Perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah (2026) bukan hanya soal saling memaafkan, tapi juga momen untuk kembali peduli pada lingkungan. Lembaga lingkungan Ecological Conservation and Wetlands Observation (Ecoton) mengajak masyarakat menjadikan hari kemenangan ini sebagai awal memperbaiki hubungan dengan alam.
Pendiri Ecoton, Prigi Arisandi mengatakan, Idul Fitri waktu yang pas untuk kembali ke gaya hidup sederhana dan lebih ramah lingkungan.
“Setelah sebulan menahan diri, kita tidak hanya kembali fitri secara spiritual, tapi juga diajak memperbaiki pola hidup, termasuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai,” ujarnya, Jumat, (20/3/2026).
Sementara itu, Direktur Ecoton, Daru Setyorini mengingatkan soal bahaya mikroplastik yang semakin meluas. Limbah plastik yang tidak dikelola dengan baik bisa hancur jadi partikel kecil dan masuk ke air, tanah, bahkan ke makanan yang kita konsumsi.
“Idul Fitri harus jadi pengingat bahwa menjaga bumi juga bagian dari ibadah. Mengurangi sampah plastik berarti menjaga kesehatan kita bersama,” katanya.
WhatsApp Channel · TitikTerang
Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu. TitikTerang hadir di WhatsApp
Ecoton pun mengajak masyarakat merayakan Idul Fitri dengan cara yang lebih ramah lingkungan, seperti memakai wadah pakai ulang, menghindari kemasan berlebihan, dan memilah sampah dengan benar. Lewat langkah-langkah kecil ini, kita bisa ikut mengurangi pencemaran mikroplastik.
Harapannya, semangat kebersamaan di hari yang suci ini tidak hanya terasa antar manusia, tapi juga tercermin dalam upaya menjaga bumi tetap lestari. ***