Lewati ke konten

Bupati Jombang Datangi Jalan Ambrol di Ngusikan: Bersama Janji Mengalir Derasnya Hujan

| 3 menit baca |Sorotan | 12 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Denny Saputra Editor: Supriyadi
Terverifikasi Bukti

HUJAN deras beberapa hari terakhir mengguyur Kecamatan Ngusikan, Jombang, Jawa Timur, tanpa ampun. Akibatnya, sebagian badan jalan di Desa Asemgede amblas sepanjang 40 meter. Ironisnya, jalan itu bukan jalan tua. Baru saja dibangun ulang satu tahun dengan semangat “pembangunan merata”.

Rombongan besar Pemkab Jombang turun ke lokasi. Bupati H. Warsubi datang bersama Wakil Bupati Salmanuddin Yazid, Sekda Agus Purnomo, dan para kepala OPD. Mereka meninjau langsung jalan cor beton di ruas Cupak–Asemgede Kamis (23/10/2025), yang kini tinggal cerita.

“Jalan longsor ini akan langsung diperbaiki,” kata Bupati dengan nada mantap. “Tahun ini perbaikan permanen dengan rigid beton akan segera dilaksanakan.”

Kata “segera” itu, di telinga warga, sudah seperti lagu lama yang diputar ulang setiap musim hujan datang.

#Akses Terputus, Harapan Diperpendek

Jalan Cupak–Asemgede bukan sekadar cor beton biasa. Ia adalah nadi kehidupan warga, anak-anak sekolah, pedagang sayur, om-om penjual cilok dan petol, dan ibu-ibu penjual sayur. Saat jalan itu amblas, truk dan mobil besar berhenti. Warga terpaksa lewat jalur alternatif darurat yang disiapkan tim gabungan.

“Lumayan, bisa dilewati motor,” kata Sugiarto (47), warga setempat. “Cuma ya kalau malam, gelap dan licin. Ya lumayanlah bisa dilintasi, “ imbuhnya. Kayak hidup ini, jalannya darurat terus.

Pemkab Jombang berjanji tak mau berlama-lama. “Kami tidak ingin warga terlalu lama terisolasi,” ujar Bupati Warsubi. Tapi warga berharap, yang cepat bukan cuma kunjungan, melainkan juga realisasi beton yang benar-benar rigid, bukan sekadar rugi beton.

#Suara Warung Kopi: Antara Kopi Hitam dan Anggaran Abu-abu

Di warung kopi pinggir jalan Desa Plabuhan, Plandaan, sekitar 20 kilometer dari lokasi longsor, obrolan soal jalan amblas jadi topik hangat. “Ngusikan amblas, Jombang goyang,” celetuk Pak Gimin sambil menepuk meja. “Itu jalan katanya baru tahun kemarin dicor. Kok ya cepet loyo. Cor apa tahu rebus?”

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Yang lain menimpali sambil tertawa getir. “Kalau anggarannya kuat, jalannya juga kuat. Tapi kalau banyak mampir di jalan lain, ya hasilnya kayak gitu. Ambrol, tapi bukan karena hujan.”

Di sela obrolan, ada juga nada maklum. “Ya semoga cepet dibenerno. Wong Bupati wis teko, biasanya langsung dikerjano. Tapi yo wis sering denger janji ‘rigid beton’ seperti itu. Rigidnya kapan, betonnya di mana, itu yang kita tunggu,” kata penikmat kopi lainnya.

#Dari Waspada Cuaca ke Waspada Kualitas

Bupati Warsubi mengingatkan masyarakat agar tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem. “Mari kita jaga lingkungan dan saling membantu apabila terjadi musibah,” ujarnya bijak.

Warga tentu sepakat. Tapi mereka juga ingin pemerintah waspada terhadap proyeknya sendiri dari proses lelang sampai pengawasan kualitas.

Karena hujan bisa deras, tapi jalan yang amblas bukan semata soal air. Kadang, itu tanda bahwa yang bocor bukan cuma tanah, tapi juga integritas.

Pemkab Jombang menargetkan jalan Asemgede kembali normal dalam waktu dekat. Semoga kali ini, beton lebih kuat dari janji, dan pengawasan lebih tebal dari lapisan cornya.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *