Lewati ke konten

Pesta Media 2026: Melawan Pembungkam Suara Lewat Bingkai Kerusakan Lingkungan

| 3 menit baca |Ekologis | 9 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Pers Realease Editor: Supriyadi

 

Pameran foto dalam Pesta Media 2026 di TIM menampilkan potret krisis lingkungan Indonesia, menjadi medium kritik atas kerusakan alam serta pembungkaman suara publik.

AJI Jakarta menggelar Pesta Media 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, pada Sabtu dan Minggu, 11–12 April 2026. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan jurnalis, pegiat komunitas, serta masyarakat umum untuk bertukar gagasan.

Salah satu agenda utama adalah pameran foto bertajuk “Menyiarkan Krisis: Siapa Boleh Cerita?”. Pameran ini menampilkan 27 karya hasil kurasi dari 19 pewarta foto yang merekam berbagai kerusakan lingkungan di Indonesia.

#Rekaman Visual Kerusakan Lingkungan

Karya-karya yang dipamerkan menyuguhkan lanskap hutan gundul, pencemaran wilayah pesisir, serta dampak eksploitasi sumber daya alam. Foto-foto tersebut menghadirkan gambaran konkret mengenai krisis ekologis yang kerap terabaikan.

Puluhan karya dari berbagai daerah dipajang di Teater Wahyu Sihombing sebagai salah satu ruang utama kegiatan. Setiap foto menyampaikan pesan tentang hubungan antara kerusakan alam dan meningkatnya risiko bencana.

Kurator pameran, Gunawan Wicaksono, menyebut pameran ini menghadirkan kesaksian visual atas kondisi lingkungan yang memburuk.

“Foto-foto ini adalah saksi bisu dari paru-paru hutan yang sesak dan laut yang muntah karena racun. Mereka hadir untuk menelanjangi mereka yang pura-pura tuli atas kerusakan lingkungan,” kata Gunawan, Sabtu, 11 April 2026.

#Medium Perlawanan Lewat Gambar

Dalam perspektif kurasi, fotografi ditempatkan sebagai alat perlawanan. Visual dinilai mampu menyampaikan fakta secara langsung, terutama ketika ruang penyampaian informasi menghadapi tekanan.

Gunawan menjelaskan, karya para pewarta foto merekam realitas yang tidak selalu muncul dalam ruang publik. Gambar menjadi cara untuk mempertahankan ingatan kolektif tentang krisis lingkungan.

“Gambar-gambar karya para pewarta foto pemberani inilah yang akan terus berteriak saat kata-kata dibatasi. Memilih untuk diam saat dunia berada di ambang kehancuran adalah bentuk persekutuan dengan kerusakan itu sendiri,” ujar Gunawan.

Sebagai Redaktur Desk Fotografi di Tempo, Gunawan menilai pameran ini juga mencerminkan situasi yang dihadapi jurnalis di lapangan. Ancaman dan intimidasi membuat ruang ekspresi semakin sempit, sehingga visual menjadi saluran penting untuk menyampaikan kebenaran.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

#Ruang Publik untuk Akuntabilitas

Pameran ini juga dipandang sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kondisi lingkungan yang terus memburuk. Karya-karya yang ditampilkan menjadi pengingat atas komitmen yang terabaikan dalam menjaga kelestarian alam.

Gunawan menilai pameran ini menghadirkan ruang refleksi bagi publik untuk melihat dampak nyata dari kerusakan lingkungan. Setiap gambar merepresentasikan suara yang selama ini terpinggirkan.

“Bumi Nusantara tidak pernah bisu, hanya dipaksa diam. Di hadapan publik hari ini, pameran ini menjadi pengadilan atas pengabaian terhadap lingkungan,” kata Gunawan.

Selain pameran foto, Pesta Media 2026 menghadirkan berbagai kegiatan lain seperti lokakarya dan talkshow. Seluruh rangkaian acara terbuka untuk umum selama dua hari pelaksanaan di kompleks TIM.

Melalui rangkaian kegiatan ini, AJI Jakarta mendorong keterlibatan publik dalam memahami krisis lingkungan sekaligus memperkuat peran jurnalisme dalam menyuarakan kepentingan masyarakat.***

 

Acara Pesta Media Disponsori oleh: ABC Australia, ABC Internasional Development, IESR, KINETIK, Konservasi Indonesia, ICEL, YIARI, GEOPIX, Aliansi Zero Waste Indonesia, Diet Plastik Indonesia, Satya Bumi, Kehati, Greenpeace, PUSAKA, AEER, Burung Indonesia, Plan Indonesia, ASEAN Center For Biodiversity.

Media Partner: Kompas.id, Tempo, Inews, Narasi, BBC News Indonesia, Publika Lab, Pandangan Jogja, Koreksi.org, SinPo Tv, Independent.id, Tirto.id, Katadata.co.id, Bisnis Indonesia, Suara.com, Deduktif.id, Progresip, Betahita, Ekuatorial, Jaring, Prohealth.id, Konde.co, Magdalene, Project Multatuli, Suar.id, Daai TV, dan Greeners.co.

Kolaborator dan Didukung oleh: AJI Indonesia, LBH Pers, Indonesian Institute of Journalism, KojI, DW, Mongabay, Garda Animalia, Politeknik Tempo, Universitas Bakrie, Universitas Kristen Indonesia, Institut Media Digital Emtek, MNC University, dan Uhamka. Acara ini juga didukung oleh Jakpro, Taman Ismail Marzuki, Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, Bank BTN, Se’Indonesia, Goto, PAM Jaya, Hokben, dan RS Persahabatan.

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *