- Busa putih memenuhi Kali Surabaya setelah kebakaran gudang bahan baku PT Wings Surya.
- PJT I menduga busa berasal dari foam pemadam yang masuk Kali Tengah.
- Busa dan ikan mabuk mulai terpantau sejak Sabtu malam setelah kebakaran.
- Gangguan kualitas air baku turut memengaruhi proses pengolahan PDAM Surya Sembada.
- PJT I menaikkan debit air Mlirip menjadi 25 meter kubik per detik.
KUALITAS air Kali Surabaya mengalami gangguan setelah kebakaran gudang PT Wings Surya. Busa putih terlihat memenuhi aliran sungai sejak Sabtu (5/9/2026) malam. Fenomena ikan mabuk juga dilaporkan muncul di sejumlah titik.
PJT I menduga busa tersebut berasal dari foam pemadam kebakaran. Cairan itu diduga masuk ke Kali Tengah saat proses pemadaman berlangsung. Kali Tengah kemudian mengalir dan bermuara ke Kali Surabaya.
Kasubdiv Pengelolaan SDA Wilayah Sungai Brantas 3 PJT I, Agung Wicaksono, mengatakan pihaknya langsung melakukan penanganan. Langkah tersebut dilakukan setelah menerima informasi mengenai kondisi Kali Surabaya. “Kami langsung melakukan langkah operasional,” ujar Agung dalam keterangannya kepada Antara, Senin (7/9/2026).

#Busa Muncul, Ikan Terlihat Mabuk
Agung mengatakan indikasi busa dan ikan mabuk mulai terlihat Sabtu malam. Kondisi tersebut muncul sehari setelah kebakaran gudang Wings Surya. “Indikasi terlihatnya adanya busa atau mungkin ikan mabuk sudah terlihat,” kata Agung.
PJT I kemudian meningkatkan debit air dari Bendung Mlirip. Debit yang semula sekitar 20 meter kubik per detik dinaikkan menjadi 25 meter kubik. Penambahan debit dilakukan untuk membantu proses penggelontoran air.
“Debit dari Mlirip ditingkatkan 20 meter kubik per detik menjadi 25 meter kubik per detik,” ujar Agung. Menurut dia, peningkatan debit dilakukan sejak Sabtu pukul 21.00 WIB. Langkah tersebut ditujukan untuk membantu mempercepat pemulihan kualitas air.
PJT I juga mengatur tambahan pasokan air dari hulu DAS Brantas. Pasokan tersebut berasal dari sistem Waduk Sutami untuk menjaga kecukupan air. “Tambahan pasokan diperlukan untuk mendukung proses pemulihan kualitas air,” kata Agung.
Petugas kemudian mengambil sampel air pada lima titik pemantauan. Titiknya meliputi Hulu Kali Tengah dan Muara Kali Tengah. Sampel lainnya berasal dari intake Karangpilang, Gunungsari, dan intake Ngagel.
Menurut Agung, pengambilan sampel dilakukan untuk memantau kondisi air. Pemeriksaan tersebut juga untuk melihat perkembangan kualitas sepanjang Kali Surabaya. “Kami melakukan pemantauan secara intensif,” ujarnya.
PJT I juga mengatur aliran melalui Pintu Air Wonokromo. Pintu tersebut ditutup sementara untuk mencegah air terdampak masuk Kali Mas. Aliran kemudian diarahkan melalui Kali Wonokromo.
Busa yang mencapai hilir Bendung Rolak Gunungsari juga ditangani petugas. Aliran tersebut diarahkan melalui Pintu Air Jagir menuju laut. Upaya itu dilakukan untuk mengurangi konsentrasi busa sepanjang aliran.
Agung mengatakan kondisi busa mulai mengalami penurunan setelah penanganan dilakukan. Namun, pemantauan tetap berlangsung untuk melihat perkembangan berikutnya. “Kami terus melakukan pemantauan sampai kondisinya benar-benar membaik,” ujarnya.
Meski dugaan mengarah pada foam pemadam, sumber pencemar belum dipastikan. PJT I masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari sampel air. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui zat yang berada dalam aliran sungai.

#Kebakaran Gudang Simpan 2.000 Ton Bahan Baku
Kebakaran terjadi di Gudang 2 dan Gudang 3 PT Wings Surya. Lokasi berada di kawasan Driyorejo, Gresik, pada Jumat (4/9/2026). Api kemudian membakar gudang penyimpanan bahan baku deterjen.
Kapolsek Driyorejo Kompol Gatot Setyo mengatakan gudang berukuran sekitar 29 x 30 meter. Kapasitas penyimpanan gudang mencapai sekitar 2.000 ton bahan baku. Material tersebut digunakan untuk kebutuhan produksi deterjen.
“Bahan-bahan kimia itulah yang membuat api cepat membesar,” tutur Gatot. Material yang tersimpan antara lain soda ash, sodium karbonat, dan SLS. Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab kebakaran tersebut.
WhatsApp Channel · TitikTerang
TitikTerang hadir di WhatsApp
Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.
Gabung WhatsApp Channel“Untuk penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan,” ucap Gatot. Pendataan dampak dan kerugian akibat kebakaran juga masih berlangsung. Karena itu, penyebab pasti kebakaran belum dapat disimpulkan.
Proses pemadaman berlangsung selama beberapa jam dengan melibatkan sejumlah unsur. Petugas menggunakan foam dalam upaya mengendalikan kobaran api. Penggunaan cairan tersebut kini menjadi bagian dari penelusuran dampak lingkungan.
PJT I menduga sebagian foam masuk ke Kali Tengah. Dugaan tersebut didasarkan pada waktu munculnya busa setelah kebakaran. Namun, dugaan itu masih membutuhkan pembuktian melalui hasil laboratorium.

#Air Baku PDAM Terdampak, Lima Titik Diperiksa
Gangguan kualitas air juga menjadi perhatian Perumda Air Minum Surya Sembada. Air baku yang masuk sistem pengolahan mengalami perubahan kondisi. Situasi tersebut memengaruhi proses pengolahan air di IPAM Karang Pilang.
Manajer Tata Usaha dan Humas Perumda, Louis Andilun Gatu, membenarkan kondisi tersebut. Menurut dia, air yang diterima sempat mengalami perubahan kualitas. “Kondisi ini disebabkan karena adanya pencemaran melebihi ambang batas,” ujarnya.
Air yang masuk sistem pengolahan dilaporkan keruh dan berbusa. Kondisi tersebut membuat tim teknis melakukan penyesuaian proses pengolahan. Pembersihan juga dilakukan secara intensif di IPAM Karang Pilang.
“Tim teknis kami terus melakukan pembersihan serta penyesuaian proses pengolahan,” kata Louis. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas air distribusi kembali membaik. Perumda juga berkoordinasi dengan PJT I selama proses penanganan.
Sementara itu, lima titik sampel yang diperiksa PJT I menjadi bagian penting. Sampel tersebut memungkinkan perbandingan kualitas air antarwilayah. Pemeriksaan juga dapat membantu menelusuri arah dan sumber pencemar.
Agung mengatakan pemeriksaan diperlukan untuk memastikan dugaan sumber pencemaran. “Kita bisa mengetahui apakah memang karena kondisi busa” pemadaman Wings Surya, ujarnya. Pemeriksaan juga akan melihat kemungkinan adanya sumber limbah industri lain.
Hasil laboratorium diharapkan memberikan kepastian mengenai zat pencemar dalam sungai. Pemeriksaan tersebut juga menjadi dasar menentukan langkah penanganan selanjutnya. PJT I sebelumnya memperkirakan hasil pemeriksaan dapat diketahui Senin (7/9/2026).
PJT I juga berencana melanjutkan koordinasi dengan Perumda Surya Sembada. Penelusuran lapangan ke fasilitas Wings Surya juga menjadi bagian koordinasi. Langkah tersebut diperlukan untuk memperjelas hubungan kebakaran dengan kondisi sungai.
Kondisi Kali Surabaya kini masih menjadi perhatian setelah munculnya busa. Temuan ikan mabuk menjadi indikator awal perubahan kondisi perairan. Namun, penyebab perubahan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
PJT I terus melakukan pengaturan debit dan pemantauan kualitas air. Upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat pemulihan kondisi sungai. Sementara itu, pemeriksaan sampel menjadi dasar memastikan sumber pencemaran.
Bagi masyarakat sepanjang Kali Surabaya, hasil pemeriksaan menjadi informasi penting. Sungai tersebut juga menjadi sumber air baku bagi Surabaya. Karena itu, pemulihan kualitas air perlu berjalan bersama penelusuran sumber pencemar.***