Lewati ke konten

EJN Buka Hibah Liputan Keanekaragaman Hayati Global

| 6 menit baca |Ekologis | 18 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Pers Realease Editor: Supriyadi

Earth Journalism Network menawarkan hibah 10–12 ribu euro bagi organisasi media di negara berkembang untuk memperkuat liputan krisis keanekaragaman hayati dan solusi konservasi.

Organisasi jurnalisme lingkungan dunia, Earth Journalism Network (EJN), membuka program hibah bagi organisasi media di negara berpenghasilan rendah dan menengah untuk memperkuat liputan mengenai keanekaragaman hayati. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas serta kuantitas pemberitaan tentang krisis biodiversitas yang selama ini dinilai masih kurang mendapat perhatian publik.

Program hibah tersebut diselenggarakan oleh Internews melalui inisiatif mereka yang dikenal sebagai Biodiversity Media Initiative. Dalam skema terbaru ini, EJN berencana mendukung tiga hingga empat organisasi media dengan dana antara 10 ribu hingga 12 ribu euro untuk setiap proyek.

Hibah tersebut ditujukan bagi organisasi yang mengembangkan proyek jurnalisme mendalam mengenai keanekaragaman hayati, termasuk laporan investigatif, seri podcast, proyek kolaborasi lintas negara, hingga pelatihan jurnalis. EJN juga menjanjikan dukungan mentor profesional bagi organisasi yang terpilih selama pelaksanaan proyek.

Program ini dilatarbelakangi kekhawatiran meningkatnya kerusakan ekosistem global yang belum diimbangi dengan perhatian memadai dalam pemberitaan media. Menurut laporan terbaru dari Intergovernmental Platform on Biodiversity and Ecosystem Services (IPBES), investasi global dalam kegiatan ekonomi yang merusak keanekaragaman hayati mencapai 7,3 triliun dolar Amerika pada 2023.

Angka tersebut kontras dengan dana yang dialokasikan untuk perlindungan dan restorasi alam yang hanya sekitar 220 miliar dolar AS. Perbandingan tersebut menunjukkan rasio sekitar 30 banding 1 yang merugikan kelestarian alam.

“Jika dunia terus berada di jalur ini, kerusakan alam dapat mencapai titik yang tidak dapat dipulihkan,” demikian peringatan dalam laporan IPBES.

#Ketimpangan Liputan Media Lingkungan

Meski krisis biodiversitas memiliki dampak luas terhadap kehidupan manusia—mulai dari ketersediaan pangan, obat-obatan, hingga perumahan—isu tersebut dinilai masih kalah gaung dibandingkan isu perubahan iklim atau bencana alam.

EJN menilai pemberitaan tentang keanekaragaman hayati sering kali berada di pinggiran diskursus publik dan kurang mendapat ruang dalam pelatihan jurnalisme lingkungan. Akibatnya, banyak jurnalis dan masyarakat yang belum memahami skala serta urgensi krisis biodiversitas global.

Melalui program hibah ini, EJN ingin mendorong media untuk menghasilkan liputan yang lebih mendalam dan berbasis data mengenai ancaman terhadap biodiversitas serta solusi konservasi yang tersedia.

“Media memiliki peran penting dalam membantu publik memahami bagaimana hilangnya keanekaragaman hayati mempengaruhi kehidupan sehari-hari,” tulis EJN dalam pengumuman program tersebut.

Proyek yang didanai diharapkan tidak hanya menghasilkan laporan berita, tetapi juga memperkuat kapasitas jurnalis untuk meliput isu lingkungan secara lebih komprehensif. Bentuk kegiatan yang dapat diajukan antara lain pelatihan jurnalisme lingkungan, lokakarya, perjalanan liputan lapangan, atau pengembangan jaringan jurnalis lingkungan.

Untuk proyek yang fokus pada produksi konten, EJN mensyaratkan minimal sepuluh laporan atau karya jurnalistik yang dihasilkan, kecuali proyek tersebut juga mencakup kegiatan peningkatan kapasitas jurnalis.

Selain liputan investigatif, proyek dapat mencakup pengembangan platform penceritaan baru, pembuatan alat visualisasi data lingkungan, hingga sistem verifikasi fakta untuk mendukung pemberitaan isu lingkungan.

#Fokus pada Solusi dan Kolaborasi Konservasi

Dalam putaran hibah tahun ini, EJN secara khusus mendorong proposal yang menyoroti berbagai pendekatan solusi dalam konservasi keanekaragaman hayati.

Salah satu tema utama adalah konsep OECM atau Other Effective Area-Based Conservation Measures – mekanisme konservasi yang berada di luar kawasan lindung formal tetapi tetap berkontribusi terhadap perlindungan ekosistem.

Pendekatan ini berkaitan dengan target global “30×30” dalam kerangka kerja keanekaragaman hayati dunia, yakni melindungi setidaknya 30 persen daratan dan lautan dunia pada tahun 2030.

Selain itu, EJN juga tertarik pada proyek yang mengkaji hubungan antara bisnis dan alam. Liputan dapat mengeksplorasi bagaimana aktivitas perusahaan bergantung pada ekosistem sekaligus dampaknya terhadap keanekaragaman hayati.

Tema lain yang menjadi prioritas adalah kolaborasi konservasi antara masyarakat lokal, pemerintah, dan sektor swasta. Pendekatan ini dinilai penting untuk memastikan perlindungan alam berjalan seiring dengan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

EJN juga membuka peluang bagi proyek yang mengangkat solusi berbasis alam atau nature-based solutions. Pendekatan ini mencakup strategi pemulihan ekosistem yang tidak hanya melindungi biodiversitas tetapi juga membantu mitigasi perubahan iklim, meningkatkan ketahanan pangan, serta mendukung kesehatan masyarakat.

Tema lain yang dianggap penting adalah dampak tak terduga dari kebijakan konservasi. Dalam beberapa kasus, pembentukan kawasan konservasi justru dapat menimbulkan konflik sosial atau mengancam mata pencaharian masyarakat lokal.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Selain itu, hubungan antara biodiversitas dan kesehatan manusia juga menjadi fokus. Banyak penelitian menunjukkan bahwa kerusakan ekosistem dapat meningkatkan risiko penyakit zoonosis serta mengancam sumber obat-obatan alami.

Peluang baru untuk organisasi media di negara berpendapatan rendah dan menengah! Kami menawarkan hibah sebesar 10.000–12.000 euro untuk jaringan jurnalis, organisasi media, organisasi masyarakat sipil, atau lembaga akademik guna mendukung proyek yang memperkuat peliputan tentang ancaman terhadap keanekaragaman hayati—serta solusi untuk mengatasinya. Organisasi yang terpilih juga akan mendapatkan pendampingan dari mentor berpengalaman selama pelaksanaan proyek. Jangan sampai terlewat! Ajukan lamaran sebelum 28 Maret.

#Hibah Hingga 12 Ribu Euro

Dalam program ini, setiap organisasi yang terpilih akan menerima dana antara 10 ribu hingga 12 ribu euro. Namun EJN menyebutkan bahwa proposal dengan anggaran lebih kecil cenderung lebih kompetitif, kecuali proyek tersebut menawarkan pendekatan inovatif yang membutuhkan biaya lebih besar.

Proyek yang didanai dijadwalkan mulai pada Mei 2026 dan harus selesai dalam waktu maksimal 12 bulan, yakni hingga April 2027.

Para pelamar diwajibkan menyertakan rencana anggaran rinci dalam bentuk lembar kerja Excel serta menjelaskan penggunaan dana secara transparan. Sebagian dana dapat digunakan untuk membeli peralatan jurnalistik, namun proporsinya harus relatif kecil dibandingkan keseluruhan anggaran proyek.

EJN juga mendorong organisasi media untuk mencari pendanaan tambahan atau co-financing dari sumber lain, meskipun hal itu tidak menjadi syarat wajib.

Bagi proyek yang menghasilkan karya jurnalistik, EJN akan memiliki hak untuk mengedit, menyiarkan, dan mendistribusikan materi tersebut secara bebas bersama mitra dan lembaga pendana.

Setiap karya yang diterbitkan juga diwajibkan mencantumkan keterangan bahwa liputan tersebut diproduksi dengan dukungan Earth Journalism Network.

#Proses Seleksi dan Penilaian

Semua proposal akan dinilai oleh panel juri internasional yang terdiri dari staf Internews serta para ahli jurnalisme lingkungan.

Penilaian akan mempertimbangkan beberapa aspek utama, termasuk kualitas proposal, relevansi dengan tujuan program hibah, potensi dampak proyek, inovasi pendekatan, serta kelayakan anggaran.

Kemampuan organisasi pelamar dalam melaksanakan proyek juga menjadi faktor penting dalam proses seleksi.

Selain itu, EJN akan mempertimbangkan persebaran geografis penerima hibah agar program ini dapat menjangkau berbagai kawasan di dunia.

Media, jaringan jurnalis, organisasi masyarakat sipil, hingga institusi akademik diperbolehkan mengajukan proposal. Namun, EJN menegaskan bahwa proposal yang bersifat advokasi politik atau kampanye tidak akan dipertimbangkan.

Semua aplikasi harus diajukan dalam bahasa Inggris, dan pelamar diwajibkan transparan jika menggunakan alat kecerdasan buatan generatif dalam penyusunan proposal.

Organisasi yang pernah menerima hibah EJN sebelumnya masih diperbolehkan mendaftar, kecuali mereka yang mendapatkan hibah pada 2025.

#Media Berperan Menjembatani Krisis Alam

Bagi EJN, penguatan jurnalisme lingkungan merupakan langkah penting untuk menjembatani kesenjangan informasi tentang krisis keanekaragaman hayati.

Liputan media yang kuat diyakini dapat meningkatkan kesadaran publik, memicu diskusi kebijakan, dan mendorong perubahan praktik pembangunan yang lebih berkelanjutan.

Di tengah meningkatnya tekanan terhadap ekosistem dunia—dari deforestasi hingga eksploitasi sumber daya alam—peran jurnalis dalam menyampaikan fakta dan solusi dianggap semakin krusial.

Melalui hibah ini, EJN berharap semakin banyak media di negara berkembang yang mampu menghasilkan liputan berkualitas tentang perlindungan alam dan masa depan biodiversitas global.

#Apa yang Perlu Dilakukan Pelamar?

Pelamar yang ingin mengikuti program hibah dari Earth Journalism Network (EJN) harus mengajukan aplikasi melalui sistem pendaftaran daring yang disediakan oleh Internews.

Proses pengajuan dimulai dengan mengklik tombol “Apply Now” yang tersedia di halaman program. ***

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *