Lewati ke konten

Kebakaran Gudang Bahan Sabun Wings Surya Driyorejo Picu Kekhawatiran Pencemaran Kali Surabaya

| 6 menit baca |Sorotan | 2 dibaca
  • Kebakaran dua gudang Wings Surya berlangsung lebih lima jam dan menyisakan kekhawatiran pencemaran lingkungan sekitar.
  • Cairan pemadam dan material sabun berpotensi masuk saluran air menuju Kali Surabaya.
  • Warga mengkhawatirkan pencemaran sungai dapat menurunkan oksigen dan memicu kematian ikan.
  • Pengawasan kualitas air diperlukan untuk memastikan sisa kebakaran tidak mencemari ekosistem sungai.
  • Pemeriksaan pascakebakaran penting dilakukan sebelum dampak lingkungan dapat dinyatakan secara pasti.

KEBAKARAN hebat melanda Gudang 2 dan Gudang 3 PT Wings Surya. Peristiwa tersebut terjadi di Driyorejo, Gresik, Jumat (4/9/2026). Kebakaran memicu perhatian terhadap kemungkinan dampak lingkungan di sekitar lokasi.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik, Suyono, mengatakan laporan diterima sore hari. Laporan kebakaran masuk sekitar pukul 16.24 WIB melalui layanan darurat 112. Petugas Pos Driyorejo kemudian langsung bergerak menuju lokasi kejadian.

“Kami menerima laporan melalui call center 112,” kata Suyono. Menurut dia, petugas Pos Driyorejo tiba sekitar delapan menit kemudian. Tim langsung melakukan upaya pemadaman setelah tiba di lokasi.

Api membakar dua gudang yang digunakan menyimpan bahan baku sabun. Material yang disebut tersimpan antara lain potasium dan sodium bikarbonat. Besarnya kebakaran membuat proses pemadaman berlangsung lebih lima jam.

Kebakaran melanda pergudangan PT Wings Surya di Driyorejo, Gresik, Jumat (4/9/2026). | Foto: Dok. Damkar Gresik

#Pemadaman Melibatkan Damkar Gresik, Surabaya dan Unit Perusahaan

Penanganan kebakaran melibatkan sejumlah unsur pemadam dari berbagai wilayah. Selain Pos Driyorejo, Damkar Gresik mengerahkan Pos Menganti dan Pos Kota. Bantuan juga datang dari Damkar Kota Surabaya.

Suyono menyebut Unit Wiyung dan Warugunung turut dikerahkan menuju lokasi. Sejumlah unit pemadam milik perusahaan sekitar juga ikut membantu. Bantuan tersebut berasal dari perusahaan yang berada di sekitar kawasan kebakaran.

Unit yang dikerahkan antara lain PMK PT KAS Wings. Kemudian terdapat PMK PT Dayasa Aria Prima dan kawasan industri Warugunung. PMK PT Garuda Food serta internal PT Wings Surya juga dilibatkan.

BACA JUGA:  #Reset Indonesia Dibedah di Trenggalek: Bukan Buku Menyalahkan, Tapi Cermin untuk Bercermin

“Pemadaman dibantu beberapa unsur, termasuk pemadam dari Gresik, Surabaya,” jelas Suyono. Menurut dia, unit pemadam perusahaan juga membantu proses pengendalian api. Dukungan tersebut diperlukan karena kebakaran berlangsung cukup lama.

Petugas juga mengerahkan unit supply air selama proses pemadaman. Unit tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan air selama penanganan. Suyono mengatakan dukungan air diperlukan agar proses pemadaman berjalan.

Penggunaan foam menjadi bagian penting dalam proses pemadaman kebakaran. Cairan tersebut digunakan untuk membantu mengendalikan kobaran api. Setelah api padam, sisa cairan pemadam menjadi perhatian berikutnya.

Kondisi tersebut membuat penanganan pascakebakaran perlu mendapat perhatian. Air bekas pemadaman perlu dipastikan tidak mengalir sembarangan. Terutama menuju saluran drainase yang terhubung dengan badan air.

#Sisa Pemadaman Berpotensi Masuk Saluran Air

Kekhawatiran lingkungan muncul karena lokasi kebakaran berada di kawasan industri. Air bekas pemadaman berpotensi mengalir melalui saluran jika tidak dilokalisasi. Sisa material gudang juga dapat terbawa aliran permukaan saat hujan.

Ketua Posko Ijo, Rulli Mustika Adya, meminta risiko tersebut perlu diantisipasi. Menurut dia, material sisa dapat terbawa air hujan menuju drainase. Karena itu, saluran air sekitar lokasi perlu diperiksa pascakebakaran.

“Material yang terbakar perlu diketahui secara lebih rinci karakteristiknya,” kata Rulli, Senin (7/9/2026). Menurut dia, identifikasi material penting untuk menentukan karakter residu pascakebakaran.

Warga Surabaya menyerbu Kali Jagir, Minggu (6/9/2026) malam, untuk menangkap ikan. Fenomena ini menuai kekhawatiran warganet karena sebelumnya air Kali Jagir dilaporkan berbusa dan berbau tidak sedap, diduga terkait limbah. Warga pun diingatkan agar tidak gegabah mengonsumsi ikan sebelum kondisi dan keamanan kualitas air dipastikan. | Foto: info.suroboyoan

Rulli juga meminta sisa foam diamankan agar tidak masuk saluran terbuka. Air bekas pemadaman, kata dia, perlu dikendalikan sebelum meninggalkan kawasan perusahaan. Langkah tersebut untuk mencegah residu terbawa menuju aliran sungai.

Meski demikian, kekhawatiran tersebut belum menunjukkan pencemaran yang terkonfirmasi. Belum ada hasil pemeriksaan yang membuktikan dampak kebakaran terhadap Kali Surabaya. Kondisi perairan perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan pengujian lapangan.

BACA JUGA:  MOZAIK Bendung Kebocoran Sampah Plastik Kali Tebu Surabaya

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Pemeriksaan, menurut Rulli, dapat dimulai dari saluran sekitar lokasi kebakaran. “Petugas harus menelusuri arah aliran menuju badan sungai,” ujarnya. Pengambilan sampel diperlukan jika ditemukan perubahan kualitas air.

#Kali Surabaya Menjadi Perhatian Setelah Kebakaran

Kekhawatiran berikutnya mengarah pada aliran Kali Surabaya di kawasan Driyorejo. Sungai yang merupakan bagian dari sistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas itu. Aktivitas industri di kawasan membuat kualitas air perlu terus diawasi.

Masyarakat setempat mengenal fenomena ikan mati massal sebagai ikan munggut. Fenomena ini terjadi ketika kualitas air mengalami perubahan secara drastis. Salah satu parameter penting yang perlu diperhatikan adalah kadar oksigen terlarut.

“Kadar dissolved oxygen atau DO berperan penting bagi kehidupan organisme perairan,” jelas Rulli. Menurut dia, penurunan oksigen dapat membuat ikan mengalami tekanan. Kondisi ekstrem bahkan dapat menyebabkan kematian organisme perairan.

Warga berbondong-bondong mendatangi Kali Jagir untuk menangkap ikan, meski permukaan sungai dipenuhi busa. | Foto: info.suroboyoan

Namun, kebakaran PT Wings Surya belum membuktikan terjadinya pencemaran sungai. Dugaan hubungan antara residu kebakaran dan kualitas air masih memerlukan pemeriksaan. “Data ini nanti diperlukan untuk memastikan kondisi perairan setelah kejadian (kebakaran),” kata Rulli.

Menurut Rulli, pemeriksaan perlu mencakup sejumlah parameter kualitas air. “Di antaranya oksigen terlarut, pH, COD, BOD, dan TSS,” jelasnya. Parameter tambahan dapat ditentukan berdasarkan karakter material yang terbakar.

Rulli bersama Posko Ijo juga melakukan pengambilan sampel di sejumlah titik. “Titik pertama dapat berada dekat saluran sekitar perusahaan,” ucapnya. Sampel berikutnya diambil pada aliran yang menuju Kali Surabaya.

Perbandingan hasil antartitik dapat menunjukkan perubahan kualitas perairan. Data juga membantu menelusuri kemungkinan sumber perubahan kualitas air. Dengan demikian, dampak kebakaran dapat dibedakan dari sumber pencemar lainnya.

BACA JUGA:  Riset Pertama Mikroplastik di Indonesia: Saat ECOTON Melihat Sungai Menjadi Cermin Tubuh Sendiri

Rulli menilai perusahaan perlu memastikan seluruh sisa kebakaran tertangani. “Penanganan mencakup residu bahan baku dan air bekas pemadaman,” ungkapnya. Pengelolaan diperlukan agar material tidak keluar dari kawasan perusahaan.

Sampai saat ini, dampak kebakaran terhadap Kali Surabaya belum terkonfirmasi. Belum tersedia hasil pengujian yang membuktikan pencemaran akibat insiden tersebut. Karena itu, kondisi sungai masih menunggu hasil pemeriksaan lapangan.

Pemantauan dilakukan untuk mengetahui kemungkinan perubahan kualitas air pascakebakaran. Pemeriksaan juga diperlukan untuk memastikan tidak ada residu menuju sungai. Hasil pengujian nantinya menjadi dasar menentukan tindakan lanjutan.

Bagi masyarakat Driyorejo, kondisi Kali Surabaya menjadi perhatian penting. Sungai tersebut berada di kawasan dengan aktivitas industri yang cukup padat. Karena itu, pemantauan pascakebakaran perlu dilakukan secara terukur.

Hasil pemeriksaan nantinya dapat menjawab kekhawatiran masyarakat berdasarkan data. Pengujian juga dapat menunjukkan ada tidaknya perubahan kualitas perairan. Dengan begitu, penanganan lingkungan dapat dilakukan berdasarkan temuan lapangan.****

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *