Lewati ke konten

Ngobrol Santai bareng Natasya: Awalnya “Buntu”, Sekarang Hafal Nama Ikan Kali Surabaya

| 4 menit baca |Siswa Peduli Lingkungan | 9 dibaca
Oleh: Titik Terang Editor: Supriyadi
  • Dulu buta soal ikan Kali Surabaya, kini Natasya hafal luar kepala. Intip cerita lengkapnya!
  • Rumah mepet sungai tapi nggak kenal ikannya? Simak obrolan seru bareng Natasya di sini!
  • Dari main detektif sungai, Natasya makin sadar bahaya sampah plastik. Yuk, baca kisah inspiratifnya!
  • Kepo cerita Natasya yang tergerak bikin komunitas peduli lingkungan? Buka artikel selengkapnya di sini!
  • Belajar ekosistem langsung di sungai bikin Natasya melek lingkungan. Intip keseruannya di artikel ini!

 

DI tengah ramainya suasana Surabaya River Fest 2026, kita sempat ngobrol seru bareng salah satu peserta yang positive vibes banget, nih! Namanya Natasya Septiya Ramadhani, siswi berusia 17 tahun dari kelas 11 MA Raden Paku Wringinanom, Gresik.

Uniknya, Natasya ini warga lokal asli Desa Lebani Suko, Wringinanom — alias rumahnya emang mepet banget sama Kali Surabaya. Tapi siapa sangka, sebelum ikut acara ini, dia justru belum familiar sama sekali sama ikan-ikan lokal yang hidup di “pekarangan rumahnya” sendiri.

Yuk, simak obrolan seru dan inspiratif bareng Natasya di taman bantaran Kali Surabaya, Selasa (22/9/2026)!

“Sebelum ikut Surabaya River Fest, apa sih yang kamu ketahui tentang ikan-ikan lokal Kali Surabaya?”

“Ikan-ikan lokal… apa ya? Jujur, belum pernah tahu sebelum ikut kegiatan di sini,” aku Natasya jujur.

Padahal rumahnya dekat banget sama sungai! Tapi berkat acara ini, awareness-nya langsung naik drastis.


“Kalo bukan kita yang jaga sungai, terus siapa lagi?” Momen kece para pelajar saat menyuarakan aksi nyata mereka buat menjaga Kali Brantas dan tegas menolak sampah plastik! Nggak cuma sekadar ikut acara, anak-anak SMA ini membuktikan kalau generasi muda bisa banget ngambil peran penting demi kelestarian ekosistem sungai bersama. | Foto: Fully Syafi

“Terus setelah ikut kegiatan ini, dapet insight apa?”

“Setelah ikut kegiatan ini, saya jadi lebih tahu jenis-jenis ikan lokal di Kali Surabaya. Ada ikan jendil, ikan papar, ikan hampala, terus ada ikan gabus, dan lain-lainnya,” jawabnya antusias.

(Buat informasi aja nih, berdasarkan Sensus Ikan Kali Surabaya 2026 yang digelar Ecoton bareng PT Petrokimia Gresik lewat program Petro Tirta, Kali Surabaya itu rumah buat jenis ikan endemik kayak Jendil, Rengkik, Bader Merah, Bader Putih, Palung, Keting, Papar, sampai Monto!)

#Misi Find the Fish Jadi Favorit!

Dari tiga misi detektif sungai yang ada — Find the Fish, Read the River, dan Find the Solution — Natasya punya satu yang paling bikin dia terkesan.

BACA JUGA:  Dari Afdeeling Kolonial sampai Proyek Serbaguna, Nasib Sungai Brantas Tetap Serba Guna—Termasuk Buat Buang Limbah dan Sampah

“Dari tiga misi kemarin, mana yang paling seru buat kamu?”

“Yang Find the Fish! Menurut aku seru banget karena setelah baca penjelasan soal ikan, kita jadi tahu fun fact mereka. Mulai dari bentuk siripnya yang tipis, sisik yang lepas, sampai warna mata ikan. Menurutku itu menarik dan seru banget buat dipelajari,” jelas Natasya.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

“Jangan jadiin Kali Brantas ‘tempat sampah’ raksasa industri!” Aksi vokal Natasya Septiya Ramadhani saat menyuarakan pesan pentingnya menyetop pembuangan limbah industri tanpa pengolahan ke Kali Brantas. Buat doi dan temen-temen sebayanya, sungai itu urat nadi kehidupan, bukan tempat penampungan racun yang bisa ngerusak ekosistem dan masa depan generasi muda! | Foto: Fully Syafi

#Wake Up Call Soal Sampah Plastik & Rencana Buat Sekolah

Nggak cuma belajar fakta unik soal ikan, Natasya juga dapet eye-opening moment soal kondisi lingkungan, terutama bahaya sampah plastik buat ekosistem air.

“Setelah tahu kondisi sungai, gimana pandanganmu soal sampah plastik?”

“Ternyata sampah plastik buat sungai itu berbahaya banget dan ngaruh besar ke ekosistem ikan. Saya ingin merubah sungai-sungai tercemar di sekitar kita supaya ekosistem ikannya tetap terjaga,” tegasnya.

“Ada pikiran buat bikin komunitas siswa peduli lingkungan di sekolah?”

“Mungkin ya, udah kebayang sedikit. Ke depannya bakal saya usahain buat tingkatkan biar makin berkembang.”

“Kalau dikasih kesempatan ngajak temen-temen MA Raden Paku, apa hal pertama yang bakal kamu sampaikan?”

“Pastinya tentang pentingnya menjaga lingkungan. Saya mau ngajak mereka ikut kegiatan Ecoton kayak gini, karena di sini dapet gambaran jelas banget soal dampak sampah ke sungai.”

#Pesan Natasya Buat Kita Semua

Di akhir obrolan, Natasya nitip pesan simpel tapi ngena banget buat masyarakat, temen-temen sebaya, bahkan para guru.

“Pesan saya, tetap jaga kebersihan sungai dan ingat pentingnya buang sampah pada tempatnya. Jangan sampai kita mencemari ekosistem ikan yang ada di sungai!” tutupnya.

BACA JUGA:  Skandal Limbah Daging Brantas: Warga Pertanyakan Kinerja DLH Jombang

Gimana, guys? Dari Natasya kita belajar kalau belajar lingkungan itu nggak harus dari teori buku aja. Begitu terjun langsung, rasa peduli itu pasti tumbuh sendiri!***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *