Lewati ke konten

Cegah Kerusakan Lebih Mahal, Koalisi Komunitas Desak Penerapan One River, One Plan di Bulukumba

| 4 menit baca |Sorotan | 15 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: News Release Editor: Marga Bagus
  • Tujuh perwakilan Panitia Festival 3 Sungai menyerahkan 11 rekomendasi resmi kepada DPRD Bulukumba.
  • Dokumen mencakup pembentukan Satgas Sungai Balantieng dan Bialo hingga Program Bulukumba Jaga Sungai 2030.
  • Aksi kolaborasi anak muda dinilai efektif dalam pemantauan kesehatan sungai dan pembersihan sampah.
  • Syahruni Haris berkomitmen mengawal penganggaran program perlindungan sungai pada instansi pemerintah daerah terkait.
  • Integrasi Program Kampung Iklim di sepanjang desa sungai diproyeksikan menarik dukungan dana pemerintah pusat.

TUJUH perwakilan Panitia Festival 3 Sungai mendatangi gedung legislatif daerah di Jalan Sultan Hasanuddin 43, Kelurahan Bintarore, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Senin (10/8/2026). Rombongan diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Bulukumba, Syahruni Haris, di ruang kerjanya.

Delegasi terdiri dari Aedil Faizin, Ahsalail Hasman, Prigi Arisandi, Amirudin M, Sofi Azilan Aini, Fully Syafi, dan Hermayanto. Mereka mewakili Aliansi Komunitas Sungai Bulukumba, Perkumpulan Telapak Indonesia, Ecoton, serta media lokal Pena Times.

Perwakilan aliansi, Aedil Faizin, menyerahkan dokumen resmi berisi 11 poin rekomendasi hasil dialog nasional. Dokumen tersebut diserahkan supaya legislatif mengawal penganggaran serta pelaksanaannya oleh Pemkab Bulukumba.

“Kegiatan Festival 3 Sungai ini merupakan gerakan tahun kedua hasil kolaborasi komunitas. Kedatangan kami untuk menyampaikan hasil festival di dialog nasional,” kata Aedil. Ia juga berharap para wakil rakyat Bulukumba ini, terus mendukung agenda edukasi masyarakat demi masa depan sungai.

Adapun 11 poin rekomendasi mencakup pembentukan Satgas Perlindungan Sungai Balantieng dan Bialo. Panitia juga mendesak penetapan Program Prioritas Bulukumba Jaga Sungai 2030 dan pelaksanaan Kajian Dasar Ekologi.

Selain itu, diusulkan pembangunan Sistem Satu Data Sungai Bulukumba dan pengawasan tambang pasir. Rekomendasi memuat perlindungan hulu, pencetakan 1.000 River Guardian Muda, serta pembentukan River School Bulukumba.

Poin penutup mencakup sistem pengaduan terintegrasi, penetapan Indeks Kesehatan Sungai, dan dukungan festival tahunan. “Seluruh usulan dirancang untuk memberikan akses informasi serta edukasi lingkungan hidup bagi masyarakat luas,” tegas Aedil.

Ketua Perkumpulan Telapak Indonesia Prigi Arisandi saat berdialog dalam audiensi bersama DPRD Bulukumba. | Foto: Amiruddin Muttaqin

#Apresiasi Gerakan Anak Muda dan Kritisme Tata Kelola Sungai

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Telapak, Prigi Arisandi, memberikan apresiasi atas konsistensi gerakan pemuda di Kabupaten Bulukumba ini. Anak muda, kata dia, telah berhasil menjalankan pemantauan kesehatan air, aksi bersih sampah, dan edukasi publik.

“Gerakan anak muda ini sangat bagus dan perlu diapresiasi oleh pemerintah kabupaten,” ujar Prigi. Ia pun menegaskan pentingnya memberi ruang luas, bagi generasi muda dalam upaya penyelamatan ekosistem perairan.

Oleh karena itu, Prigi meminta pimpinan DPRD Bulukumba memelopori penetapan regulasi kawasan perlindungan sungai daerah. “Langkah legalitas ini krusial agar sungai memiliki pengawas resmi, serta mencegah pembuangan sampah sembarangan,” tegas Prigi.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Kondisi sungai di Bulukumba saat ini relatif lebih baik, dibanding kawasan industri daerah lain, terutama di Jawa. Namun, lemahnya pengawasan hulu dan ancaman tambang pasir berpotensi merusak ekosistem dalam jangka panjang.

“Pengelolaan terpadu berbasis one river, one plan, one management mendesak diterapkan,” ujar Prigi mendesak aksi nyata pemerintah. Menurutnya, langkah pencegahan dini jauh lebih efisien, dibanding membiarkan sungai rusak lalu memperbaikinya dengan biaya mahal.

Delegasi Festival Tiga Sungai saat berdialog bersama Wakil Ketua DPRD Bulukumba Syahruni Haris. | Foto: Amiruddin Muttaqin

#Janji Pengawasan Legislatif dan Tantangan Realisasi Anggaran Daerah

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Bulukumba, Syahruni Haris, menyambut baik kedatangan para aktivis dan peneliti lingkungan ini. Tiga sungai besar di Bulukumba melintasi wilayah pemukiman dan dimanfaatkan 90 persen warga lokal.

“Kita harus kerja bareng mengantisipasi masalah ini, supaya daerah tidak tertimpa bencana,” kata Syahruni. Namun, ia mengakui kesadaran masyarakat masih rendah. Karena kurangnya edukasi dan pencegahan awal.

Syahruni berjanji mengawal rekomendasi ini ke Bappedalitbang, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kendati janji komitmen disampaikan, efektivitas eksekusi anggaran oleh instansi terkait masih harus dibuktikan.

“Kami mendorong penguatan kembali Program Kampung Iklim (Proklim) di sepanjang bantaran sungai. Kami berharap sinergi ini mampu menarik kucuran dana penataan lingkungan dari pemerintah pusat” tutur Syahruni.

Di sisi lain, integrasi edukasi lingkungan ke sekolah, membutuhkan koordinasi lintas dinas yang solid. Tanpa komitmen anggaran  riil, rekomendasi perlindungan sungai berisiko hanya menjadi dokumen formalitas belaka.***

11 rekomendasi yang dihasilkan Festival Tiga Sungai. Rekomendasi ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Bulukumba untuk memperkuat perlindungan sungai.

  1. Membentuk Satgas Perlindungan Sungai Balantieng dan Bialo.
  2. Menetapkan program prioritas “Bulukumba Jaga Sungai 2030”.
  3. Melaksanakan Kajian Dasar (Baseline Ecological Assessment) untuk mengetahui kondisi ekologis sungai.
  4. Membangun sistem “Satu Data Sungai Bulukumba” sebagai basis informasi pengelolaan sungai.
  5. Mengendalikan aktivitas tambang pasir dan perubahan morfologi sungai.
  6. Melindungi kawasan hulu dan sempadan sungai.
  7. Mencetak 1.000 River Guardian Muda Bulukumba.
  8. Membentuk River School Bulukumba sebagai ruang pendidikan dan pembelajaran lingkungan.
  9. Membangun sistem pengaduan sungai terintegrasi untuk memperkuat partisipasi masyarakat.
  10. Menetapkan Indeks Kesehatan Sungai Bulukumba sebagai instrumen pemantauan kondisi sungai.
  11. Mendukung pelaksanaan Festival Tiga Sungai oleh Aliansi Komunitas Sungai Bulukumba sebagai ruang informasi dan edukasi bagi masyarakat.

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *