Lewati ke konten

Tiga Zona DAS Brantas Diuji, Cari Jejak Mikroplastik

| 4 menit baca |Opini dan Cerita Mahasiswa | 16 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Nadhira Alifia Nuranisya Editor: Supriyadi
  • Dalam 1 hari, mahasiswa yang sedang menjalani Studi Independen di ECOTON menelusuri 3 zona DAS Brantas untuk mengambil sampel sedimen dan vegetasi guna mengungkap jejak mikroplastik.
  • Pengambilan sampel dilakukan pada 1 Juli 2026 di 3 lokasi—Mojokerto, Gresik, dan Surabaya—mewakili hulu, tengah, hingga hilir DAS Brantas.
  • Penelitian mengacu temuan ScienceDirect bahwa mikroplastik berukuran di bawah 330 µm mudah mengendap pada sedimen sebelum kembali terbawa arus sungai.
  • Analisis menggunakan 2 indikator utama, sedimen dan vegetasi riparian, untuk merekam akumulasi pencemar yang tidak selalu terdeteksi melalui sampel air.

Kondisi sungai tidak dapat dipahami hanya melalui pengamatan permukaan semata. Banyak bentuk pencemaran justru tersimpan di dasar sungai atau terakumulasi pada vegetasi yang tumbuh di sepanjang bantaran. Karena itu, pengambilan sampel di lokasi menjadi tahapan penting untuk memperoleh gambaran kondisi sungai secara lebih menyeluruh.

Pada Rabu, 1 Juli 2026, saya bersama tim peserta Studi Independen di Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON) melakukan pengambilan sampel di tiga lokasi yang mewakili hulu, tengah, dan hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas. Ketiga lokasi kami pilih untuk menggambarkan perubahan karakter lingkungan sepanjang aliran sungai.

Penelitian yang kami lakukan fokus pada analisis mikroplastik, melalui karakteristik sedimen dan vegetasi riparian. Karena kedua komponen ini menurut kami, mampu merekam kondisi lingkungan dalam kurun waktu yang lebih panjang,  dibandingkan sampel air, – yang relatif mudah berubah mengikuti debit dan arus sungai.

Pendekatan kami didukung penelitian yang dipublikasi di ScienceDirect: Sequestration and Export of Microplastics in Urban River Sediments. Karena menjelaskan bahwa dasar sungai (riverbed) memiliki dua fungsi penting dalam siklus mikroplastik. Sedimen memiliki peran sebagai tempat penyimpanan sementara (short-term sink) yang mengakumulasi mikroplastik, sekaligus menjadi sumber pelepasan kembali partikel, ketika debit sungai meningkat akibat hujan atau perubahan kondisi hidrologi.

Penelitian itu juga menunjukkan bahwa mikroplastik cenderung mengendap di dasar sungai saat aliran rendah. Sebaliknya, ketika arus menguat, sedimen mengalami penggerusan sehingga mikroplastik yang tersimpan kembali terbawa ke badan sungai. Temuan itu, sekaligus memperkuat pentingnya sedimen sebagai media untuk memahami dinamika mikroplastik di sungai.

Infografis merangkum pengambilan sampel di 3 zona DAS Brantas menggunakan sedimen dan vegetasi riparian untuk mengungkap distribusi mikroplastik sungai. | TitikTerang/Desain AI

#Sedimen dan Vegetasi Jadi Indikator

Atas dasar temuan itulah, penelitian di DAS Brantas menggunakan sedimen sebagai salah satu objek utama pengamatan kami. Karena menurut kami, sedimen mampu merekam akumulasi berbagai bahan pencemar dalam jangka waktu yang relatif panjang. Membawa material ke  aliran sungai dan mengendap di dasar perairan.

Dengan demikian, sedimen dapat menggambarkan riwayat kondisi lingkungan di sungai, – yang tidak selalu terlihat melalui pengambilan sampel air.

Selain sedimen, kami juga mengambil sampel daun vegetasi riparian yang tumbuh di sepanjang bantaran DAS Brantas. Karena berbagai literatur penelitian menunjukkan, vegetasi riparian berfungsi sebagai zona penyangga, mulai dari membantu menahan erosi, memperlambat limpasan permukaan, menyaring sedimen dan berbagai polutan sebelum memasuki badan sungai, serta menjaga stabilitas ekosistem perairan.

Karena perannya itu, vegetasi riparian dapat dimanfaatkan sebagai indikator biologis untuk melengkapi analisis kondisi lingkungan sungai.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Selama kegiatan di lokasi, saya bersama tim juga mengamati kondisi fisik sungai, karakter sedimen, keberadaan vegetasi riparian, serta aktivitas masyarakat. Juga yang tak luput dalam pengamatan kami, aktivitas industri di sekitar lokasi. Bagi kami aktivitas industry, sangat berpotensi memengaruhi kualitas lingkungan, terutama sungai.

Seluruh sampel kami beri label, dokumentasi, dan kami simpan sesuai prosedur. Tujuannya  agar kualitasnya tetap terjaga hingga proses analisis laboratorium.

Pengambilan sampel daun vegetasi riparian di bantaran Kali Surabaya sebagai indikator biologis untuk mendukung analisis mikroplastik dan kualitas lingkungan. | Foto: Nadhira Alifia Nuranisya

#Data Lokasi sebagai Dasar Pengelolaan Sungai

Rangkaian pengambilan sampel. Kami mulai dari wilayah Mojokerto, sebagai representasi bagian hulu. Kemudian bergerak ke Gresik, sebagai representasi bagian tengah. Dari sini kami melihat banyak pengaruhi aktivitas permukiman dan industry. Berakhir di Surabaya sebagai wilayah hilir yang menerima akumulasi material dari daerah di atasnya.

Perbedaan karakteristik ketiga lokasi, kami berharap mampu menunjukkan bagaimana mikroplastik dan berbagai bahan pencemar lainnya. Yang terus terdistribusi di sepanjang DAS Brantas. Hasil analisis laboratorium nanti yang akan memberikan gambaran. Mengenai hubungan antara kondisi sedimen, vegetasi riparian, dan potensi pencemaran mikroplastik, secara lebih utuh.

Melalui pendekatan ini, menurut kami, data lokasi tidak hanya menjadi bahan penelitian akademik semata. Tetapi bagi juga dapat menjadi dasar ilmiah dalam mengevaluasi kondisi ekosistem DAS Brantas, sekaligus mendukung upaya pengelolaan sungai yang lebih efektif dan bertanggungjawab.***

Tentang Penulis: Nadhira Alifia Nuranisya merupakan mahasiswa Agroekoteknologi, Universitas Brawijaya. Artikel ini disusun sebagai bagian dari pemenuhan Program Studi Independen di Ecological Conservation and Wetlands Observation (Ecoton) selama periode 29 Juni – 8 Agustus

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *