Lewati ke konten

ASN Jombang dan Filsafat Menunda: Daftar Nanti Aja, Kan Masih Ada Waktu

| 3 menit baca |Sorotan | 11 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Ulung Hananto Editor: Supriyadi

JOMBANG – Menjelang penutupan pendaftaran seleksi terbuka (selter) jabatan eselon II-b di Pemkab Jombang pada 16 Oktober pukul 23.59 WIB, suasananya kayak rumah mantan pas Lebaran — sepi tapi penuh kenangan. Belum ada satu pun ASN yang resmi mendaftar. Tapi, kata BKPSDM, sudah 17 orang yang “ngurus berkas”. Alias baru pemanasan.

Fenomena ini seperti mahasiswa yang bilang “nanti malam baru ngerjain skripsi”, tapi malamnya malah buka TikTok. Para ASN tampaknya sedang menerapkan teori klasik birokrasi Indonesia: kalem dulu, ribut belakangan.

#Strategi Diam Seribu ASN: Nunggu Siapa yang Daftar Duluan

Kepala BKPSDM, Anwar, mengaku ini bukan hal aneh. Katanya, banyak ASN memilih daftar di akhir karena ingin mengamati peluang. Bahasa halus dari, nunggu siapa yang berani duluan jadi tumbal sistem.

Di dunia ASN, pendaftaran selter itu ibarat main catur, semua mau jadi raja, tapi takut diserang lebih dulu. Jadi mereka menunggu, menimbang, dan mungkin berdoa agar saingannya sakit flu selama seminggu.

Fenomena “nunggu siapa duluan” ini sudah klasik. Dari daftar jabatan sampai daftar vaksin, pola pikirnya sama, nunggu rame dulu, baru ikut. Mungkin mereka takut jadi headline, “ASN Pertama Daftar Selter, Tapi Gagal di Administrasi.”

#Empat Orang Tiap Kursi, Tapi Kursinya Lebih Garing dari Warung Kopi

Aturannya, satu jabatan minimal dilamar empat orang. Tapi karena belum ada yang daftar, tiga kursi kosong itu masih dingin dan kesepian. Kursi Kepala Dishub, Kepala Satpol PP, dan Staf Ahli Bupati masih berdebu — menunggu punggung ASN yang mau duduk dengan tanggung jawab.

Kalau sampai 16 Oktober malam jumlah pelamar belum cukup, pendaftaran bisa diperpanjang seminggu.Alias dikasih kesempatan kedua. Ya, seperti hubungan yang hampir kandas, tapi masih dikasih waktu buat “evaluasi diri”.

Lucunya, kalau kuota terpenuhi lebih cepat, pendaftaran langsung ditutup. Padahal yang daftar aja belum ada.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Ironi birokrasi ini mirip tukang parkir yang sudah siap peluit, tapi parkirannya masih kosong.

#Selter Jombang: Drama Tahunan, Season Baru, Ending Sama

Setiap kali ada seleksi terbuka, ceritanya selalu mirip, sepi di awal, rame di akhir, dan penuh teka-teki. Seolah-olah seluruh ASN punya alarm batin yang bunyi di menit terakhir, “Waktunya daftar, bro, udah jam 23.57!”

Mungkin 16 Oktober malam nanti, server BKPSDM akan bergetar, diserbu file PDF ukuran 2 MB yang dikirim bersamaan. Para ASN menekan tombol “Upload Berkas” sambil komat-kamit, “Ya Tuhan, jangan sampai eror.” Lalu Tuhan pun tersenyum.

Dan esok paginya, rakyat Jombang pun sadar. Birokrasi itu bukan lambat — hanya seniman waktu. Mereka tahu, momen terbaik bukan saat membuka pendaftaran, tapi saat menutup dengan deg-degan.

#Negara Hadir, Tapi ASN-nya Masih Loading

Dari enam jabatan kosong, cuma tiga yang dibuka. Tapi dengan nol pelamar, seolah yang kosong bukan cuma kursinya, tapi juga semangatnya.
Mungkin karena jabatan itu tanggung jawab, bukan sekadar posisi — dan tanggung jawab, seperti cinta, kadang bikin orang mikir dua kali.

Tapi tenang saja, ini baru babak awal. Masih ada waktu sampai 16 Oktober pukul 23.59 WIB.
Siapa tahu, di menit-menit terakhir, ASN Jombang menunjukkan bakat terpendamnya,  “Menunda dengan elegan, mendaftar dengan panik, dan tetap berharap naik jabatan.”***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *