Lewati ke konten

Jangan Terkecoh Tampilan Luar! Kali Surabaya Lagi Nggak Baik-Baik Saja

| 5 menit baca |Pelajar Mbois | 7 dibaca
Oleh: Titik Terang Editor: Supriyadi
  • Kali Surabaya adalah ruang hidup kita! Intip ulasan kritis para pelajar mengawal kelestarian sungai.
  • Busa putih mengancam sumber air minum warga! Simak alarm peringatan dari perspektif generasi muda.
  • Restorasi hingga patroli rutin, pelajar bersuara demi menyelamatkan Kali Surabaya dari ancaman pencemaran.
  • Dari Mlirip hingga Jagir, simak catatan penting para siswa dalam mengawal kelestarian sungai kita.
  • Saatnya pasang mata! Dua pelajar bongkar fakta pencemaran Kali Surabaya yang makin mengkhawatirkan.

KALI Surabaya mengalir melintasi Mojokerto hingga Surabaya, menopang kehidupan warga melalui pasokan air baku, irigasi pertanian, aktivitas industri, dan keberlanjutan ekosistem. Di balik perannya yang penting, tekanan pencemaran industri dan sampah domestik terus mengintai kualitas air serta kehidupan di sepanjang alirannya.

Kondisi tersebut mendorong para pelajar untuk ikut menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan gaya bahasa yang lugas, kritis, dan dekat dengan keseharian anak muda, Ahmad Ardhian Arzaqi Yusuf dari MA Raden Paku dan Rahma Sarita dari SMAN 1 Wringinanom mengulas peran Kali Surabaya, sejarah pengelolaannya, hingga persoalan pencemaran yang muncul belakangan.

Dua tulisan berikut merupakan bagian dari suara generasi muda dalam Kali Surabaya Festival, di Taman Suka Ikan Ecoton yang berlangsung 21–25 September 2026. Mereka mengajak pembaca melihat sungai lebih dekat, memahami persoalannya, sekaligus menyadari bahwa menjaga kualitas air membutuhkan perhatian dan tindakan bersama.

Selamat membaca. []


Ahmad Ardhian Arzaqi Yusuf
Kelas: 10
MA  Raden Paku Wringinanom, Gresik

#Kali Surabaya Lagi Nggak Baik-Baik Saja, Yuk Turun Tangan!

KALIAN tahu nggak sih, ada satu sungai yang krusial banget buat kelangsungan hidup kita di sekitaran Surabaya dan Mojokerto? Yup, Kali Surabaya! Sungai yang membentang sepanjang 41 kilometer dari Bendungan Mlirip di Mojokerto sampai ke Wonokromo ini bukan sekadar aliran air biasa. Kali Surabaya itu life saver banget, karena menyuplai sekitar 80% bahan baku air bersih buat PDAM Kota Surabaya. Selain itu, sungai ini juga jadi tumpuan irigasi sawah warga dan pahlawan penangkal banjir pas musim hujan tiba.

BACA JUGA:  Simbol Guna Ulang Global Diluncurkan, Sistem 'Reverse Logistics' Indonesia Masih Nihil

Tapi masalahnya, siapa aja sih yang kudu mikirin nasib sungai ini? Sebenarnya banyak pihak yang udah gerak. Ada pemerintah daerah, Perum Jasa Tirta I, komunitas pecinta lingkungan kekinian kayak Ecoton, sampai warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai. Masing-masing punya peran penting biar kualitas airnya tetap terjaga.

Sayangnya, kondisi Kali Surabaya sekarang lagi down banget gara-gara pencemaran. Parah banget, deh! Masih banyak oknum pabrik nakal yang main buang limbah kimia berbahaya tanpa diolah dulu. Ditambah lagi, masih ada aja warga yang minim kesadaran dan asal lempar sampah rumah tangga ke sungai. Kalau dibiarin terus, kita sendiri yang bakal kena imbasnya.

Terus, gimana dong cara kita menyelamatkannya?

  • Restorasi ekosistem: Memperbaiki lingkungan sekitar sungai biar vegetasi alaminya balik lagi.
  • Patroli sungai rutin: Biar nggak ada lagi yang curi-curi kesempatan buat ngebuang limbah sembarangan.
  • Penegakan hukum yang tegas: Pabrik-pabrik nakal harus dikasih sanksi berat biar kapok!
  • Edukasi masif: Kita sebagai generasi muda harus rajin ngajak orang-orang di sekitar buat makin sadar lingkungan.

Mulai dari hal kecil, yuk jaga Kali Surabaya biar air bersihnya tetap mengalir sampai ke anak cucu kita nanti!***


Rahma Sarita
Kelas : X.10
SMAN 1 Wringinanom, Gresik

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

#Ada Busa di Kali Surabaya! Saatnya Kita Pasang Mata Buat Jaga Sumber Air Bersih

BICARA soal Kota Pahlawan dan sekitarnya, nggak afdal kalau nggak bahas Kali Surabaya. Sungai ini adalah bagian penting dari aliran DAS Brantas yang mengalir dari Mlirip, Mojokerto, lalu meluncur sampai ke Surabaya. Uniknya, begitu sampai di Wonokromo, Kali Surabaya ini terpecah jadi dua cabang utama: Kali Mas yang mengalir ke arah timur laut melintasi pusat kota, dan Kali Jagir yang mengarah lurus ke timur.

BACA JUGA:  Dugaan Pencemaran Sungai Brantas: Aksi Dibatalkan, Pengawasan Lingkungan Dipertanyakan

Nggak cuma aliran air yang lewat gitu aja, fungsi Kali Surabaya ini beneran sangat luas! Mulai dari mengairi sawah-sawah para petani, mencukupi kebutuhan air berbagai industri, sampai jadi sistem pertahanan utama pengontrol banjir biar kota nggak kelempeng air pas hujan deras.

Karena perannya yang vital banget, sungai ini dimanfaatkan banyak pihak—mulai dari masyarakat umum, petani, industri, sampai Perumda Air Minum Surya Sembada. Pengelolaannya pun nggak main-main karena melibatkan instansi besar seperti BBWS Brantas dan Perum Jasa Tirta I.

Mengalir dari Bendung Mlirip di Mojokerto, melewati Gresik, hingga berakhir di kawasan Jagir Surabaya, apa pun yang terjadi di Kali Surabaya ini bakal berdampak langsung ke hajat hidup orang banyak, khususnya warga Surabaya yang butuh pasokan air bersih setiap hari.

Punya Sejarah Panjang yang Terus Berkembang

FYI, Kali Surabaya ini udah jadi bagian dari sistem pengairan DAS Brantas sejak zaman, kakek buyut di zaman kolonial Hindia Belanda! Setelah Indonesia merdeka, sistem pengelolaannya terus diperbarui. Seiring berjalannya waktu—ditambah pesatnya pertumbuhan kota dan kawasan industri—fungsi Kali Surabaya makin beragam dan makin sibuk. Sampai detik ini, sungai ini tetap bertahan sebagai ‘tulang punggung’ penyedia air utama warga Surabaya.

Tapi, punya fungsi yang super penting itu ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi sangat berguna, tapi di sisi lain, kalau sampai tercemar, dampaknya bakal luas dan parah banget. Makin anjlok kualitas airnya, makin rumit dan mahal juga proses pengolahannya biar layak pakai.

Alert! Busa Putih di Awal September 2026

Contoh riilnya baru aja kejadian di awal September 2026 kemarin. Tiba-tiba muncul gumpalan busa putih yang mengapung di aliran Kali Surabaya. Usut punya usut, penurunan kualitas air ini diduga kuat akibat dampak pemadaman kebakaran di sebuah gudang penyimpanan bahan baku daerah industri Driyorejo, yang waktu itu Menggunakan foam atau bahan pemadam berbusa dalam jumlah besar.

BACA JUGA:  Ikuti Aliran Kali Surabaya, Mahasiswa Universitas Brawijaya Temukan Jejak Dugaan Dampak Limbah Industri

Kejadian ini jadi eye-opener banget buat kita semua. Pencemaran di Kali Surabaya nggak cuma ngerusak ekosistem sungai dan bikin pemandangan jelek, tapi langsung mengancam proses penyediaan air minum warga. Karena Kali Surabaya adalah sumber air baku utama, pengawasan ketat terhadap semua aktivitas industri dan lingkungan di sekitarnya itu hukumnya wajib dan nggak bisa ditawar-tawar lagi!***

Catatan Redaksi: Artikel ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON) dan PT Petrokimia Gresik (Persero) melalui Program Petro Tirta.

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *