Lewati ke konten

Warga Sumput Asri Gresik Resah: Bau Menyengat dan Sampah Menggunung Mengancam Kesehatan

| 3 menit baca |Advertisement | 10 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Supriyadi Editor: Supriyadi

Tumpukan sampah di Sumput Asri, Gresik, memicu keluhan warga. Keterlambatan angkut, minim fasilitas, serta lemahnya koordinasi memperburuk kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat setempat.

Permasalahan sampah kembali mencuat di lingkungan Sumput Asri, Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Di sejumlah titik, sampah terlihat menumpuk di pinggir jalan, selokan, hingga area permukiman padat penduduk.

Kondisi ini menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu aktivitas warga. Selain itu, tumpukan sampah berpotensi menjadi sumber penyakit, terutama saat musim hujan ketika air menggenang dan mempercepat pembusukan.

Presiden Posko Ijo, Ruslli Mustika Adya, menyatakan persoalan ini mencerminkan sistem pengangkutan sampah yang belum berjalan optimal. “Sampah yang menumpuk menunjukkan adanya masalah dalam sistem pengelolaan, terutama pada proses pengangkutan,” kata Ruslli, Rabu, 9 April 2026.

Menurut dia, keluhan warga terus meningkat seiring kondisi lingkungan yang kian memburuk. Beberapa warga bahkan memilih membuang sampah di lokasi yang tidak semestinya karena keterbatasan fasilitas.

#Jadwal Tidak Pasti, Fasilitas Terbatas

Berdasarkan hasil pengamatan Posko Ijo, terdapat sejumlah faktor utama penyebab persoalan ini. Keterlambatan jadwal pengangkutan menjadi pemicu paling dominan. Sampah kerap tidak diangkut sesuai waktu yang telah ditentukan, sehingga menumpuk lebih lama.

“Ketika jadwal tidak disiplin, warga kehilangan acuan. Akibatnya, sampah dibuang kapan saja dan menumpuk di banyak titik,” ujar Ruslli.

Selain itu, keterbatasan sarana dan prasarana turut memperburuk kondisi. Armada pengangkut dinilai belum memadai untuk menjangkau seluruh wilayah secara rutin. Tempat penampungan sementara juga masih minim, sehingga sampah meluber ke area sekitar.

Faktor lain yang turut berperan adalah rendahnya kesadaran sebagian masyarakat. Masih ditemukan warga yang membuang sampah tidak pada tempat dan waktu yang telah ditentukan. Kebiasaan ini mempercepat penumpukan dan memperluas dampak pencemaran lingkungan.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

#Koordinasi Lemah, Perbaikan Didorong

Ruslli menilai koordinasi antara petugas kebersihan dan masyarakat masih lemah. Informasi terkait jadwal pengangkutan tidak tersampaikan secara merata, sehingga terjadi ketidaksesuaian antara waktu pembuangan dan pengangkutan.

“Komunikasi harus diperbaiki. Warga perlu tahu kapan sampah diangkut agar tidak terjadi penumpukan,” kata dia.

Untuk mengatasi persoalan ini, Posko Ijo mendorong langkah perbaikan yang berkelanjutan. Peningkatan kedisiplinan jadwal pengangkutan menjadi prioritas utama. Penambahan armada serta fasilitas penampungan juga dinilai penting untuk mengimbangi volume sampah.

Ditambah edukasi terdap  masyarakat juga perlu diperkuat. Warga perlu didorong untuk mulai memilah sampah dari rumah, mengurangi penggunaan bahan sekali pakai, serta memanfaatkan kembali barang yang masih bisa digunakan.

Evaluasi rutin terhadap sistem pengelolaan sampah juga diperlukan agar kebijakan yang diterapkan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Ruslli mengingatkan, kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. “Kesadaran masyarakat menjadi kunci. Jika semua pihak terlibat, lingkungan yang bersih dan sehat dapat terwujud,” ujarnya.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *