Lewati ke konten

Akhirnya Bojonegoro Punya Sekda Lagi: Edi Susanto Naik Tahta, Ujung Oktober Tak Lagi Hanya Soal Bisik-Bisik

| 2 menit baca |Sorotan | 5 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Hamim Anwar Editor: Supriyadi
Terverifikasi Bukti

SETELAH berbulan-bulan Bojonegoro, Jawa Timur, hidup tanpa Sekretaris Daerah (Sekda) definitif, teka-teki siapa yang bakal duduk di kursi “orang ketiga” Pemkab itu akhirnya terjawab. Dari lima nama yang ikut seleksi, hanya tiga yang berhasil menembus babak final, Edi Susanto (Sekwan DPRD Bojonegoro), Eka Atikah (Sekwan DPRD Kota Blitar), dan Sukaemi (Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan).

Badan Kepegawaian Negara (BKN) sudah memberi restu, tinggal keputusan akhir di tangan Bupati Setyo Wahono. Dan, seperti drama yang berakhir di episode ke-berapa pun, akhirnya nama yang muncul di layar adalah, Edi Susanto.

#Dari Kopi, Bisik, ke Ketok Palu

Bupati Setyo Wahono mengumumkan hasil seleksi pada Selasa petang (27/10/2025). Dengan nada datar tapi penuh kepastian, ia menyebut, “Sudah ada hasilnya. Hasilnya Pak Edi Susanto.”

Kalimat yang mungkin singkat, tapi di baliknya ada berlembar-lembar berkas, tes kompetensi, dan tentu saja—kopi panas di meja para pejabat yang menebak-nebak siapa pemenangnya.

Sementara dua kandidat lain, Eka Atikah dan Sukaemi, harus menunggu panggilan nasib lain. Seperti biasa, politik birokrasi tak pernah benar-benar sunyi.

#Menunggu 31 Oktober: Hari Baik, Sekda Baru

Kepala BKPP Bojonegoro, Hari Kristianto, memastikan pelantikan Sekda definitif tak akan lama lagi. “Perkiraan dua hari nanti atau tanggal 31 Oktober segera dilantik,” ujarnya.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Tanggal yang kebetulan jatuh di ujung Oktober—bulan yang sama ketika “bisik-bisik” seleksi ini mulai ramai.

Dan kalau semua berjalan sesuai jadwal, Jumat itu Bojonegoro akhirnya resmi punya Sekda baru setelah kursi itu kosong sejak September 2024.

Akhirnya, tak hanya aroma kopi yang menandai Oktober, tapi juga aroma tinta tanda tangan pelantikan.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *