Lewati ke konten

Bupati Jombang, Program MBG, dan Aksi Korek Lauk di Sekolah

| 3 menit baca |Sorotan | 14 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Fio Atmadja, Syahrul Wijaya Editor: Supriyadi

 JOMBANG – Ada pemandangan menarik di SMPN 1 Sumobito, Kamis (2/10/2025). Bukan karena ada artis idola datang, tapi karena Bupati Jombang, Warsubi, tiba-tiba nongol buat cek-cek dapur sekolah. Ironisnya, waktu ada kasus anak-anak sekolah keracunan beberapa waktu lalu, kabarnya malah sepi. Nah, kali ini bukan sidak kantin yang jualan es teh kebanyakan gula, tapi ngecek program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sekarang jadi andalan Pemkab Jombang.

Rombongan Bupati lengkap banget. Ada Kepala Dinas Pendidikan, Dra. Wor Windari, M.Si., Kepala Dinas Kesehatan, dr. Hexawan Tjahja Widada, M.KP., Kepala Dinas Sosial, Agung Hariadi, ST., MM., sampe unsur Forkopimcam Sumobito. Kalau ditotal, yang datang bisa bikin satu tim futsal plus cadangan. Kehadiran mereka disambut guru dan siswa. Anak-anak tampak semangat, bukan karena ketemu pejabat, tapi karena lagi makan gratis.

#Dari Lauk Sampai Susu, Semua Dicek

Bupati nggak cuma berdiri manis di podium, beliau ikut cek lauk pauk, nasi, sayur, lauk, sampai susu. Pokoknya ala-ala Gordon James Ramsay, – juru masak yang cukup terkenal – tapi ini versi pejabat. Warsubi bilang, “Saya ingin memastikan anak-anak dapat makanan bergizi, sehat, dan semangat belajar, katanya.

Intinya, jangan sampai ada drama makan gratis tapi gizinya mirip nasi kucing.

Susu juga dicek. Bupati bilang masa berlakunya aman sampai 2026. Orang tua pun bisa tenang, anak-anak nggak bakal keracunan susu kadaluarsa. Bayangin aja kalau expired, bisa-bisa anak-anak malah bolos sekolah gara-gara antre di WC.

Menariknya, Warsubi juga wanti-wanti soal laporan cepat. Kalau ada masalah, jangan ditutup-tutupi. Segera lapor, biar ditindak. Ini semacam pesan sponsor.

“Apabila ada hal-hal yang kurang baik, saya minta segera dilaporkan agar bisa langsung ditindaklanjuti. Ini program vital untuk tumbuh kembang siswa kita,” tambahnya

Selain soal makanan, Bupati sekalian inspeksi ruang kelas yang baru direhab. Mungkin biar lengkap, sekalian ngecek kursi patah, kipas angin mati, atau papan tulis yang tinggal setengah putih.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

“Saya melihat kelas-kelas yang direhab sudah sangat bagus, meja kursi nyaman, suasananya kondusif. Ini tentu mendukung proses belajar mengajar lebih baik,” ungkapnya.

#MBG: Program Sosial, Bonus Politik?

Nah, di balik kunjungan ini ada pesan serius: Pemkab lagi getol nyari cara biar siswa di Jombang sehat dan cerdas. MBG jadi semacam senjata politik sekaligus program sosial. Di satu sisi bikin orang tua lega, di sisi lain bisa jadi bahan kampanye halus: “Lho, ini lho bukti pemerintah hadir buat anak-anak.”

Pertanyaannya, program ini bisa konsisten nggak? Jangan-jangan awalnya semangat, lama-lama jadi formalitas: nasi putih, tempe, dan segelas air putih. Karena kalau soal makan, anak sekolah itu kritis. Sekali lauknya basi, besok bisa trending topik di TikTok.

Tapi ya sudahlah. Selama ini anak-anak di sekolah cuma dapet bekal ala kadarnya—roti isi tanpa isi, atau gorengan seharga seribu. Jadi, program MBG ini lumayan revolusioner. Minimal, perut anak-anak Jombang nggak cuma kenyang, tapi juga sehat.

Kalau kata orang Sumobito, “Sing penting bocah wareg, sehat, lan ojo lali sinau.”***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *