Lewati ke konten

Belajar Zero Waste ke ECOTON, KSM Desa Balongmendo Siap Terapkan Sistem Pengelolaan Sampah Mandiri

| 4 menit baca |Pelajar Mbois | 2 dibaca
Oleh: Titik Terang Editor: Supriyadi
  • KSM Desa Balongmendo belajar pengelolaan sampah ke ECOTON. Kegiatan dilakukan untuk meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan sampah dan sanitasi lingkungan.
  • Pengelolaan sampah masih menjadi tantangan desa. Pertumbuhan permukiman dan rendahnya kesadaran sebagian masyarakat menjadi tantangan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
  • Peserta belajar pemilahan sampah dari sumber. Materi mencakup pemilahan sampah, ekonomi sirkular (circular economy), gaya hidup Zero Waste, serta konsep Zero Waste Cities.
  • Ilmu dari ECOTON akan diterapkan di Balongmendo. Ketua KSM Muhammad Subekti berkomitmen membawa pengetahuan yang diperoleh untuk meningkatkan kesadaran dan pengelolaan sampah di desa.
  • KSM berkomitmen membangun pengelolaan sampah berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal kolaborasi dan pertukaran pengetahuan untuk mewujudkan Desa Balongmendo yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Penulis: Karina Sandra Pramudita, siswa kelas 11 SMK Negeri 1 Cerme Gresik yang sedang menjalani magang di ECOTON pada 29 Juni–31 Oktober 2026.

Tulisan ini merupakan hadiah kecil dari Karina untuk khalayak, sekaligus ungkapan terima kasih kepada ECOTON yang telah memberikan ruang belajar, pengalaman, dan bimbingan selama menjalani masa magang. Dari yang awalnya belajar tentang sungai melalui buku teks, Karina kini berkesempatan terjun langsung mengenal sungai, lingkungan, dan kehidupan di dalamnya.

KELOMPOK Swadaya Masyarakat (KSM) Desa Balongmendo, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, melakukan kunjungan dan pembelajaran bersama ECOTON untuk meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan sampah dan sanitasi lingkungan, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya KSM mencari solusi atas persoalan sampah yang dihadapi masyarakat desa. Tantangan tersebut semakin kompleks seiring pertumbuhan permukiman dan kebutuhan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan.

Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan pemaparan mengenai kondisi pengelolaan sampah di Indonesia, pentingnya pemilahan sampah dari sumber, konsep ekonomi sirkular (circular economy), hingga penerapan gaya hidup Zero Waste.

ECOTON juga memperkenalkan tahapan penerapan program Zero Waste Cities serta berbagai aspek yang diperlukan untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat.

“Alhamdulillah, pada hari ini kami bisa mengadakan kegiatan di ECOTON dalam rangka penanganan masalah sampah. Karena masalah sampah itu sangat penting dan perlu penanganan. Zaman semakin berkembang, permukiman semakin padat, tetapi kesadaran warga justru semakin menurun.

Perangkat Desa Balongbendo mengikuti pemaparan materi tentang pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lingkungan. | Foto: Karina Sandra

Dorong Pemilahan Sampah dari Sumber

Ketua KSM Desa Balongmendo, Muhammad Subekti, mengatakan persoalan sampah dan sanitasi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Menurutnya, perkembangan zaman dan semakin padatnya permukiman harus diimbangi dengan peningkatan kesadaran warga terhadap dampak lingkungan.

BACA JUGA:  ECOTON dan Natura Amerta Bersih-Bersih Pantai Kenjeran: Dari Angkat Sampah ke Angkat Kesadaran

“Alhamdulillah, pada hari ini kami bisa mengadakan kegiatan di ECOTON dalam rangka penanganan masalah sampah. Karena masalah sampah itu sangat penting dan perlu penanganan. Zaman semakin berkembang, permukiman semakin padat, tetapi kesadaran warga justru semakin menurun,” ungkap Muhammad Subekti.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Ia mengakui, pengelolaan sampah di Desa Balongmendo saat ini masih belum maksimal. Karena itu, pembelajaran bersama ECOTON diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan wawasan baru yang bisa diterapkan di lingkungan desa.

“Pada hari ini kami mendapatkan pencerahan, ilmu, dan pemaparan dari ECOTON. Ke depannya, ilmu ini akan kami bawa dan terapkan di desa untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga dan merawat lingkungan. Karena hal ini juga berkaitan dengan kehidupan anak cucu kita nantinya,” tambahnya.

Menurut Subekti, pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan tersebut tidak berhenti pada kegiatan pembelajaran, tetapi diharapkan dapat diterapkan secara bertahap di tengah masyarakat.

“Kami akan terus belajar, sampai kapan pun, hingga mendapatkan hasil yang maksimal dan bermanfaat bagi masyarakat banyak.”

Suasana pemaparan materi pengelolaan sampah di ECOTON yang diikuti KSM Desa Balongmendo untuk memperkuat pengetahuan tentang pengelolaan sampah berkelanjutan. | Foto: Karina Sandra

Ilmu dari ECOTON Akan Diterapkan di Desa

Sebagai tindak lanjut, KSM Desa Balongmendo berkomitmen untuk terus belajar dan mengembangkan sistem pengelolaan sampah agar dapat berjalan lebih optimal serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

“Kami akan terus belajar, sampai kapan pun, hingga mendapatkan hasil yang maksimal dan bermanfaat bagi masyarakat banyak,” tutup Subekti.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terjalin kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antara KSM Desa Balongmendo dan ECOTON. Pengetahuan mengenai pemilahan sampah dari sumber, ekonomi sirkular, Zero Waste, serta pengelolaan sampah berbasis masyarakat diharapkan dapat menjadi bekal dalam membangun sistem pengelolaan lingkungan di tingkat desa.

BACA JUGA:  Kebakaran PT Mega Surya Eratama: Jejak Plastik di Balik Tumpukan Bahan Baku

Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah awal untuk mendorong terciptanya lingkungan Desa Balongmendo yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.***

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *