Lewati ke konten

Lailatul Fitriyah Bangun LINCAH Lawan Perundungan Santri

| 5 menit baca |Sosok | 2 dibaca
Oleh: Titik Terang Editor: Supriyadi

Berangkat dari kegelisahan terhadap perundungan di lingkungan pesantren, Lailatul Fitriyah bersama rekan-rekannya mendirikan LINCAH untuk menciptakan ruang aman yang menumbuhkan keberanian, kreativitas, dan kepercayaan diri anak-anak.

Lailatul Fitriyah masih merasakan kegelisahan yang mendorong dirinya, melahirkan Komunitas yang ia beri nama LINCAH, Meski tidak sendiri, – ada beberapa teman yang menemani, – membuat LINCAH sebagai wadah menumbuh-kembangkan suasana aman, kreatif, dan saling menghargai.

Di Pondok Pesantren Nurussalam, Bondowoso, Jawa Timur itulah LINCAH digagas. Karena dia melihat lingkungan tempat tinggal para santri itu, sempat diwarnai praktik perundungan yang membuat sebagian anak merasa takut dan tidak aman.

Dari situ muncul tekad untuk mengubah ruang yang terasa mengancam, menjadi tempat yang hangat bagi tumbuh kembang anak. Bersama para pendamping lain, Lailatul kemudian membangun LINCAH, akronim dari Langkah Kecil Anak Hebat.

Komunitas ini berpijak pada keyakinan. jika perubahan besar, selalu berawal dari tindakan sederhana. Menurut dia, setiap langkah kecil yang dilakukan anak dapat menjadi jembatan menuju masa depan lebih baik. Melalui LINCAH, mengajak anak-anak agar berani melakukan perubahan diri sendiri atau lingkungan terdekat.

Karena itu, LINCAH mendorong anak-anak untuk berani memulai perubahan dari diri sendiri dan lingkungan terdekat. Melalui permainan edukatif, seni, dan kegiatan melukis di atas tas kanvas,

Lailatul juga mengajak anak-anak mengekspresikan perasaan, yang selama ini mengalami kesulitan mengungkapkan. Anak-anak yang awalnya malu dan ragu perlahan menjadi lebih percaya diri. Sekat akibat senioritas mulai memudar, digantikan dengan suasana yang saling menghargai dan mendukung.

Bagi Lailatul, proses itu menjadi bukti bahwa ketika anak merasa aman, potensi mereka akan tumbuh dengan sendirinya.

Melalui transkrip wawancara dengan TitikTerang, yang dikirim pada Senin, 4 Mei 2026. Lailatul Fitriyah menjawab pengalamannya selama menjadi pendamping bagi anak-anak di Pondok Pesantren Pesantren Nurussalam, Bondowoso, Jawa Timur.

 

Apa latar belakang berdirinya Komunitas LINCAH?

Latar Belakang Berdirinya LINCAH. LINCAH (Langkah Kecil Anak Hebat) lahir sebagai respon terhadap kondisi lingkungan tempat tinggal yang awalnya menjadi sarana perundungan (bullying) dan terasa tidak aman bagi anak-anak sekolah dan pondok pesantren. Kami ingin mengubah tempat yang awalnya mengancam tersebut menjadi ruang yang aman untuk tumbuh kembang mereka.

Mengapa isu bullying dan rasa tidak aman menjadi fokus utama?

Menjadi prioritas karena perundungan dapat menghambat potensi anak. Kami ingin menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas, kreatif, dan inovatif tanpa rasa takut.

Apa makna “langkah kecil” dalam gerakan LINCAH?

Makna “Langkah Kecil” Makna dari “Langkah Kecil” adalah sebuah memulai perubahan baik dari diri sendiri dan orang sekitar. Kami percaya jangan pernah meremehkan perubahan kecil seorang anak, karena dari sanalah mereka membangun jembatan untuk menuju masa depan yang luar biasa.

Seorang peserta Komunitas LINCAH menunjukkan tas kanvas berwarna kuning hasil karyanya setelah menuangkan imajinasi dan ekspresi diri melalui kegiatan seni yang dirancang untuk membangun keberanian dan kreativitas anak-anak. | Foto: Dok. LINCAH

Bagaimana cara komunitas ini menciptakan ruang aman bagi anak-anak?

Menciptakan Ruang Aman kami menciptakan ruang aman secara tidak langsung melalui inspirasi dan edukasi. Di sini, anak-anak (baik senior maupun junior) bebas mengekspresikan diri selama dalam batas wajar.

Apa saja materi edukasi yang diberikan kepada peserta?

Peserta mendapatkan materi edukasi yang dirancang untuk membangun karakter dan kreativitas.

Mengapa permainan menjadi bagian penting dalam kegiatan?

WhatsApp Channel · TitikTerang

TitikTerang hadir di WhatsApp

Dapatkan kilasan berita, analisis pedas, dan cerita ekologis ala TitikTerang langsung di WhatsApp-mu.

Gabung WhatsApp Channel

Kami melakukan “permainan yang tidak hanya main-main saja agar pesan edukasi lebih mudah diserap. Selain itu, kami menyampaikan pesan lewat seni agar anak-anak dapat berkomunikasi dengan cara yang menyenangkan dan ekspresif.

Bagaimana seni digunakan untuk menyampaikan pesan kepada anak-anak?

Kami menyampaikan seni kepada teman-teman/Anak-anak dengan cara mengajak teman2 membuat karya atau menggambarkan hal yang mereka rasakan dengan cara melukis pada tas kanvas.

Apa itu “kesepakatan inisiatif” dan bagaimana proses pembuatannya?

Kesepakatan Inisiatif” adalah aturan atau komitmen bersama yang dibuat oleh komunitas untuk memastikan lingkungan tetap kondusif dan saling menghargai. Prosesnya adalah dengan kita saling menghargai sesama teman ataupun yang lebih senior dan menyayangi yang junior.

Bagaimana respons anak-anak saat pertama kali bergabung?

Awalnya mereka ada rasa malu atau ragu, namun karena kami menyambut mereka dengan pendekatan lewat permainan dan seni, mereka lebih cepat merasa nyaman dan mulai berani mengekspresikan diri.

Perubahan apa yang paling terlihat setelah mereka mengikuti kegiatan LINCAH?

Anak-anak menjadi lebih percaya diri dan lebih peduli terhadap teman sejawatnya. Lingkungan yang tadinya penuh sekat akibat senioritas atau perundungan mulai sedikit demi sedikit menjadi lingkungan yang saling mendukung antara satu sama lain.

Apakah ada cerita atau pengalaman peserta yang paling berkesan?

Saat seorang anak yang tadinya pendiam mulai berani tampil memimpin permainan dan berani maju ke depan untuk mempresentasikan hasil karyanya.

Tantangan terbesar apa yang dihadapi dalam menjalankan komunitas ini?

Mengubah pola pikir lingkungan yang sudah terbiasa dengan budaya perundungan menjadi budaya saling menghargai tentu membutuhkan kesabaran dan proses yang tidak instan.

Bagaimana peran orang tua atau lingkungan sekitar dalam mendukung program ini?

Dukungan lingkungan adalah kunci agar perubahan positif yang didapat anak di komunitas bisa terus berlanjut saat mereka kembali ke rumah atau lingkungan sosialnya masing-masing.

Peserta Komunitas LINCAH memperlihatkan tas kanvas bergambar kelelawar yang dilukis dalam kegiatan terapi seni untuk membantu anak-anak mengekspresikan perasaan dan menumbuhkan rasa percaya diri. | Foto: Dok. LINCAH

Apa harapan jangka panjang untuk perkembangan Komunitas LINCAH?

Kami berharap LINCAH bisa terus menginspirasi lebih banyak anak untuk melakukan “langkah kecil” perubahan, sehingga tercipta generasi penerus bangsa yang hebat, kreatif, dan sepenuhnya bebas dari bullying serta lebih banyak pihak yang peduli lagi terhadap gak anak.

Pesan apa yang ingin disampaikan kepada anak-anak yang mengalami bullying?

Jangan pernah remehkan dirimu sendiri. Ingatlah bahwa setiap perubahan baik dimulai dari langkah kecil. Bersama LINCAH, kami ingin kamu tahu bahwa kamu tidak sendirian, dan mari kita bangun jembatan menuju masa depanmu yang cerah bersama-samaa. ***

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *