Topik: Pesta Media 2026

Transisi Energi yang Melukai: Tekanan Tambang Nikel di Wilayah Pesisir dan Pulau Kecil Nusantara

Data Saja Tidak Cukup: Mengapa Liputan Lingkungan Kita Harus Lebih Manusiawi?

Mikroplastik di Kulit Hingga Risiko Reproduksi: Temuan Mengejutkan di Booth AZWI Pesta Media 2026

Pesta Media 2026: Melawan Pembungkam Suara Lewat Bingkai Kerusakan Lingkungan
Ketergantungan Batubara Ancam Fiskal Daerah: Urgensi Diversifikasi dan Transisi Berkeadilan
Penurunan produksi batubara nasional dan melemahnya permintaan global memperlihatkan rapuhnya ekonomi daerah penghasil, mendorong urgensi diversifikasi serta transisi energi yang berkeadilan. Ketergantungan daerah penghasil batubara terhadap…
Alarm Infertilitas di Pesta Media AJI Jakarta: Ecoton Ungkap Nanoplastik Telah Masuk ke Sperma
Tekanan Berlapis Jurnalis Perempuan: Antara Diskriminasi Redaksi dan Ancaman Digital
Ecoton Suarakan Bahaya Mikroplastik dalam Sperma di Pesta Media AJI Jakarta 2026
Melawan Dominasi Narasi Pemerintah, Jurnalis dan Masyarakat Sipil Perkuat Kolaborasi untuk Papua
Upaya membangun narasi tanding tentang Papua menguat, melibatkan jurnalis dan masyarakat sipil untuk menghadirkan suara lokal serta menyeimbangkan dominasi perspektif pemerintah dalam pemberitaan. Kolaborasi antara media…
Ecoton Suarakan Bahaya Mikroplastik dalam Sperma di Pesta Media AJI Jakarta 2026
Tekanan Berlapis Jurnalis Perempuan: Antara Diskriminasi Redaksi dan Ancaman Digital
Alarm Infertilitas di Pesta Media AJI Jakarta: Ecoton Ungkap Nanoplastik Telah Masuk ke Sperma
Ketergantungan Batubara Ancam Fiskal Daerah: Urgensi Diversifikasi dan Transisi Berkeadilan
Pesta Media 2026: Melawan Pembungkam Suara Lewat Bingkai Kerusakan Lingkungan
Mikroplastik di Kulit Hingga Risiko Reproduksi: Temuan Mengejutkan di Booth AZWI Pesta Media 2026
Uji mikroplastik pada kulit di Pesta Media 2026 menarik perhatian, mengungkap paparan partikel plastik sehari-hari serta meningkatkan kesadaran publik terhadap risiko kesehatan tersembunyi. Pameran Civil Society…
Data Saja Tidak Cukup: Mengapa Liputan Lingkungan Kita Harus Lebih Manusiawi?