Lewati ke konten

Detektif Sungai In Action! Pelajar Turun Tangan Buka-Bukaan Soal Mikroplastik & Ikan Interseks di Kali Surabaya

| 5 menit baca |Pelajar Mbois | 28 dibaca
Oleh: Titik Terang Editor: Supriyadi
  • Intip serunya aksi River Detective hingga temuan mikroplastik Kali Surabaya lewat catatan kritis Rania Alisha dan Rania Putri!
  • Menguak ancaman interseks pada ikan lokal Kali Surabaya. Simak ulasan edukatif hasil pengamatan pelajar Driyorejo dan Tarik di sini!
  • Temukan fakta mengejutkan seputar keanekaragaman hayati dan pencemaran Kali Surabaya dalam liputan Kali Surabaya Fest 2026 karya dua Rania!
  • Dari sensus puluhan spesies ikan hingga bahaya mikroplastik, mari pelajari pentingnya kelestarian Kali Surabaya lewat perspektif generasi muda!
  • Ikuti keseruan edukasi lingkungan dan aksi nyata penyelamatan ekosistem Kali Surabaya bersama karya kolaborasi Rania Alisha dan Rania Putri!

NGGAK cuma ngebawa air dari hulu ke hilir, Kali Surabaya menyimpan sejuta cerita tentang ekosistem perairan dan pentingnya edukasi lingkungan buat generasi muda. Sungai yang membentang melintasi Mojokerto, Sidoarjo, Gresik, hingga Surabaya ini menyimpan kekayaan hayati puluhan jenis ikan lokal, tapi di saat bersamaan juga berjuang menghadapi ancaman serius dari limbah mikroplastik dan polutan pengganggu hormon.

Lewat dua sudut pandang tulisan dari Rania Alisha S. (XI-9 SMAN 1 Driyorejo) dan Rania Putri Az-Zahra (Kelas 11 SMAN 1 Tarik, Sidoarjo), selama mengikuti Kali Surabaya Festival 2026, yang berlangsung di Taman Suaka Ikan, 21-25 September 2026, kita diajak menyelami realita kondisi Kali Surabaya secara langsung. Mulai dari keseruan aksi River Detective di acara Kali Surabaya Fest ’26 hingga hasil sensus keanekaragaman hayati ikan lokal dan ancaman fenomena interseks. Yuk, baca ulasan menarik nan edukatif dari mereka berdua untuk makin aware sama kelestarian sungai kita![]

Rania Alisha S.
Kelas: XI-9 | SMAN 1 Driyorejo

#Mengenal Kali Surabaya Lewat Serunya Kali Surabaya Fest ’26

KALIAN tahu nggak sih, Kali Surabaya itu sebenarnya salah satu bagian paling vital dari sistem Sungai Brantas yang mengalir di Jawa Timur? Sungai ini punya peran penting banget buat kehidupan warga di sekitarnya, mulai dari sumber air harian sampai jadi rumah buat ekosistem perairan kaya ikan lokal dan organisme air lainnya. Makanya, fungsi sosial dan ekologisnya yang krusial ini bikin kondisi Kali Surabaya wajib banget kita jaga dari ancaman pencemaran.

BACA JUGA:  Pantai Timur India Catat Konsentrasi Mikroplastik Tinggi

Sayangnya, Kali Surabaya masih harus berjuang lawan masalah pencemaran lingkungan, terutama tumpukan sampah dan ancaman mikroplastik. Masalah ini jelas bikin kualitas air makin turun dan merusak kehidupan makhluk hidup di dalamnya. Sebagai generasi muda, kita jelas harus open mind dan ikut berperan aktif menjaga kebersihan sungai tercinta ini.

Nah, buat ningkatin kepedulian itu, kemarin sempat diadakan acara keren bernama Kali Surabaya Fest ’26 alias Surabaya River Fest 2026! Acara ini adalah kegiatan edukasi lingkungan yang ngelibatin para pelajar buat kenal lebih dekat sama Kali Surabaya. Salah satu sesi paling serunya itu ada River Detective, di mana kita diajak mempelajari ikan lokal, kondisi ekosistem, sampai hal-hal apa aja yang bisa ngancam kehidupan di dalam sungai.

Nggak cuma teori, para peserta juga turun langsung buat ngamatin kualitas air dan lingkungan sekitar. Tahu nggak yang bikin kaget? Dari pengamatan sampel air, ternyata ditemukan 27 partikel mikroplastik cuma dalam 500 ml sampel air Kali Surabaya! Selain itu, peserta juga belajar ngamatin makroinvertebrata dan ngukur kadar oksigen terlarut buat nemuin kondisi asli ekosistem sungai.

Nggak berhenti di situ, Kali Surabaya Fest ’26 juga ngadain Training Class Poster Kampanye Sungai dan Peduli Lingkungan. Lewat kelas ini, para pelajar bisa menyuarakan pesan-pesan pentingnya menjaga sungai lewat karya visual yang kreatif. Acara ini bener-bener gak cuma bagi ilmu, tapi juga membakar semangat kita buat lebih peduli lingkungan.

Harapannya, lewat Kali Surabaya Fest ’26 ini, kita semua makin sadar kalau menjaga sungai itu bisa dimulai dari hal-hal simpel. Nggak usah bingung, cukup mulai dari nggak buang sampah sembarangan, kurangi plastik sekali pakai, dan rajin nyebarin edukasi peduli lingkungan ke teman-teman sepermainan. Yuk, kita jaga Kali Surabaya bareng-bareng!***

BACA JUGA:  Warga Driyorejo Keluhkan Asap dan Bau, Posko Ijo Desak Transparansi Emisi Primergy
Momen pas lagi ngantre isi presensi kehadiran! Ada yang lagi fokus nulis, tapi salfok sama yang di belakang sampai pegang jidat karena pusing pala barbie ngafalin nama-nama ikan endemik Kali Surabaya. Semangat ya, demi kelestarian sungai kita nih! | Foto: Supriyadi

 

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Rania Putri Az-Zahra
Kelas: 11| SMAN 1 Tarik, Sidoarjo

#Sensus Ikan Kali Surabaya: Riwayat Keanekaragaman Hayati dan Tantangan Kelestariannya

KALIAN tahu nggak sih, Kali Surabaya itu salah satu anak sungai paling krusial dari Sungai Brantas di Jawa Timur yang jadi penopang air baku utama warga Surabaya? Tapi bukan cuma penting buat manusia aja, ekosistem sungai ini ternyata jadi rumah buat sekitar 34 sampai 35 spesies ikan air tawar, lho. Beberapa jenis ikan lokal asli yang berhasil teridentifikasi di antaranya ada ikan rengkik, jendil, bader merah (bader bang), bader putih, palung (hampala), keting, montho (nilem), sampai ikan sapu-sapu.

Lembaga yang berhasil mengungkap fakta ini adalah Ecoton bareng tim relawan kaya Petro-Tirta dan komunitas peduli sungai lainnya. Mereka melakukan pengamatan dan sensus biota air ini di sepanjang aliran Kali Surabaya—mulai dari DAM Mlirip di Mojokerto, melewati wilayah Sidoarjo dan Gresik, sampai ke area hilir di Surabaya kaya Bendungan Rolak Gunungsari. Titik-titik ini emang krusial banget karena jadi tempat bertemunya aktivitas industri, permukiman padat, dan ekosistem sungai.

Kegiatan sensus ikan ini rutin dilakukan secara berkala, dan temuan penting terbarunya berhasil dihimpun sampai September 2026 kemarin. Biasanya, para relawan bakal makin intensif melakukan pemantauan pas momen pergantian musim atau pas terjadi fenomena pladu (ikan mabuk massal) yang rutin berulang saban tahun.

Kenapa sih pemantauan ini penting dan mendesak banget buat dilakukan? Soalnya, ekosistem Kali Surabaya lagi ngadapi krisis ekologi yang serius banget akibat gempuran limbah industri dan rumah tangga. Polutan bahaya kaya mikroplastik dan senyawa pengganggu hormon (endocrine disruptors) udah bikin terjadinya fenomena interseks. Akibatnya, populasi ikan betina melonjak drastis hingga mencapai 80 persen! Kalau fenomena ini didiemin terus, ketidakseimbangan populasi ini jelas bisa bikin spesies ikan asli kita punah massal.

BACA JUGA:  Hari Sungai Internasional: Ecoton Minta Polisi Tindak Pelaku Pembuang Sampah Ilegal di Kali Tebu

Tapi tenang, aksi penyelamatan keanekaragaman hayati Kali Surabaya terus berjalan lewat kolaborasi restorasi sungai secara terpadu. Ecoton bareng komunitas lokal terus ngelakuin edukasi ke warga, ngedesak pihak industri buat mendinginkan sistem IPAL mereka, dan minta pemerintah memperketat aturan. Nggak cuma itu, mereka juga membentuk kawasan suaka ikan di bantaran sungai sebagai tempat aman buat pembiakan dan tumbuh kembang anakan ikan lokal biar terhindar dari ancaman kepunahan.

Yuk, sebagai generasi muda kita mulai aware dan ikut jaga kelestarian sungai kita bareng-bareng!***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *