Lewati ke konten

Empat Calon Sekda, Satu Kursi Panas: Lelang Jabatan Bojonegoro yang Lebih Tegang dari Sinetron Prime Time

| 2 menit baca |Sorotan | 14 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Hamim Anwar Editor: Supriyadi

BOJONEGORO – Ada yang lagi panas di Bojonegoro, dan bukan cuma suhu siang bolong atau debat timeline X soal “mana lebih ngantor, ASN atau wartawan daerah.” Panas kali ini datang dari Balai Kabupaten, tempat empat pejabat tengah memperebutkan satu kursi paling strategis setelah bupati—kursi Sekretaris Daerah alias Sekda.

Empat nama yang ikut dalam lelang jabatan itu bukan orang sembarangan, -ada Edi Susanto, Eka Atikah, Sukaemi, dan Mahmudi. Mereka sudah jungkir balik ikut tes kompetensi dari 1 sampai 8 Oktober 2025 lalu. Tesnya dua tahap,  pertama di Universitas Negeri Surakarta (UNS), untuk menguji kemampuan manajerial dan sosial kultural—alias, seberapa luwes mereka jadi pimpinan tanpa bikin bawahan migrain.

 #Tes Kompetensi: Antara Manajerial, Makalah, dan Mental Baja

Tahap kedua digelar di Bojonegoro. Di sini para calon Sekda harus menulis makalah, presentasi, dan ikut wawancara akhir—momen di mana setiap jawaban bisa menentukan masa depan karier. Kalau dibayangkan, mungkin mirip ajang pencarian bakat, cuma bedanya yang dikulik bukan suara, tapi visi misi dan daya tahan mental saat diserang pertanyaan “Anda akan bersikap bagaimana bila pimpinan Anda salah tapi tetap ngeyel?”

Kepala BKPP Bojonegoro, Hari Kristianto, menjelaskan bahwa hasil tes sudah dikirim ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, untuk mendapatkan penilaian lanjutan.

“Terkini, BKN sedang meninjau kompetensi keempat peserta berdasarkan hasil tes yang telah dijalani. Kita tunggu rekomendasi BKN itu,” ujar Hari dengan nada yang bisa diartikan, tenang, proses jalan, tapi jangan tanya hasil dulu ya, sabar, sabar.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

#Menunggu “Grand Final” Lelang Jabatan Sekda

Rekomendasi dari BKN ini penting banget, karena akan menentukan siapa tiga peserta terbaik yang lanjut ke babak final alias “grand final lelang jabatan.” “Tiga peserta terbaik akan diumumkan pada 23 Oktober 2025 mendatang,” lanjut Hari.

Artinya, satu orang harus rela tersisih, dan tiga lainnya bakal menunggu takdir di tangan Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, yang akan memilih satu nama untuk jadi Sekda definitif. Kalau sesuai jadwal, pengumuman pemenangnya bakal dilakukan di akhir Oktober. Cocok banget—bulan penuh misteri ini akan ditutup dengan plot twist birokrasi.

Jadi, kalau biasanya orang Bojonegoro menunggu akhir bulan karena gajian, kali ini yang ditunggu bukan saldo masuk, tapi siapa yang bakal duduk di kursi paling sibuk se-kabupaten.
Dan siapapun yang terpilih nanti, semoga bukan cuma kuat di rapat, tapi juga tahan kalau dikritik warga di kolom komentar berita. Karena jadi Sekda di Bojonegoro itu bukan cuma soal administrasi, tapi juga soal stamina menghadapi warganet yang melek dokumen dan julidnya ilmiah.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *