Lewati ke konten

MOZAIK: 757 Kilogram Sampah Dominasi Kali Tebu Surabaya

| 3 menit baca |Sorotan | 12 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Supriyadi Editor: Supriyadi

Intervensi MOZAIK di Kali Tebu Surabaya mulai menunjukkan hasil. Dalam 24 jam, 757 kilogram sampah anorganik terangkat, menegaskan darurat plastik di aliran sungai kota.

Program Mission for Zero Plastic Leakage (MOZAIK) yang diinisiasi Ecoton mulai bergerak di Kali Tebu. Intervensi awal dilakukan melalui pemasangan trash boom atau pencegat sampah di segmen tengah sungai, tepatnya di wilayah Kelurahan Tanah Kali Kedinding dan Kelurahan Sidotopo Wetan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya sistematis menahan laju sampah plastik sebelum mengalir ke laut. Pendekatan yang digunakan tidak hanya teknis, tetapi juga berbasis kolaborasi multipihak, termasuk warga, pemerintah, dan komunitas lingkungan.

Dalam 24 jam pertama sejak pemasangan, hasilnya langsung terlihat. Tim MOZAIK mencatat total 907 kilogram sampah berhasil diangkat dari aliran sungai. Dari jumlah itu, 757 kilogram merupakan sampah anorganik – didominasi plastik sekali pakai – sementara sisanya 150 kilogram sampah organik.

Dominasi angka 757 kilogram sampah anorganik menjadi perhatian utama. Data yang mengindikasikan bahwa persoalan sampah di Kali Tebu tak hanya didoninasi sampah dan limbah rumah tangga biasa,  tapi juga akumulasi material yang sulit terurai dan berpotensi mencemari lingkungan dalam jangka panjang.

Koordinator Evakuasi Trash Boom, Heri Purnomo, menyebut capaian ini sebagai gambaran awal kondisi riil sungai. “Dalam waktu 24 jam saja, kami sudah melihat dominasi sampah anorganik yang sangat tinggi. Ini menjadi alarm bahwa persoalan plastik di Kali Tebu cukup serius,” ujarnya, Sabtu, (25/4/2026).

Heri juga menambahkan, data ini akan menjadi dasar penyusunan strategi lanjutan. “Hasil pengangkutan ini memberikan gambaran nyata kondisi sampah sungai. Program akan lebih efektif mulai Mei, saat kami memasang trash boom permanen dan membentuk satgas Kali Tebu,” kata dia.

Sampah anorganik mendominasi aliran Kali Tebu, Surabaya. | Supriyadi

#Rencana 18 Bulan dan Perluasan Segmen

Program MOZAIK tidak berhenti pada uji coba awal. Dalam rencana jangka menengah, pemasangan trash boom akan berlangsung selama 18 bulan dan mencakup tiga segmen utama Kali Tebu.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Segmen hulu meliputi wilayah Kelurahan Kapas Madya Baru dan Kelurahan Simokerto. Segmen tengah tetap berada di Kelurahan Sidotopo Wetan dan Kelurahan Tanah Kali Kedinding. Adapun segmen hilir mencakup Kelurahan Bulak Banteng dan Kelurahan Tambak Wedi.

Manager Data dan Informasi MOZAIK, Alaika Rahmatullah, menilai angka 757 kilogram sampah anorganik dalam sehari tidak bisa dipahami sebagai angka olahan statistic semata, tetapi hal itu sudah menunjukkan indikator krisis lingkungan yang terjadi di Surabaya.

“Jika dalam satu titik saja bisa terkumpul 757 kilogram sampah anorganik dalam sehari, kita bisa membayangkan akumulasi dalam sebulan atau setahun. Ini bukan angka kecil,” ujarnya dengan nada menekan.

Menurut Alaika, pengumpulan data akan terus dilakukan untuk membaca pola dan sumber sampah. “Kami tidak hanya mengangkut, tetapi juga memetakan. Data ini penting untuk intervensi kebijakan, termasuk pengurangan plastik dari hulu,” kata dia.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada keterlibatan warga. Tanpa perubahan perilaku di tingkat rumah tangga, teknologi seperti trash boom hanya akan menjadi solusi sementara.

Dengan rencana jangka panjang dan dukungan multipihak, MOZAIK menargetkan Kali Tebu tidak lagi menjadi jalur sampah plastik menuju laut. Namun, capaian awal 757 kilogram dalam sehari menjadi peringatan bahwa pekerjaan besar masih menanti.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *