Lewati ke konten

KSH Kapasmadya Baru Surabaya Perkuat Pengelolaan Sampah Organik Mandiri dari Rumah

| 3 menit baca |Kali Tebu | 7 dibaca
Oleh: Titik Terang Penulis: News Release Editor: Supriyadi
  • KSH RW 08 Kapasmadya Baru mendapat pelatihan pemilahan sampah untuk memperkuat pengelolaan organik dari rumah.
  • ECOTON membekali KSH RW 08 dengan ORBIN untuk mengolah sampah organik sejak tingkat rumah tangga.
  • Program Kampung MOZAIK mendorong KSH RW 08 membangun kebiasaan memilah sampah organik, daur ulang, dan residu.
  • KSH RW 08 dilatih mengolah sampah organik melalui ORBIN dan Sumur Komposter untuk mengurangi tumpukan.
  • Pemilahan dari rumah diperkuat KSH RW 08 untuk mengurangi sampah menuju Benowo dan mencegah pencemaran Kali Tebu.

KADER Surabaya Hebat (KSH) RW 08 Kapasmadya Baru mengikuti edukasi pengelolaan sampah. Kegiatan berlangsung di Balai RW 08 bersama ECOTON dalam Program Kampung MOZAIK.

Edukasi menitikberatkan pemilahan sampah sejak dari sumber. Peserta mempelajari cara mengelola sampah organik agar tidak menumpuk di tempat penampungan.

Tonis Afrianto, Waste Prevention Manager ECOTON, mengatakan perubahan dimulai dari rumah. “Pemilahan sampah harus dimulai dari rumah,” ujar Tonis dalam rilis yang dikirim, Jumat, (4/9/2026).

Menurut Tonis, KSH mempunyai posisi penting dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah. Pendampingan kader diharapkan dapat menjangkau keluarga-keluarga di lingkungan permukiman.

“Melalui pendampingan KSH, penggunaan ORBIN, dan media edukasi keluarga,” katanya. Upaya tersebut diharapkan membentuk kebiasaan pengelolaan sampah secara mandiri.

#ORBIN Membantu Pemisahan Sampah Organik

Dalam kegiatan ini, peserta menerima ORBIN atau Organic Bin. Wadah tersebut digunakan untuk mengumpulkan sampah organik rumah tangga.

Peserta juga menerima poster edukasi mengenai pemilahan sampah. Poster tersebut dapat ditempatkan di rumah untuk dibaca seluruh anggota keluarga.

Kader kemudian mengikuti simulasi pengelolaan sampah organik. Mereka mempraktikkan pembuangan sampah organik menggunakan ORBIN menuju Sumur Komposter.

Kader KSH RW 08 Kapasmadya Baru mengikuti edukasi pemilahan sampah bersama ECOTON melalui Kampung MOZAIK. | Foto: Tonis/Dok

Kegiatan menyasar warga RT 01, RT 02, dan RT 03. Ketiga wilayah tersebut berada dalam lingkungan RW 08 Kapasmadya Baru.

BACA JUGA:  Peringatan Hari Kartini di SMAN 1 Driyorejo: Siswa Soroti Bahaya Mikroplastik

Suliani, kader KSH RW 08, menilai masyarakat perlu didorong mengelola sampah secara mandiri. Menurutnya, pemilahan dapat mencegah timbulnya tumpukan sampah.

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

“Menurut saya warga memang perlu diajak mandiri kelolah sampah,” terang Suliani. Ia menyebut sampah organik dapat diolah menjadi kompos.

Sementara sampah daur ulang dapat dijual untuk memberikan nilai ekonomi. Sampah residu kemudian ditempatkan pada tong sampah sesuai pengelolaannya.

#Kader Diharapkan Mendampingi Keluarga

Setelah edukasi, KSH diharapkan menyampaikan pengetahuan kepada masyarakat. Pendampingan tersebut mencakup pemisahan organik, daur ulang, dan residu.

Program Kampung MOZAIK menargetkan terbentuknya kebiasaan pemilahan sejak tingkat rumah tangga. Pengelolaan dari sumber diharapkan mengurangi sampah menuju tempat pemrosesan akhir.

Upaya tersebut juga diarahkan untuk mengurangi potensi pembuangan sampah ke Kali Tebu. Warga didorong menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah yang lebih teratur.

ECOTON berharap RW 08 berkembang menjadi kawasan mandiri kelola sampah. KSH menjadi salah satu penggerak utama perubahan kebiasaan tersebut.

Dengan pemilahan konsisten, sampah organik dapat dikelola lebih dekat. Sampah daur ulang juga dapat dipisahkan sebelum tercampur dengan residu.***

 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *