- Mahasiswa KKN UTM melatih 30 anggota PKK membuat sabun cair berbahan daun kelor bernilai ekonomi.
- Daun kelor yang melimpah di Desa Pakandangan Sangra mulai diarahkan menjadi produk usaha rumah tangga.
- Program dipadukan dengan edukasi enam langkah cuci tangan untuk memperkuat perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat.
- Warga memperoleh pelatihan produksi, penentuan harga, hingga strategi pemasaran agar produk dapat dipasarkan lebih luas.
- Kegiatan diharapkan membuka peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan pemanfaatan potensi lokal desa secara berkelanjutan.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 44 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengembangkan potensi daun kelor di Desa Pakandangan Sangra, Kabupaten Sumenep, menjadi sabun cair bernilai ekonomi. Program tersebut dipadukan dengan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat melalui pelatihan mencuci tangan menggunakan sabun kepada masyarakat.
Pelatihan pembuatan sabun cair dilaksanakan di Balai Desa Pakandangan Sangra pada Rabu, 8 Juli 2026. Acara melibatkan sekitar 30 anggota PKK. Sepekan kemudian, Kamis, 16 Juli 2026. Mahasiswa melanjutkan kegiatan, melalui sosialisasi enam langkah mencuci tangan pada kegiatan Posyandu desa setempat.
Menurut penyelenggara, kegiatan tersebut dirancang untuk memperluas pemanfaatan tanaman kelor yang selama ini lebih banyak digunakan sebagai bahan pangan. Melalui pengolahan menjadi produk kebersihan, masyarakat diperkenalkan pada peluang usaha yang dapat dikembangkan secara mandiri.
#Potensi Lokal Jadikan Produk Bernilai Tambah
Pelatihan dimulai dengan penyampaian materi mengenai kandungan dan potensi daun kelor sebagai bahan baku sabun cair. Mahasiswa kemudian mendemonstrasikan proses pembuatan sebelum peserta mempraktikkan seluruh tahapan produksi secara langsung.
Peserta mengikuti setiap proses mulai dari pengolahan bahan hingga menghasilkan sabun cair yang siap digunakan. Sesi diskusi juga dimanfaatkan anggota PKK untuk menanyakan teknik produksi, kualitas produk, dan kemungkinan pengembangan usaha berbasis rumah tangga.
Pemanfaatan daun kelor dipilih karena tanaman tersebut tumbuh melimpah di Desa Pakandangan Sangra. Selama ini, pemanfaatannya masih didominasi sebagai bahan konsumsi sehingga nilai ekonominya dinilai belum berkembang secara optimal.
Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa KKN mendorong masyarakat melihat kelor sebagai komoditas yang dapat diolah menjadi produk dengan nilai tambah. Pendekatan ini diharapkan memperluas pilihan usaha berbasis sumber daya lokal tanpa bergantung pada bahan baku dari luar desa.
#Strategi Pemasaran Produk
Rangkaian kegiatan berlanjut pada pelaksanaan Posyandu, Kamis, 16 Juli 2026. Mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun sekaligus mempraktikkan enam langkah cuci tangan yang benar kepada kader Posyandu dan masyarakat.
Silvia Rohmawati selaku pemateri mengatakan mencuci tangan menggunakan sabun merupakan kebiasaan sederhana yang berperan penting dalam menjaga kesehatan. “Dari tangan ada banyak kuman dan bakteri yang tidak kita tahu, maka dari itu perlu cuci tangan tidak hanya dengan air mengalir, tetapi juga menggunakan sabun,” ujarnya.
Selain edukasi kesehatan, mahasiswa juga menyampaikan materi mengenai strategi pemasaran sabun cair daun kelor. Materi mencakup penentuan harga produk, pengemasan, hingga cara memperkenalkan produk kepada masyarakat agar memiliki peluang bersaing di pasar.
WhatsApp Channel · TitikTerang
Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu. TitikTerang hadir di WhatsApp
Pengenalan aspek pemasaran diberikan sebagai pelengkap keterampilan produksi. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mampu membuat produk, tetapi juga memiliki bekal untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
#Harapan Keberlanjutan Program
Partisipasi masyarakat terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Anggota PKK aktif mengikuti praktik pembuatan sabun, sementara kader Posyandu terlibat dalam sesi edukasi kesehatan dan diskusi mengenai pemasaran produk.
Respons positif juga datang setelah peserta mencoba sabun cair hasil pelatihan. Salah seorang kader Posyandu, Zelvy Ainun Najah, mengaku puas terhadap produk yang dihasilkan. “Sudah dicoba untuk cuci tangan itu hasilnya keset dan harum di tangan,” katanya.
Mahasiswa KKN Kelompok 44 UTM berharap pelatihan tersebut menjadi langkah awal dalam meningkatkan pemanfaatan potensi lokal Desa Pakandangan Sangra. Melalui pengembangan produk berbasis daun kelor, masyarakat diharapkan memperoleh keterampilan baru, membuka peluang ekonomi rumah tangga, serta memperkuat kesadaran akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.
Program ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada penguatan kapasitas warga dalam mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai tambah. Jika dikembangkan secara konsisten, pemanfaatan daun kelor sebagai sabun cair berpotensi menjadi salah satu alternatif usaha yang mendukung perekonomian masyarakat desa.***
Daftar Mahasiswa KKN Kelompok 45 Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Desa Pakandangan Sangra, Bluto, Kabupaten Sumenep, Madura.
- Hadi Iswanto – Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Semester 6
- Fitriyani – Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Semester 8
- Nurul Safitri – Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Semester 6
- Silvia Rohmawati – Program Studi Psikologi, Semester 6
- Fathur Rozi – Program Studi Ilmu Komunikasi, Semester 6
- Jujur Anggit Saputra – Program Studi Sosiologi, Semester 6
- Dwi Puspita – Program Studi Sosiologi, Semester 6
- Sholihatul Muyassaroh – Program Studi Sistem Informasi, Semester 6
- Anas – Program Studi Teknik Mekatronika, Semester 6
- Kurnia Putri Agustina – Program Studi Akuntansi, Semester 6
- Eka Denisa Fitri – Program Studi Akuntansi, Semester 6
- Marisa Aninda Putri – Program Studi Akroekoteknologi, Semester 6
- Emanuel Dicky Anugerah Ony Christian Viery – Program Studi Agribisnis, Semester 6
- Hilmiatun – Program Studi Agribisnis, Semester 6