuk Sungai. Meski Kali Tebu masih dipenuhi sampah, siswa SMPN 58 Surabaya tetap tampil memukau lewat Tari Lenggang Surabaya. Langkah nyata anak muda rawat ekosistem lewat seni.
- Gerakan #SungaiLestari. Ecoton gelar peringatan Hari Sungai Internasional di Kali Tebu. Melalui aksi penanaman pohon dan pertunjukan budaya, masyarakat diajak bersama-sama menyelamatkan perairan kota dari sampah.
- Kiprah Penari Muda. Tampil profesional di bantaran Kali Tebu, siswi SMPN 58 Surabaya bawakan Tari Lenggang dengan penghayatan mendalam. Wujud cinta lingkungan dan tradisi dalam peringatan Hari Sungai.
- Kolaborasi Penyelamatan Kali Tebu. Didukung DLH Surabaya hingga UNDP, peringatan Hari Sungai Internasional di Kali Tebu hadirkan aksi bersih sungai dan pementasan seni untuk gugah kepedulian warga.
PERINGATAN Hari Sungai Internasional yang diperingati setiap bulan September berlangsung meriah di halaman SMPN 58 Surabaya, kawasan Kali Tebu. Kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk memupuk kesadaran ekologis masyarakat, mengingat Kali Tebu hingga kini masih menghadapi masalah pencemaran dan tumpukan sampah yang mengotori alirannya.
Aksi lingkungan yang meliputi penanaman pohon dan pembersihan sungai ini dikemas unik lewat sentuhan seni budaya. Para siswa SMPN 58 Surabaya turut mengambil peran aktif, tidak hanya terlibat dalam aksi bersih-bersih, tetapi juga menyuguhkan pertunjukan Tari Lenggang Surabaya.
Penampilan tarian tradisional tersebut dibawakan tiga siswi, yakni Dinda Putri Fadila Setiawan (kelas 9H), Citraulia Fabriana Sari (kelas 9H), dan Latifiyah Azzahra (kelas 8E). Penghayatan panggung yang mendalam dari ketiga penari sukses mencuri perhatian penonton.
Berlokasi di halaman SMPN 58 Surabaya, Dinda Putri Fadila Setiawan mengungkapkan rasa senangnya bisa menari dalam Peringatan Hari Sungai Internasional. Ia menyampaikan bahwa kunci utama penghayatan seorang penari terletak pada pemahaman dasar seni tari tradisi dan sikap profesional.
Di sela-sela kegiatan, Dinda menjelaskan bahwa sebagai penari mereka harus dapat menghayati tarian dengan menguasai tiga konsep dasar, yaitu Wiraga (olah tubuh), Wirasa (penghayatan rasa), dan Wirama (keselarasan irama).
“Apa pun jenis tariannya, seorang penari harus menyukainya dan tetap tampil profesional karena rasa suka terhadap seni tari tersebut sudah ada sejak kecil,” ucapnya pada Ahad, 27 September 2026.
Ia menambahkan bahwa rasa cinta terhadap dunia tari yang tumbuh sejak kecil membuat mereka dapat membawakan tarian modern maupun tradisional dengan maksimal.
Senada dengan Dinda, Citraulia Fabriana Sari membenarkan bahwa mereka bertiga tidak hanya mendalami seni tari tradisional, tetapi juga kerap mempelajari dan membawakan tarian modern dalam berbagai kesempatan.

#Latihan Singkat Latihan Empat Kali
Sementara itu, Latifiyah Azzahra mengungkapkan bahwa persiapan untuk tampil di acara ini terbilang singkat karena mereka hanya menjalani latihan intensif beberapa kali sejak hari Selasa.
WhatsApp Channel · TitikTerang
TitikTerang hadir di WhatsApp
Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.
Gabung WhatsApp Channel“Untuk pemantapan gerak, kami latihan cuma sekitar tiga sampai empat kali,” ungkap Latifiyah.
Guru Seni Budaya SMPN 58 Surabaya, Sindi, menjelaskan bahwa materi Tari Lenggang Surabaya sebenarnya sudah menjadi bagian dari kurikulum pembelajaran seni di sekolah, sehingga siswa hanya membutuhkan waktu sebentar untuk mengingat kembali gerakan.
“Sebenarnya materi Tari Lenggang Surabaya ini sudah selesai dipelajari di sekolah. Latihan tiga hari kemarin itu hanya untuk pemantapan lagi, karena anak-anak saat ini sedang fokus mempelajari materi tarian lain,” jelas Sindi.
Sindi juga menambahkan bahwa penampilan di Kali Tebu ini merupakan panggung kedua bagi mereka, setelah sebelumnya sukses tampil dalam agenda Bunda Guru Menyapa bersama Istri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Rini Indriyani (Bunda Eri). Menurutnya, para siswa yang tampil memang memiliki bakat dan ketertarikan kuat di bidang seni tari.
“Anak-anak yang ikut menari ini memang memiliki bakat dan passion. Di sekolah, pembinaan tari mencakup siswa yang sudah punya bakat dasar maupun yang belajar dari nol,” tutur Sindi.
Peringatan Hari Sungai Internasional di Kali Tebu ini menjadi bagian dari gerakan #SungaiLestari yang digelar oleh Ecoton melalui kolaborasi aksi bersih sungai, penanaman pohon, dan pertunjukan seni.
Program yang berlangsung sejak Juni 2026 ini didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Kemenko Marves, KLHK, TKN PSL, serta UNDP Indonesia untuk menggugah kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kelestarian ekosistem perairan kota dari ancaman limbah dan sampah..***