Lewati ke konten

JLU Lamongan: Jalan Baru, Deg-degan Lama

| 3 menit baca |Sorotan | 12 dibaca

LAMONGAN – Jalan Lingkar Utara (JLU) Lamongan resmi dibuka untuk uji coba pada Agustus 2025. Secara fisik, jalan ini mulus, lebar, dan terlihat mewah. Tapi bagi pengendara sehari-hari, mulusnya jalan ini justru bikin jantung dag-dig-dug. Bagaimana tidak? U-turn yang sempit, penerangan seadanya, dan kendaraan yang melaju seperti pembalap Formula 1 membuat JLU lebih mirip sirkuit ketimbang jalur aman.

#U-Turn: Tikungan Berlapis Drama

Salah satu sumber kekhawatiran terbesar ada pada u-turn. Bukan u-turn biasa, tapi u-turn yang bikin pengendara harus punya insting detektif. Sidik, warga Lamongan yang kerap lewat JLU, bilang, “Kalau pas hujan, rem blong dikit, bisa langsung nyium median. Itu belum termasuk kalau ada pengendara lain dari arah berlawanan.”

Jadi u-turn di JLU ini bisa diibaratkan seperti drama mini: pengendara datang, melihat tanda u-turn, mulai panik, dan pas putar balik, tiba-tiba ada truk besar muncul. Rasanya seperti sedang syuting film horor, tapi tanpa sutradara yang memberi instruksi.

#Lampu Jalan yang Malu-malu

Selain u-turn, penerangan jalan juga sering dikritik. Malam hari, lampu jalan redup, bayangan pohon dan tiang listrik seperti penari hantu. Syamsu Arofar, yang tinggal di sekitar JLU, menambahkan, “Kadang motor lewat sini, pengendara nggak lihat pembatas, eh nyangkut di median. Habis itu, sibuk bengong, mikir kenapa jalan baru tapi nyawa rasanya dipertaruhkan.”

BBPJN Jatim pun menanggapi dengan kalem: “Lampu akan ditambah, patok reflektif juga sudah direncanakan. Evaluasi menyeluruh tetap dilakukan sesuai dokumen Andalalin 2024.” Intinya, jalan aman sedang dalam proses, tapi buat pengendara malam, aman masih sebatas mimpi.

#BBPJN: Evaluasi, Tapi Santai Dulu

BBPJN, dalam sosok Ida Bagus Made Artamana, menjelaskan bahwa JLU secara konstruksi sudah rampung sejak Maret 2025. Namun, fasilitas pendukung seperti traffic light baru sebagian yang aktif. Untuk sementara, masyarakat diminta bersabar.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Lima laporan kecelakaan sudah masuk, sebagian besar akibat rem mendadak, u-turn sempit, dan lampu yang kurang. BBPJN akan menambah traffic light di simpang Balun dan Kaliotik, memasang patok reflektif, dan meningkatkan penerangan. Tapi kalau soal pengendara nekat? Itu urusan masing-masing.

#Jalan Baru, Ego Lama

Yang menarik dari JLU Lamongan bukan cuma fisiknya, tapi cara pengendara “beradaptasi”. Jalan mulus bikin banyak orang gas pol, seolah sedang uji coba mobil balap. U-turn sempit bikin deg-degan, tapi tetap dipaksakan. Lampu redup membuat mata harus ekstra awas, tapi banyak yang tetap santai.

Jadi JLU Lamongan ini seperti panggung sandiwara: jalan cantik, pengendara dramatis, dan BBPJN sebagai sutradara yang masih belajar mengatur adegan. Rakyat? Ya cuma penonton yang kadang ikut deg-degan, kadang tepuk tangan, kadang sesekali mengumpat dalam hati.

#Cantik Tapi Berisiko

JLU Lamongan memang cantik, mulus, dan terlihat modern. Tapi seperti pacar baru yang tampan tapi sering bikin kaget, jalan ini belum sepenuhnya bisa diandalkan. U-turn sempit, lampu malu-malu, dan pengendara nekat adalah kombinasi yang membuat setiap perjalanan terasa seperti petualangan ekstrem.

BBPJN berjanji evaluasi, menambah fasilitas, dan memperbaiki desain. Tapi buat warga Lamongan, aman belum tentu berarti santai. Jalan baru, ego lama, dan jantung yang masih berdegup kencang. Selamat datang di JLU Lamongan: cantik dari jauh, menegangkan dari dekat.

Penulis: Supriyadi | Chief Editor |

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *