Lewati ke konten

Kronologi Kebakaran PT Wings Surya Driyorejo hingga Busa Kali Surabaya

| 8 menit baca |Eksploratif | 1 dibaca
Oleh: Titik Terang Editor: Supriyadi
  • Kebakaran Gudang Wings Surya berlangsung empat jam, lalu busa muncul hingga Kali Surabaya dua hari kemudian.
  • Gudang menyimpan sekitar 2.000 ton bahan baku, sebelum api dikuasai sekitar pukul 20.00 WIB.
  • PJT I menaikkan debit Bendung Mlirip dari 20 menjadi 25 m³/detik pada Sabtu malam.
  • Sedikitnya 12 kendaraan pemadam dikerahkan, sementara busa dan ikan mabuk mulai terpantau Sabtu malam.
  • Pada 7 September, ikan mati ditemukan dan DO Kali Tengah dilaporkan mengalami penurunan signifikan.

#Jumat, 4 September 2026 — Kebakaran Bermula

Sekitar pukul 16.04–16.15 WIB

Kebakaran terjadi di kompleks pergudangan PT Wings Surya, Driyorejo, Kabupaten Gresik. Sejumlah laporan menyebut kejadian sekitar pukul 16.04 WIB, sementara laporan lain mencatat pukul 16.10–16.15 WIB.

Lokasi kebakaran berada di Jalan Raya Driyorejo KM 22,9, Desa Tenaru, Kecamatan Driyorejo. Kebakaran pertama kali diketahui setelah seorang karyawan melihat kepulan asap dari arah gudang.

Berdasarkan keterangan Kapolsek Driyorejo Kompol Gatot Setyo, saksi kemudian mendekati lokasi untuk memastikan sumber asap. Setelah itu, saksi melaporkan kejadian tersebut kepada koordinator keamanan perusahaan.

“Saksi kemudian berlari menuju arah kepulan asap untuk memastikan kejadian tersebut,” kata Gatot, sebagaimana dikutip Detik, Jumat (4/9/2026).

Sesampainya di lokasi, saksi bertemu dengan Karyo, seorang sopir yang berada di dalam gudang untuk melakukan bongkar muatan. Setelah mengetahui adanya asap, Karyo langsung mengeluarkan kendaraannya dari dalam gudang.

“Melihat ada asap, saksi kemudian melaporkan kepada koordinator security PT Wings Surya. Pihak security selanjutnya menghubungi kepolisian dan petugas pemadam kebakaran untuk melakukan penanganan,” tambah Gatot.

Kebakaran melanda pergudangan PT Wings Surya di Driyorejo, Gresik, Jumat (4/9/2026). | Foto: Dok. Damkar Gresik

Gudang yang Terbakar

Informasi dari petugas di lokasi menyebut kebakaran terjadi di Gudang 2 dan Gudang 3. Kedua gudang tersebut digunakan untuk menyimpan bahan baku pembuatan deterjen dan sabun.

Kapasitas penyimpanan disebut mencapai sekitar 2.000 ton. Bahan yang berada di dalamnya antara lain soda ash atau sodium karbonat, SLS serta bahan baku lainnya.

Sumber lain dari petugas di lapangan menyebut terdapat potasium dan sodium bikarbonat. Banyaknya material yang tersimpan membuat api cepat membesar dan proses pemadaman berlangsung cukup lama.

Sore–Malam — Pemadaman Berlangsung

Petugas pemadam kebakaran dari sejumlah unit dikerahkan menuju lokasi. Sedikitnya 12 kendaraan pemadam dilaporkan diterjunkan untuk melakukan pemadaman dan pembasahan.

Api membakar bagian gudang penyimpanan bahan baku. Kepulan asap tebal terlihat dari kawasan sekitar pabrik.

Dalam proses pemadaman digunakan foam atau busa pemadam. Penggunaan foam ini kemudian menjadi perhatian setelah beberapa hari kemudian muncul busa di Kali Tengah dan Kali Surabaya.

BACA JUGA:  Tradisi Reresik Kali Koreksi Kegagalan Pendekatan Teknokratis Pengelolaan Sungai di Jawa Timur

Namun, hubungan sebab-akibat antara penggunaan foam pemadam dan pencemaran sungai masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan laboratorium.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik, Suyono, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 16.24 WIB melalui layanan darurat 112.

Petugas Pos Driyorejo kemudian langsung bergerak menuju lokasi. Unit Wiyung dan Warugunung turut dikerahkan untuk membantu proses pemadaman.

Sejumlah unit pemadam milik perusahaan sekitar juga ikut membantu. Unit yang dikerahkan antara lain PMK PT KAS Wings, PMK PT Dayasa Aria Prima dan kawasan industri Warugunung.

PMK PT Garuda Food serta internal PT Wings Surya juga dilibatkan dalam penanganan kebakaran.

“Pemadaman dibantu beberapa unsur, termasuk pemadam dari Gresik, Surabaya,” jelas Suyono.

Menurut Suyono, unit pemadam perusahaan turut membantu proses pengendalian api. Dukungan tersebut diperlukan karena kebakaran berlangsung cukup lama.

Sekitar pukul 20.00 WIB

Setelah sekitar empat jam, api dilaporkan berhasil dikuasai. Polisi kemudian melakukan pendataan dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Api berhasil dikuasai sekitar pukul 20.00 WIB, sementara proses pembasahan berlanjut setelahnya. Dengan demikian, pukul tersebut merupakan waktu api berhasil dikendalikan, bukan seluruh operasi penanganan selesai.

Penyebab pasti kebakaran belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan. Polisi juga masih melakukan pendataan dampak serta kerugian akibat kejadian tersebut.

Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kebakaran tersebut.

Warga menangkap ikan yang tampak manggut di Kali Jagir, Minggu (6/9/2026) malam. Kondisi ini memicu kekhawatiran karena sebelumnya Kali Jagir dilaporkan berbusa dan berbau tidak sedap, diduga terkait pencemaran. Warga diimbau tidak gegabah mengonsumsi ikan sebelum keamanan kualitas air dipastikan. | Foto: info.suroboyoan

#Sabtu, 5 September 2026 — Indikasi Gangguan Kualitas Air

Malam Hari

Sehari setelah kebakaran, muncul indikasi gangguan kualitas air di aliran sungai sekitar kawasan tersebut.

PJT I menyebut busa dan ikan yang terlihat mabuk mulai terpantau pada Sabtu malam. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena aliran Kali Tengah terhubung dengan Kali Surabaya.

Pada malam yang sama, PJT I mulai melakukan langkah mitigasi dengan meningkatkan debit air dari Bendung Mlirip.

Debit yang sebelumnya sekitar 18–20 m³/detik dinaikkan menjadi 25 m³/detik. Peningkatan debit dilakukan mulai sekitar pukul 21.00 WIB untuk membantu proses penggelontoran dan mempercepat pemulihan kualitas air.

Kepala Sub Divisi Pengelolaan SDA WS Brantas 3 Perum Jasa Tirta I, Agung Wicaksono, mengatakan PJT I terus memantau kondisi lapangan.

BACA JUGA:  Ikan-Ikan Mabuk di Sungai Surabaya: Antara DO Rendah dan DO’a Lingkungan yang Tak Terkabul

PJT I juga melakukan pengaturan tata air secara intensif untuk mendukung percepatan pemulihan kualitas air Kali Surabaya.

“Sejak menerima informasi adanya penurunan kualitas air di Kali Surabaya, kami langsung sigap melakukan sejumlah langkah operasional sebagai bagian dari upaya pengelolaan sumber daya air,” ujar Agung.

“Debit dari Mlirip ditingkatkan dari 20 m³/detik menjadi 25 m³/detik untuk membantu penggelontoran. Di saat yang sama, tim kami melakukan pengambilan sampel dan pemantauan kualitas air pada lima titik,” katanya.

Warga berbondong-bondong mendatangi Kali Jagir untuk menangkap ikan, meski permukaan sungai dipenuhi busa. | Foto: info.suroboyoan

#Minggu, 6 September 2026 — Busa Memenuhi Kali Surabaya

Pagi

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Busa putih terlihat di sejumlah bagian aliran Kali Surabaya. Kondisi tersebut kemudian menjadi perhatian karena aliran sungai berfungsi sebagai bagian penting sistem air baku PDAM Surya Sembada Kota Surabaya.

PJT I mengaitkan kemunculan busa dengan dugaan masuknya foam pemadam kebakaran ke Kali Tengah setelah kebakaran PT Wings Surya.

Menurut PJT I, foam dalam jumlah besar diduga masuk ke Kali Tengah. Material tersebut kemudian terbawa aliran hingga menuju Kali Surabaya.

Namun, pada tahap tersebut hubungan tersebut masih berupa dugaan. Kesimpulan mengenai sumber pencemar tetap membutuhkan hasil pemeriksaan laboratorium.

Busa Bergerak Menuju Hilir

Kemunculan busa menjadi perhatian karena Kali Surabaya merupakan bagian penting sistem air baku PDAM Surya Sembada Kota Surabaya.

PJT I kemudian mengambil sampel air di sejumlah lokasi. Pengambilan sampel dilakukan untuk mengetahui kondisi kualitas air sekaligus menelusuri sumber dan karakter pencemar.

PJT I juga melakukan pengaturan aliran air. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mempercepat pengenceran dan mengurangi konsentrasi pencemar.

Penanganan Busa

Busa yang sudah berada di bagian hilir kemudian diarahkan keluar melalui Pintu Air Jagir menuju laut.

Langkah tersebut dilakukan agar material pencemar tidak terus berada di aliran Kali Surabaya. Pengaturan aliran menjadi bagian dari upaya penanganan kondisi sungai.

Petugas PJT I mengambil sampel air di muara Kali Tengah, Driyorejo, Gresik, untuk memantau kualitas air pascakebakaran. | Foto: PJT I

#Senin, 7 September 2026 — Kondisi Mulai Membaik, Sumber Pencemar Belum Pasti

PJT I melaporkan kondisi Kali Surabaya mulai berangsur normal setelah sebelumnya dipenuhi busa.

Namun, hasil pemeriksaan laboratorium belum sepenuhnya selesai. PJT I masih melakukan analisis terhadap sampel air yang telah diambil dari beberapa titik.

BACA JUGA:  Eco Aksi dan Refilin Tekan Sampah Sachet di Kali Tebu Surabaya Melalui Guna Ulang

DO Turun dan Ikan Mabuk

Pemeriksaan lapangan menemukan adanya penurunan dissolved oxygen (DO) atau oksigen terlarut di Kali Tengah.

Menurut PJT I, penurunan oksigen tersebut berkaitan dengan munculnya ikan yang terlihat mabuk atau naik ke permukaan karena kekurangan oksigen.

Meski demikian, PJT I belum dapat memastikan jenis polutan maupun sumber pasti pencemaran.

Pemeriksaan dilakukan bersama DLH dan unsur penegakan hukum lingkungan. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat menjelaskan karakter pencemar dan sumbernya.

Air PDAM Terdampak

Pada saat yang sama, sejumlah pelanggan PDAM Surya Sembada melaporkan air yang keruh dan berbusa.

PDAM melakukan flushing atau penggelontoran pada jaringan pipa untuk membersihkan air yang terdampak. PDAM juga menambah aerasi pada air baku dan melakukan penanganan pada jaringan distribusi.

ECOTON Menemukan Ikan Mati

Pemantauan lingkungan kemudian menemukan persoalan lain. ECOTON melaporkan masih menemukan ikan mati dan ikan dengan gerakan tidak normal di permukaan air pada pemantauan 7 September.

Beberapa jenis ikan yang ditemukan antara lain bader bang, bader putih, hampala dan keting.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa persoalan di Kali Surabaya tidak hanya terlihat dari perubahan visual berupa busa. Gangguan juga ditemukan pada organisme yang hidup di dalam sungai.

#Selasa, 8 September 2026 — Persoalan Belum Sepenuhnya Selesai

Hingga 8 September, kondisi fisik Kali Surabaya mulai membaik. Busa tidak lagi terlihat seperti saat puncak kejadian.

Namun, membaiknya kondisi secara visual belum berarti persoalan selesai. Pemeriksaan kualitas air dan penelusuran sumber pencemar masih berlangsung.

Beberapa hal masih menunggu kepastian. Penyebab kebakaran PT Wings Surya belum diketahui dan masih diselidiki.

Dampak serta kerugian akibat kebakaran juga masih didata. Sementara itu, sumber pasti material yang menyebabkan gangguan kualitas sungai belum ditetapkan.

Dugaan bahwa busa berasal dari foam pemadaman kebakaran masih harus dibuktikan melalui uji laboratorium.

Di sisi lain, penurunan DO di Kali Tengah telah ditemukan ketika gangguan kualitas air berlangsung. Ikan mabuk dan ikan mati juga ditemukan dalam pemantauan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Kali Surabaya merupakan bagian penting sistem air baku PDAM Surya Sembada.

Karena itu, pemeriksaan kualitas air masih diperlukan untuk mengetahui kandungan material pencemar. Penelusuran juga penting memastikan dari mana material tersebut masuk ke badan sungai.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya menjadi dasar untuk memastikan hubungan antara kebakaran, proses pemadaman, dan gangguan kualitas air Kali Surabaya.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *