Lewati ke konten

Posko Ijo Temukan 66 Titik Sampah di Bantaran Brantas, Siap Gelar Brand Audit April Mendatang

| 4 menit baca |Ekologis | 60 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Supriyadi Editor: Marga Bagus

Temuan puluhan titik timbulan sampah di bantaran Sungai Brantas memicu rencana brand audit dan susur sungai, sekaligus desakan penanganan serius kepada pemerintah.

Puluhan titik timbulan sampah ditemukan di bantaran Sungai Brantas. Temuan ini berasal dari survei awal yang dilakukan komunitas lingkungan Posko Ijo di wilayah Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik.

Dari pemetaan awal, tercatat sedikitnya 66 titik timbulan sampah yang tersebar di sepanjang bantaran Sungai Brantas. Temuan diperoleh melalui survei darat menggunakan sepeda motor yang dilakukan relawan Posko Ijo.

Survei ini menjadi tahap awal dari rangkaian kegiatan Susur Sungai Brantas yang akan digelar pada April 2026 mendatang. Yang rencananya akan dirangkai dengan brand audit sampah.

Metode yang penghitungan rinci sampah plastik berdasarkan jenis dan merek produk akan melibat beberapa elemen masyarakat dan komuniras.

Presiden Posko Ijo, Rulli Mustika Adya mengatakan, temuan ini menunjukkan bahwa bantaran Sungai Brantas masih menghadapi tekanan serius dari pencemaran sampah.

“Temuan 66 titik timbulan sampah ini menjadi alarm keras bagi pengelolaan Sungai Brantas. Jika dibiarkan, kondisi ini akan memperparah pencemaran dan merusak ekosistem sungai,” kata Rulli dalam keterangnnya, Selasa, (10/3/2026).

Menurutnya, titik-titik tersebut nantinya akan menjadi lokasi prioritas dalam kegiatan evakuasi sampah sekaligus pemasangan papan larangan membuang sampah di sungai.

Data ini penting sebagai dasar advokasi. Jika sumber pencemar sudah jelas, maka produsen juga harus ikut bertanggung jawab terhadap sampah plastik yang mereka hasilkan,” kata Rulli.

Presiden Posko Ijo Rulli Mustika Adya berpose di bantaran Sungai Brantas yang dipenuhi timbulan sampah plastik dan limbah rumah tangga. Posko Ijo mencatat puluhan titik timbulan sampah di sepanjang bantaran sungai yang akan menjadi fokus kegiatan susur Sungai Brantas dan brand audit sampah. | Foto: Posko Ijo

#Menghitung Jejak Merek Sampah

Brand audit sampah akan menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan susur sungai. Dalam metode ini, sampah plastik yang ditemukan akan dihitung secara detail, lalu dikelompokkan berdasarkan jenis dan merek produk.

Hasil akhir dari penghitungan akan menghasilkan daftar merek yang paling dominan mencemari Sungai Brantas. Data ini kerap digunakan Posko Ijo untuk mendorong tanggungjawab produsen terhadap limbah plastik yang dihasilkan.

Selain penghitungan sampah, relawan juga akan melakukan pengambilan sampel air Sungai Brantas. Sampel akan diuji di laboratorium untuk mengetahui kandungan mikroplastik serta kualitas air berdasarkan baku mutu sungai.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Pengujian ini merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang mengatur standar kualitas air sungai.

“Brand audit tidak sekadar menghitung sampah, tetapi juga mengungkap siapa penyumbang terbesar pencemaran plastik di sungai. Data ini penting untuk mendorong tanggung jawab industri,” ujar Rulli.

Timbulan sampah plastik dan limbah rumah tangga terlihat berserakan di bantaran Sungai Brantas kawasan Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Senin (2/3/2026). Lokasi ini menjadi salah satu titik temuan dalam survei awal Posko Ijo yang mencatat puluhan titik timbulan sampah sebelum pelaksanaan kegiatan susur Sungai Brantas dan brand audit sampah. | Foto: Posko Ijo

#Surat Pengaduan ke Presiden

Atas temuan tersebut, Posko Ijo juga telah mengirimkan surat pengaduan kepada Presiden Prabowo Subianto. Surat bernomor 26/P-KKB/PI/II/2026 yang tertanggal 25 Februari 2026 itu memuat laporan mengenai kondisi kritis Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas.

Dalam surat tersebut, Posko Ijo menilai kondisi Sungai Brantas membutuhkan penanganan serius karena sungai ini termasuk wilayah sungai strategis nasional berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2012.

Melalui surat tersebut, Posko Ijo mengusulkan pembentukan Satuan Tugas Khusus Darurat Sungai Brantas (Satgassus Sungai Brantas) yang bekerja langsung di bawah presiden dalam program Adopsi Sungai Brantas.

Selain itu, organisasi ini juga meminta pemerintah pusat memerintahkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas untuk segera menindaklanjuti temuan timbulan sampah di bantaran sungai.

Posko Ijo juga mendorong pemerintah mengeluarkan kebijakan nasional terkait pelarangan plastik sekali pakai.

“Sungai Brantas adalah nadi kehidupan jutaan warga Jawa Timur. Jika tidak ada langkah luar biasa dari pemerintah, krisis pencemaran ini akan semakin sulit dipulihkan,” kata Rulli.

Menurutnya, kegiatan susur sungai dan brand audit hanya menjadi langkah awal untuk memotret masalah. Upaya pemulihan Sungai Brantas tetap membutuhkan komitmen pemerintah, industri, dan masyarakat secara bersama-sama.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *