Lewati ke konten

Sentuhan Manis Kemerdekaan Bangsa Ke-81: Rajin Pilah Sampah, Warga Simokerto Surabaya Dihadiahi Minyak Goreng

| 4 menit baca |Kali Tebu | 4 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: News Release Editor: Supriyadi
  • Warga RW 13 Simokerto Surabaya menerima reward telur dan minyak goreng pada 13 Agustus 2026.
  • Penghargaan diberikan setelah warga konsisten memilah sampah rumah tangga selama empat minggu sejak Juli.
  • Pemantauan rutin dilakukan oleh Kader Surabaya Hebat bersama Satgas Kali Tebu Lestari di lokasi.
  • Sampah organik masuk komposter, sampah daur ulang disetor ke bank sampah setempat dengan tertib.
  • Langkah pengelolaan mandiri dari rumah terbukti efektif menekan volume timbulan sampah ke TPS kota.

WARGA Kampung MOZAIK RW 13 Kelurahan Simokerto menerima apresiasi istimewa. Apresiasi diserahkan secara langsung kepada warga pada Kamis, 13 Agustus 2026. Apresiasi itu berbentuk paket paket telur dan minyak goreng, bagi warga yang konsisten memilah sampah.

Wati, salah satu warga RW 13 Simokerto, penerima paket mengatakan, pemilahan yang  ia lakukan secara rutin perlahan,  kemudian menjadi kebiasaan dalam rumah tangganya.

“Awalnya memang perlu membiasakan diri untuk memisahkan sampah, tapi lama-lama jadi kebiasaan. Sekarang kalau ada sampah organik langsung kami pisahkan untuk dimasukkan ke komposter, sementara botol, kardus, dan sampah yang masih bernilai dikumpulkan untuk bank sampah. Adanya reward ini membuat kami merasa usaha kecil yang dilakukan setiap hari ternyata dihargai,” ujar Wati.

Pemberian apresiasi ini digelar, sekaligus menyambut Peringatan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia Ke-81. Kegiatan yang merupakan hasil pemantauan intensif selama empat minggu berturut-turut ini. Secara langsung sejak bulan Juli hingga pertengahan bulan Agustus tahun 2026 ini.

Program pemantauan memang dirancang, guna mengukur kepatuhan warga dalam mengelola sampah di rumah. Pemantauan harian difokuskan pada pemisahan sampah organik, daur ulang, dan residu. Langkah ini mendorong terciptanya kebiasaan hidup bersih pada tingkat rumah tangga.

BACA JUGA:  Ecoton Soroti Lemahnya Pengawasan Usai Limbah Ayam Cemari Sungai Brantas Jombang
Warga Kampung MOZAIK RW 13 Simokerto mencatat konsistensi pemilahan sampah rumah tangga sebagai bagian dari pemantauan pengelolaan sampah dari sumber | Foto: Dok. ECOTON

#Mekanisme Pemantauan dan Pengelolaan

Menurut praktisi Zero Waste Ecoton,Tonis Afrianto, pencatatan kepatuhan ini dilakukan secara rutin oleh Kader Surabaya Hebat. Petugas KSH bekerja sama dengan Satgas Kali Tebu Lestari di lapangan. Tim pemantau melihat langsung praktik pengelolaan sampah di setiap rumah warga.

“Sampah organik yang terkumpul dimasukkan secara rutin ke dalam fasilitas komposter. Warga memanfaatkan sarana sumur kompos, tong komposter, serta fasilitas Lahsamor lingkungan. Pengolahan mandiri ini mengubah limbah organik dapur menjadi pupuk tanaman bermanfaat,” ungkap Tonis.

Material daur ulang, lanjut Tonis, seperti botol plastik dan kardus dikumpulkan dengan rapi. Sampah kertas dan barang bernilai ekonomi lainnya disetorkan menuju bank sampah. “Sementara itu, sampah kategori residu diletakkan pada wadah penampungan untuk diangkut, “ ungkap Tonis.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Sementara itu, Kader Surabaya Hebat (KSH) RW 13 Simokerto, Gianik menjelaskan, proses pemantauan tidak hanya melihat apakah warga sudah memilah sampah, tetapi juga memastikan sampah yang telah dipilah dikelola melalui jalur yang tepat.

“Selama empat minggu kami bersama Satgas Kali Tebu Lestari rutin memantau dan mencatat pemilahan sampah warga. Kami melihat sudah banyak warga yang mulai tertib memilah menjadi organik, daur ulang, dan residu. Harapannya kebiasaan ini terus berjalan meskipun masa pemantauan dan pemberian reward sudah selesai, sehingga sampah yang dibuang ke TPS semakin sedikit,” jelas Gianik.

Apresiasi bagi warga yang disiplin memilah sampah organik, daur ulang, dan residu selama program pemantauan empat pekan | Dok. ECOTON

#Dampak Positif Lingkungan Permukiman

Pemberian reward ini, jelas Tonis, menjadi bentuk apresiasi nyata bagi warga yang senantiasa konsisten. Apresiasi ini diharapkan memotivasi warga lain untuk mulai memilah dari rumah. Kebiasaan baik ini diharapkan menjadi rutinitas harian, tanpa perlu pengawasan khusus.

BACA JUGA:  SMPN 218 Jakarta Kembangkan Sekolah Minim Sampah

“Kepatuhan masyarakat memilah sampah memberikan dampak langsung pada pengurangan volume limbah. Sampah organik tidak lagi terbuang sia-sia menuju TPS kota. Sampah daur ulang kini berhasil masuk kembali ke dalam rantai industri,” jelas perwakilan tokoh masyarakat setempat, “ jelas Tonis.

Melalui pola pengelolaan terpadu ini, hanya sampah residu yang perlu diangkut. Praktik di RW 13 Simokerto membuktikan pentingnya peran warga menekan limbah. Penurunan volume limbah dari sumber mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir sampah.

“Pengelolaan sampah mandiri juga mencegah terjadinya sumbatan pada saluran air permukiman. Kolaborasi erat antara warga, KSH, dan Satgas Kali Tebu Lestari terus diperkuat. Sinergi ini menjaga kebersihan lingkungan serta melindungi sungai dari pencemaran sampah,” pungkas tim penggerak lingkungan, “ jelas memungkasi keterangannya.

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *