Lewati ke konten

Enam Perpustakaan Ramah Anak Hadir di Gresik Perkuat Budaya Literasi Siswa

| 4 menit baca |Sorotan | 3 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: News Release Editor: Supriyadi
  • Enam perpustakaan ramah anak resmi dibuka di enam sekolah dasar Kabupaten Gresik sepanjang Juli 2026.
  • Program ini menjadi lanjutan gerakan literasi Mutiara Rindang setelah sebelumnya dikembangkan di Kabupaten Probolinggo.
  • Perpustakaan dirancang untuk menumbuhkan minat baca siswa melalui ruang belajar yang nyaman, interaktif, dan inklusif.
  • Pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor swasta dilibatkan untuk mendukung keberlanjutan program literasi sekolah.
  • LSM Mutiara Rindang membuka peluang kolaborasi CSR agar lebih banyak sekolah memperoleh akses perpustakaan ramah anak.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Mutiara Rindang meresmikan enam perpustakaan sekolah ramah anak di Kabupaten Gresik sebagai upaya memperkuat budaya literasi di lingkungan pendidikan dasar. Program tersebut menjadi kelanjutan gerakan literasi yang sebelumnya dijalankan organisasi tersebut di Kabupaten Probolinggo.

Peresmian dilakukan secara bertahap sepanjang Juli 2026. Enam perpustakaan tersebut merupakan perpustakaan ke-183 hingga ke-188 yang dibangun Mutiara Rindang di berbagai daerah di Indonesia.

Sekolah penerima program meliputi UPT SDN 15 Gresik, UPT SDN 8 Gresik, UPT SDN 35 Gresik, UPT SDN 63 Gresik, UPT SDN 64 Gresik, dan UPT SDN 272 Gresik. Peresmian perdana berlangsung di UPT SDN 15 Gresik sebagai pembuka rangkaian kegiatan.

Program ini hadir di tengah masih rendahnya tingkat literasi anak yang dinilai berdampak pada kualitas pembelajaran serta capaian pendidikan di berbagai daerah. Mutiara Rindang menilai penyediaan ruang baca yang nyaman dapat menjadi salah satu langkah untuk membangun kebiasaan membaca sejak usia sekolah dasar.

#Menumbuhkan Kebiasaan Membaca Sejak Dini

Perpustakaan yang dikembangkan mengusung konsep ramah anak dengan menghadirkan ruang membaca yang lebih menarik, interaktif, dan inklusif. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong siswa membaca karena kebutuhan dan ketertarikan, bukan sekadar memenuhi tugas sekolah.

Menurut Mutiara Rindang, kebiasaan membaca yang tumbuh secara alami menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, memperkuat prestasi akademik, sekaligus mendukung peningkatan Rapor Pendidikan sekolah di Kabupaten Gresik.

Direktur LSM Mutiara Rindang, Kuswanto, mengatakan keberadaan perpustakaan bukan hanya menyediakan koleksi buku, tetapi juga membangun budaya belajar yang berkelanjutan.

Perwakilan pemerintah, sekolah, dan LSM Mutiara Rindang berfoto bersama usai peresmian perpustakaan ramah anak. | Foto: Dok

“Kami percaya bahwa menumbuhkan kebiasaan membaca harus dilakukan dengan cara yang menyenangkan agar kebiasaan tersebut benar-benar mengakar secara alami. Ini adalah fondasi utama keberlanjutan literasi dan pencapaian akademik anak-anak kita,” kata Kuswanto.

Ia menambahkan bahwa akses terhadap sarana membaca yang layak masih perlu diperluas agar seluruh anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan kemampuan literasinya.

#Libatkan Pemerintah, Akademisi, dan Dunia Usaha

Peresmian perpustakaan ke-183 di UPT SDN 15 Gresik dihadiri sejumlah pemangku kepentingan dari pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor swasta. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi dalam penguatan literasi sekolah.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Hadir dalam kegiatan itu antara lain Kepala Bagian Umum Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur Dr. Rizqi, S.Pd., M.Pd., Balai Bahasa Jawa Timur, Pengawas Wilayah Kecamatan Gresik yang mewakili Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik.

Perwakilan sektor swasta juga turut menghadiri kegiatan, di antaranya PT Petro Oxo Nusantara dan Bank Jatim Cabang Gresik. Selain itu, Lurah Tlogopojok turut mengikuti peresmian sebagai bentuk dukungan pemerintah di tingkat kelurahan.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa penguatan budaya membaca tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan membutuhkan dukungan berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

#Buka Peluang Kolaborasi CSR untuk Perluas Program

LSM Mutiara Rindang menyatakan akan terus memperluas pembangunan perpustakaan ramah anak di berbagai sekolah melalui kolaborasi dengan pemerintah maupun dunia usaha. Salah satu bentuk kerja sama yang didorong adalah pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR).

Kuswanto mengatakan dukungan perusahaan menjadi faktor penting agar lebih banyak sekolah dapat memperoleh fasilitas membaca yang memadai.

“Dukungan dan sinergi dari pihak swasta seperti PT OXO, Bank Jatim Cabang Gresik, dan mitra lainnya sangat krusial untuk memastikan setiap anak di daerah memiliki akses terhadap sarana membaca yang layak,” ujarnya.

Melalui kerja sama lintas sektor tersebut, Mutiara Rindang berharap gerakan literasi sekolah dapat menjangkau lebih banyak daerah. Organisasi itu menilai penguatan budaya membaca sejak usia dini menjadi salah satu investasi penting untuk membangun sumber daya manusia yang lebih kompetitif di masa mendatang.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *