Lewati ke konten

Festival Tiga Sungai Bulukumba: Satukan Warga Jaga Bialo, Bijawang, dan Balantieng

| 4 menit baca |Ekologis | 21 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: Supriyadi Editor: Marga Bagus
  • Festival Tiga Sungai mengajak warga Bulukumba kembali menjaga sungai melalui edukasi, kolaborasi, dan aksi lingkungan bersama.
  • Tiga sungai menjadi ruang belajar mengenali ancaman sampah, tambang, serta kekayaan hayati yang masih tersisa alami.
  • Penjelajahan Sungai Bijawang mencatat 21 jenis tanaman bermanfaat bagi kesehatan dan kehidupan masyarakat sekitar sungai setempat.
  • Sembilan komunitas bergabung dalam Festival Tiga Sungai dengan dukungan ECOTON dan Telapak selama sepuluh hari penyelenggaraan bersama.
  • Festival mendorong masyarakat kembali membangun hubungan yang lebih dekat dengan sungai sebagai sumber kehidupan bersama berkelanjutan.

TIGA sungai di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, menjadi pusat kegiatan Festival Tiga Sungai yang berlangsung pada 24 Juli – 2 Agustus 2026. Selama sepuluh hari, Sungai Bialo, Bijawang, dan Balantieng menjadi lokasi berbagai kegiatan edukasi, penjelajahan, diskusi, hingga aksi lingkungan yang melibatkan masyarakat dan komunitas.

Festival yang memasuki penyelenggaraan kedua ini telah diikuti oleh sembilan komunitas. Panitia memperkirakan jumlah peserta akan bertambah menjadi sekitar 15 komunitas, termasuk organisasi lingkungan dari luar Bulukumba seperti Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON) dan Perkumpulan Telapak Indonesia.

Ketua Panitia Festival Tiga Sungai, Muhammad Harisah, mengatakan kegiatan yang diinisiasinya ini lahir dari keinginan untuk mengembalikan kedekatan masyarakat dengan sungai.

Menurutnya, hubungan yang dahulu pernah terjalin erat kini mulai memudar seiring perubahan cara pandang masyarakat terhadap sungai.

“Hubungan manusia dengan sungai semakin menjauh. Kita bisa melihat sungai sering dijadikan tempat membuang sampah dan limbah. Itulah yang melahirkan semangat Festival Tiga Sungai,” kata Harisah saat dihubungi Titikterang, Senin (27/7/2026).

Peserta jelajah sungai menyusuri bantaran Sungai Bijawang mengenali keanekaragaman hayati selama Festival Tiga Sungai Bulukumba. | Dok. Panitia

#Ajak Masyarakat Kembali Mengenal Sungai

Harisah menjelaskan, pemilihan Sungai Bialo, Bijawang, dan Balantieng dilakukan karena ketiga sungai tersebut memiliki peran vital dalam kehidupan masyarakat Bulukumba. Bentang alam ketiganya juga menjadi ruang interaksi yang mempertemukan berbagai kelompok masyarakat.

Melalui Festival Tiga Sungai, kami ingin mengajak masyarakat kembali mengenal sungai sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Sungai memiliki nilai ekologis, sosial, dan budaya yang harus dijaga bersama,” ujar Harisah.

Harisah berharap kesadaran tersebut tumbuh melalui pengalaman langsung selama festival.

“Kami berharap masyarakat tidak hanya memandang jika sungai itu sebagai saluran air saja. Tetapi sebagai ruang hidup yang wajib dirawat bersama,”tandas Harisah.

Tumpukan sampah memenuhi bantaran Sungai Bialo, menjadi salah satu persoalan yang diangkat Festival Tiga Sungai. | Foto: Dok. Panitia

#Sampah dan Tambang Masih Jadi Tantangan

Sementara itu Koordinator Festival Tiga Sungai, Aedil Faizin mengungkapkan, setiap sungai memiliki persoalan dan tekanan ekologis yang berbeda. Sungai Balantieng menghadapi tekanan dari aktivitas pertambangan, sedangkan Sungai Bialo masih dibayangi oleh masalah pembuangan sampah.

“Tahun lalu kami menemukan titik pembuangan sampah yang cukup besar di Sungai Bialo. Festival ini kami gunakan untuk membangun kesadaran masyarakat agar ikut menjaga sungai,” ujar Aedil.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Menurut Aedil, festival ini juga menjadi ruang belajar bagi komunitas untuk memahami kondisi masing-masing sungai secara mendalam. Hingga kini, data mengenai panjang sungai, karakter Daerah Aliran Sungai (DAS), maupun informasi hulu hingga hilir masih belum tersedia secara lengkap.

Oleh karena itu, panitia mulai menyusun program pendataan yang diharapkan dapat melibatkan perguruan tinggi dan berbagai pihak. “Data itu nantinya menjadi dasar dalam menyusun langkah-langkah pelestarian sungai secara berkelanjutan di Bulukumba,” sebut Aedil.

Peserta Jelajah Sungai Bijawang mendokumentasikan 21 tanaman bermanfaat sebagai kekayaan hayati bantaran sungai. | Sumber: Tim Jelajah

#Temukan Kembali Kekayaan Hayati Bantaran Sungai

Salah satu agenda utama dalam festival ini adalah penjelajahan Sungai Bijawang. Dari kegiatan tersebut, para peserta berhasil mendokumentasikan 21 jenis tanaman yang tumbuh di sepanjang bantaran sungai.

Harisah menyampaikan, sebagian besar tanaman yang ditemukan memiliki manfaat nyata bagi masyarakat setempat. Sebagian menghasilkan buah, sementara yang lain telah lama dimanfaatkan secara tradisional sebagai tanaman obat.

“Banyak tanaman di bantaran sungai yang bermanfaat, tetapi mulai dilupakan. Kami ingin pengetahuan itu tetap hidup dan diteruskan kepada generasi berikutnya,” ujar Harisah.

Ia menilai sudah saatnya cara pandang terhadap tanaman obat lokal diperluas. Banyak tumbuhan di bantaran sungai memiliki khasiat yang digunakan turun-temurun dan layak mendapat perhatian lebih dalam pengelolaan sumber daya hayati.

Melalui Festival Tiga Sungai, panitia berharap masyarakat semakin mengenal potensi sekaligus tantangan yang dihadapi Sungai Bialo, Bijawang, dan Balantieng.

“Kami berharap kesadaran untuk menjaga sungai tumbuh bersama, sehingga manfaatnya tetap bisa dirasakan oleh generasi yang akan datang,” pungkas Harisah.***

Berikut daftar komunitas yang terlibat dalam Festival Tiga Sungai (F3S) 2026 di Bulukumba:

  1. Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON)
  2. Perkumpulan Telapak Indonesia
  3. Kebun Bersama
  4. Relawan Gesit
  5. Pondok Peace
  6. Macacamaura
  7. Raha Siring
  8. Kursi
  9. Sanggar Seni Sipakalebbi (SSB)
  10. Ikatan Pecinta Al-Qur’an Bulukumba (IPPQ)
  11. Siring Bambu
  12. Widja
  13. Rosaliamerc

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *