- Tiga siswi SMKN 1 Bulukumba menemukan mikroplastik di daun padi sebelum menari Padduppa.
- Kontaminasi mikroplastik di perkebunan padi Bialo terungkap saat pelaksanaan Festival Tiga Sungai Bulukumba.
- Sampah plastik yang dibakar warga mengancam ekosistem pertanian dan kesehatan masyarakat Desa Bialo.
- Peneliti Ecoton mendesak penerapan gaya hidup minim plastik demi menekan pencemaran sungai daerah.
- Panitia Festival Tiga Sungai mengajak warga Bulukumba menghentikan kebiasaan membuang sampah ke aliran air.
TIGA siswi SMKN 1 Bulukumba, Sulawesi Selatan, Magfimah, Siti Darma, dan Vika Adrian, membawakan tari Padduppa. Mereka membawa bossara berisi beras. Ditaburkan kepada tamu undangan sebagai simbol keberkahan. Tarian eksklusif kaum bangsawan ini, kini menjadi tari penyambutan umum dengan iringan gendang, suling, serta pui’-pui’.
Sebelum tampil, ketiga siswi tersebut melakukan pengamatan ilmiah di Desa Bialo, Kecamatan Gantarang. Mereka menemukan serpihan mikroplastik yang menempel pada daun padi di kawasan pertanian setempat. Temuan ini menunjukkan tingginya tingkat pencemaran bahan sintetis pada ekosistem pangan warga.
“Saya kaget melihat mikroplastik, dan plastik sekecil itu ada karena kita bakar-bakar sampah,” ungkap Siti Darma, Sabtu, (8/8/2026).
Selanjutnya, Darma juga berharap Bulukumba terbebas dari limbah plastik. Karena, lanjut Darma, sifatnya yang amat sulit terurai, maka pengelolan sampah perlu di lakukan. Agar sampah plastik tidak dilakukan pembakaran. “Berisiko dan membahayakan kesehatan manusia serta kelestarian ekosistem sungai, kalau sampah plastik bakar, “ ucapnya.

#Ajakan Gaya Hidup Minim Plastik
Ancaman partikel berbahaya ini menjadi sorotan utama dalam agenda Festival Tiga Sungai di Bialo. Peneliti dari lembaga Ecoton menegaskan pentingnya langkah konkrit warga dalam mereduksi timbulan limbah. Penanganan mikroplastik memerlukan komitmen bersama untuk mengubah pola konsumsi harian masyarakat secara konsisten.
WhatsApp Channel · TitikTerang
TitikTerang hadir di WhatsApp
Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.
Gabung WhatsApp Channel“Perlu penerapan gaya hidup minim plastik sekali pakai untuk bisa mengurangi mikroplastik di lingkungan,” kata Sofi Azilan Aini, yang saat ini juga menghadiri acara festival sungai tersebut.
Kegiatan pelestarian lingkungan ini memasuki penyelenggaraan tahun kedua di wilayah Kecamatan Gantarang. Panitia penyelenggara terus mendorong kesadaran kolektif agar sungai tidak lagi dijadikan tempat pembuangan sampah akhir. Festival tahunan ini dirancang sebagai wadah edukasi budaya cinta sungai bagi generasi muda.
“Kami berharap dengan festival ini masyarakat Bulukumba ikut menjaga sungai,” ujar Aedil Faizin, Ketua Panitia Festival Tiga Sungai dalam kesempatan berbincang.***