Lewati ke konten

Apresiasi Santri TPQ di Mojokerto dalam Rangka Isra’ Mi’raj dan Harlah NU

| 3 menit baca |Ide | 17 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Rilis Editor: Supriyadi
Terverifikasi Bukti

Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Bangun menggelar Musabaqoh Hifdzil Qur’an 2026 bagi santri TPQ sebagai upaya menanamkan cinta Al-Qur’an sejak dini sekaligus mengapresiasi generasi Qur’ani.

Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Bangun, Kecmatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur,  menggelar Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ) 2026 bagi santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) se-Desa Bangun.

Dari Desa Bangun, semangat mencintai Al-Qur’an ditanamkan sejak usia dini. MHQ 2026 menjadi ruang belajar, berani tampil, dan menumbuhkan akhlak santri TPQ dalam suasana kebersamaan. | Foto: Dok Panitia

Kegiatan yang berlangsung pada Ahad, 4 Januari 2026, di Musholla Nurul Huda, Dusun Bangun Desa Bangun ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus Harlah Nahdlatul Ulama ke-103.

MHQ 2026 difokuskan pada kategori hafalan 1 Juz 30 (Juz ‘Amma). Sejak pagi hari, puluhan santri TPQ tampak antusias mengikuti perlombaan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Suasana musholla dipenuhi semangat, tidak hanya dari para peserta, tetapi juga orang tua, ustadz-ustadzah pendamping, serta warga sekitar yang turut memberikan dukungan.

Ketua GP Ansor Ranting Desa Bangun, Rahmad Fadloli, menegaskan bahwa MHQ bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Menurutnya, kegiatan ini merupakan ikhtiar membangun fondasi generasi Qur’ani sejak usia dini.

“MHQ ini kami niatkan sebagai ruang apresiasi bagi santri TPQ sekaligus ikhtiar menumbuhkan cinta Al-Qur’an sejak dini. Semangatnya bukan hanya lomba, tapi membangun karakter, adab, dan kebanggaan menjadi generasi Qur’ani,” ujar Rahmad.

#Lomba Edukatif dan Berbasis Pembinaan

Ketua Panitia MHQ 2026, Ustad Abdul Adzim, S.Pd.I, menjelaskan bahwa panitia merancang pelaksanaan lomba secara tertib dan edukatif. Penilaian tidak hanya menitikberatkan pada kelancaran hafalan, tetapi juga memperhatikan adab, mental, dan kedisiplinan santri saat bermusabaqah.

“Anak-anak tidak hanya diuji hafalannya, tetapi juga dilatih keberanian tampil dan sikap yang baik. Kami ingin semua peserta pulang membawa pengalaman positif dan semangat untuk terus muroja’ah,” tuturnya.

Panitia juga menetapkan ketentuan peserta, antara lain berasal dari TPQ di wilayah Desa Bangun, dengan kuota maksimal lima santri per lembaga, serta diwajibkan mengenakan pakaian rapi dan sopan. Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan Pengajian Umum dan puncak Gebyar MHQ, sekaligus penyerahan hadiah kepada para pemenang.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Langkah kecil para santri TPQ Desa Bangun dalam MHQ 2026 adalah investasi besar bagi masa depan desa: generasi yang tumbuh dekat dengan Al-Qur’an dan nilai-nilai kebaikan. | Foto: Dok Panitia

Muhammad Kholid Basyaiban, S.H, selaku Tim Media sekaligus Bendahara GP Ansor Ranting Desa Bangun, menekankan pentingnya kolaborasi dan keterbukaan informasi kepada masyarakat. Ia menyebut kegiatan ini terselenggara berkat semangat gotong royong berbagai pihak.

“Melalui publikasi yang baik, kami ingin pesan utamanya tersampaikan: memuliakan Al-Qur’an adalah investasi masa depan desa,” katanya.

#Investasi Nilai dan Masa Depan Desa

Dari sisi kaderisasi, Divisi Kaderisasi dan Kepemudaan GP Ansor Desa Bangun, Nuzulul Nur Rohman, menilai MHQ sebagai bagian dari pembinaan generasi muda yang berkelanjutan.
“Kaderisasi tidak selalu di ruang formal. MHQ adalah kaderisasi nilai—membentuk anak-anak berani tampil, berakhlak, dan memiliki ikatan kuat dengan Al-Qur’an,” ujarnya.

Perwakilan ustadz dan ustadzah pendamping TPQ juga menyambut baik pelaksanaan MHQ. Mereka menilai lomba ini menjadi pemantik semangat bagi santri, pengajar, sekaligus orang tua untuk lebih terlibat dalam proses pendidikan Al-Qur’an.

Penceramah pengajian umum, Gus H. Muhammad Izzul Kahfi, S.Pd.I, menegaskan pentingnya membangun kegembiraan anak-anak dalam belajar Al-Qur’an. Menurutnya, cinta terhadap Al-Qur’an tumbuh melalui teladan, penghargaan, dan suasana kebersamaan.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan uang pembinaan, piala, piagam penghargaan, bingkisan menarik bagi juara 1, 2, dan 3, serta doorprize untuk ustadz atau ustadzah pendamping. Bahkan, santri pemenang akan diupayakan mewakili kompetisi MHQ tingkat provinsi, dengan biaya dan akomodasi yang ditanggung GP Ansor Ranting Desa Bangun.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *