Lewati ke konten

Darurat Air Clean! Ketika Tiga Pelajar SMA Buka Suara Soal Nasib Kali Surabaya

| 7 menit baca |Pelajar Mbois | 15 dibaca
  • Intip hasil penelitian air BIOTILIK dan jejak sejarah Kali Surabaya lewat karya kritis tiga pelajar SMA di sini!
  • Skor uji air capai 2,8! Simak analisis Nadia, Natasya, dan Akbar soal ancaman limbah di Kali Surabaya.
  • Mengapa Kali Surabaya jadi penopang air baku PDAM warga? Temukan dampaknya lewat tiga kacamata kritis generasi muda!
  • Dari peradaban Kerajaan Majapahit hingga krisis limbah rumah tangga, mari baca catatan inspiratif pelajar Sidoarjo-Gresik sekarang!
  • Bersama cegah pencemaran air! Pelajari fakta kondisi sungai dan aksi nyata menjaga Kali Surabaya dari ulasan para pelajar.

PELAKASANAAN Kali Surabaya Festival 2026 yang digelar di Taman Suaka Ikan Ecoton, Wringinanom, Gresik pada 21–25 September 2026, menjadi panggung berharga bagi generasi muda untuk bersuara. Lewat berbagai aktivitas edukatif dan penelitian di lapangan, para pelajar diajak menyelami langsung realita kondisi sungai yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Jawa Timur.

Tiga catatan inspiratif dari Nadia Eka Cahyani Putri (SMAN 1 Wringinanom), Natasya Septiya Ramadhani (MA Raden Paku Wringinanom), dan Muhammad Akbar (SMAN 1 Tarik Sidoarjo) membedah Kali Surabaya secara komprehensif. Mulai dari temuan uji air metode BIOTILIK di Wringinanom, jejak sejarah peradaban sungai sejak zaman Majapahit, hingga peran vitalnya sebagai penopang air baku PDAM dan penggerak ekonomi warga. Simak ulasan kritis nan penuh semangat dari mereka bertiga yang mengingatkan kita pentingnya menjaga kelestarian Kali Surabaya demi masa depan bersama![]

Seru banget bisa ngumpul bareng di sini! Nggak cuma kita-kita yang SMA, tapi ada adik-adik dari SD, MI, sampai SMP yang ikutan antusias belajar memahami kondisi sungai kita. Momen lesehan bareng ini bukti kalau kepedulian lingkungan itu nggak memandang usia—semua kompak demi menjaga kelestarian Kali Surabaya! | Foto: Supriyadi

Nadia Eka Cahyani Putri
Kelas: X-4 |  SMAN 1 Wringinanom

#AYO JAGA KALI SURABAYA!

KALIAN tahu nggak sih, Kali Surabaya itu salah satu sumber air baku paling vital di Jawa Timur? Nah, pas pelaksanaan acara Kali Surabaya Fest ’26 selama 5 hari kemarin di Taman Suaka Ikan Ecoton (Dusun Krajan, RT.01/RW.05, Kandangasin, Wringinanom, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik), kita diajak buat melihat kondisi Kali Surabaya secara langsung. Di sana, kita dikenalkan sama materi penting soal cara melindungi hak-hak sungai, plus belajar alasan kenapa ikan butuh sungai sebagaimana sungai juga butuh ikan!

BACA JUGA:  Ecoton dan Relawan Selamatkan Mangrove dari Jeratan Sampah Plastik

Pas kegiatan, kelompok aku sempat ngelakuin penelitian langsung pakai metode BIOTILIK. Dari hasil pengumpulan data dan pengamatan kita, Kali Surabaya ternyata masuk kategori sungai yang tercemar ringan dengan skor 2,8—yang artinya skor ini belum sepenuhnya memenuhi standar mutu air yang ideal. Kenapa hal ini bisa terjadi? Kemungkinan besar karena tingginya tumpukan limbah bahan organik yang bikin aktivitas mikroorganisme melonjak drastis, sampai-sampai menguras habis kadar oksigen di dalam air!

Faktanya, masalah utama Kali Surabaya saat ini emang bersumber dari air limbah hasil aktivitas manusia yang main buang aja ke sungai. Bahkan sekitar 60% pencemaran di sini datangnya dari limbah domestik rumah tangga! Padahal, sekitar 96% air yang diambil sama PDAM Surabaya berasal dari sungai ini. Bayangin kalau air yang kita pakai sehari-hari terus-terusan dicemari?

Lantas, gimana sih cara kita sebagai generasi muda buat bantu mengurangi limbah? Gampang kok, bisa dimulai dari kebiasaan simpel kaya mengurangi penggunaan barang-barang plastik sekali pakai. Yuk, mulai biasakan bawa tumbler atau botol minum stainless steel yang awet dipakai sampai 10 tahun, dan selalu bawa tas belanja kain pas lagi jalan-jalan atau jajan! Small steps, big impact buat Kali Surabaya!

Momen seru kelompok “SUNGAI” pas lagi ngumpul dan ngegerombol bareng! Dari yang fokus merhatiin HP sampai yang lagi asyik diskusi, semangat kolaborasi teman-teman pelajar ini bikin suasana belajar kelompok jadi makin makin asyik dan kompak. | Foto: Supriyadi

Natasya Septiya Ramadhani
Kelas: 11 | MA Raden Paku Wringinanom

#Mengenal Kali Surabaya: Apa Perannya, Mengapa Kritis, dan Bagaimana Nasibnya di Masa Depan?

KALIAN tahu nggak sih, Kali Surabaya itu sebenarnya salah satu anak sungai paling krusial dari Sungai Brantas yang membentang sepanjang kurang lebih 42 kilometer? Aliran sungai ini mengalir mulai dari Pintu Air Mlirip di Mojokerto sampai ke Pintu Air Jagir di Wonokromo, Surabaya. Nggak cuma ngalir gitu aja, Kali Surabaya ini juga membelah sekaligus jadi batas alam buat wilayah Mojokerto, Gresik, Sidoarjo, sampai Surabaya.

Penasaran nggak sih sama jalurnya? Sumber airnya itu berasal langsung dari percabangan Sungai Brantas di Mojokerto. Pas sampai di kawasan Wonokromo (Surabaya), Kali Surabaya ini bercabang lagi jadi dua jalur:

BACA JUGA:  Nina Peringatkan Dampak Racun Plastik yang Mengancam Kesehatan Perempuan Pengumpul Sampah Gresik, Berkirim Surat kepada Bupati

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

  • Kalimas: Mengalir ke arah utara melewati pusat kota Surabaya sampai bermuara di Pelabuhan Tanjung Perak.
  • Kali Jagir: Mengalir ke sisi timur menuju area Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya).

Secara sejarah, Kali Surabaya ini terbentuk secara alami sebagai bagian dari aliran sungai purba dan anak Sungai Brantas, yang jejak peradabannya udah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit pada abad ke-13 (sekitar tahun 1200-an hingga 1293 M)! Nah, walau usianya udah berabad-abad, sampai detik ini penelitian di Kali Surabaya masih terus berjalan aktif, terutama riset-riset penting kaya ancaman mikroplastik dan kualitas air.

Bukan cuma para peneliti kawakan, riset di Kali Surabaya ini dilakukan sama kolaborasi berbagai elemen—mulai dari LSM lingkungan, akademisi kampus, sejarawan, arkeolog, warga sekitar, sampai kita-kita yang masih berstatus pelajar!

Kenapa sih riset dan kepedulian ini penting banget? Soalnya, Kali Surabaya punya fungsi yang super vital dan strategis buat jutaan warga Jawa Timur:

  • Pemasok Utama Air PDAM: Sungai ini menyuplai sekitar 97% bahan baku air baku PDAM Surya Sembada Kota Surabaya buat nyukupi kebutuhan air bersih lebih dari 3 juta warga! Nggak cuma Surabaya, warga Gresik dan Sidoarjo juga bergantung dari sini.
  • Rumah Keanekaragaman Hayati: Berdasarkan sensus ikan berkala, sungai ini jadi rumah nyaman buat ikan-ikan lokal kaya jendil, rengkik, bader merah, bader putih, keting, sampai palung demi menjaga rantai makanan dan keseimbangan ekosistem.

Nah, setelah tahu fakta-fakta keren sekaligus kondisi kritisnya, kita sebagai generasi muda wajib banget ikut ambil bagian buat menjaganya lewat aksi nyata:

  • Stop buang sampah dan popok sembarangan ke aliran sungai.
  • Ikut aktif mendukung gerakan Bank Ikan atau kawasan Suaka Ikan.
  • Kompak ikutan gotong royong dan kerja bakti bersih sungai secara rutin.
  • Mendorong pengolahan limbah domestik dan industri yang benar sebelum dibuang.
BACA JUGA:  Jejak Busa Beracun hingga Surga Pemancing: Menyingkap Sisi Gelap & Terang Kali Surabaya

Masa depan Kali Surabaya ini ada di tangan kita semua! Pemulihan ekosistem sungai jelas nggak bisa ditunda-tunda lagi demi menjamin ketersediaan air bersih dan keseimbangan alam. Aksi nyata kita hari ini bakal jadi penentu, apakah Kali Surabaya bakal terus menghidupi kita atau justru berubah jadi sumber bencana di masa depan!***


Muhammad Akbar
Kelas: XI-4 | SMAN 1 Tarik, Sidoarjo

#Menjaga Kali Surabaya: Sumber Air Utama yang Butuh Aksi Nyata

KALIAN tahu nggak sih, Kali Surabaya itu salah satu sungai paling vital di Jawa Timur? Sungai ini mengalir membentang sepanjang kurang lebih 41 kilometer, mulai dari Bendungan Mlirip di Mojokerto sampai ke kawasan Jagir di Kota Surabaya.

Sebagai anak Sungai Brantas, peran Kali Surabaya ini bener-bener krusial banget buat kehidupan kita sehari-hari. Sungai ini jadi sumber utama bahan baku air bersih yang diolah PDAM buat mencukupi kebutuhan jutaan warga Surabaya dan sekitarnya. Nggak cuma buat kebutuhan rumah tangga, Kali Surabaya juga jadi penopang roda ekonomi karena menyuplai kebutuhan air buat ratusan industri yang berdiri di sepanjang alirannya.

Tapi sayangnya, peran super penting ini harus berhadapan sama tantangan yang berat banget, yaitu masalah pencemaran lingkungan. Mulai dari gempuran limbah cair pabrik-pabrik industri sampai tumpukan sampah domestik dari aktivitas warga sehari-hari.

Untungnya, sekarang berbagai upaya revitalisasi terus digalakkan sama pemerintah bareng komunitas-komunitas peduli lingkungan demi mengembalikan kelestarian ekosistem sungai. Edukasi ke masyarakat luas dan pengawasan yang ekstra ketat terhadap limbah industri jelas jadi kunci utama. Harapannya, Kali Surabaya bisa tetap lestari dan terus menopang kehidupan kita sampai generasi mendatang!***

Catatan Redaksi: Artikel ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON) dan PT Petrokimia Gresik (Persero) melalui Program Petro Tirta.

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *